Sejarah Hari Ini (4 September): Giacinto Facchetti Tutup Usia

Salah satu legenda FC Internazionale dan sepakbola dunia, Giacinto Facchetti, menghembuskan nafas terakhir pada 4 September 2006.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Hari ini adalah hari yang membuat Interisti di seluruh dunia berduka, karena pada 4 September delapan tahun silam, mereka ditinggalkan oleh salah satu legenda terbesar dalam klub, yaitu Giacinto Facchetti.

Sosok yang lahir di Treviglio pada 18 Juli 1942 tersebut hanya membela satu klub saja sepanjang 18 tahun karirnya, dan tentu saja itu adalah Internazionale, pada tahun 1960 hingga 1978.

Ia diambil oleh pelatih Inter, Helenio Herrera, dari tim akademi Trevigliese pada tahun 1960. Facchetti yang berperan sebagai striker di klub kampung halamannya, secara mengejutkan dipasang sebagai bek sayap di La Benemata, dan keputusan Herrera tersebut terbukti sangat tepat karena kemudian ia menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia sepanjang masa.

Berkat dasarnya sebagai seorang striker, Facchetti kerap maju membantu serangan meski berposisi sebagai bek sayap (saat itu, hal tersebut bukanlah hal yang lumrah). Ia memukau melalui akselerasi luar biasa ketika menyisir sisi lapangan dan juga melalui tembakan kaki kanan yang meledak.

Facchetti menjadi bagian dari 'Grande Inter', dengan mengoleksi empat Scudetto (1963, 1965, 1966 dan 1971), satu Piala Italia (1978), dua piala Eropa (1964 dan 1965) dan dua Piala Interkontinental (1964 dan 1965).

Karirnya di Inter terus berlanjut usai pensiun, dia terlibat dalam berbagai posisi manajerial klub seperti direktur teknik, masuk ke jajaran direksi, menjadi duta klub dan juga wakil presiden. Bahkan ia kemudian diangkat sebagai presiden Inter pada 19 Januari sebelum akhirnya meninggal karena kanker pada 4 September 2006. Untuk menghormatinya, jersey nomor tiga miliknya dipensiunkan.

Di level tim nasional, Facchetti juga bersinar. Ia menjalani debut pada 23 Maret 1963 hingga akhirnya mengoleksi 94 caps, yang terbanyak saat itu sebelum dilewati oleh Dino Zoff, Paolo Maldini, Andrea Pirlo dan Fabio Cannavaro. Ia mengenakan ban kapten Azzurri dalam 70 pertandingan dan mencetak tiga gol.

Prestasinya bersama Azzurri adalah ketika ia mengantarkan negaranya menjadi juara pada Euro 1968 dan kemudian menjadi runner-up pada Piala Dunia 1970.

Addio, Il Capitano!

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics