Sejarah Hari Ini (5 Maret): Kontroversi Cuneyt Cakir

Kartu merah kontroversial Cuneyt Cakir pada Luis Nani dua tahun lalu, secara tidak langsung jadi tanda berakhirnya era spektakuler Sir Alex Ferguson di Liga Champions.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Pada musim terakhirnya di pentas sepakbola profesional, pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, tentu tak akan pernah melupakan momen kontroversial dalam laga terakhirnya di Liga Champions. Alih-alih menjadi juara sebagai penutup karier yang manis, timnya malah disingkirkan dengan cara menyakitkan pada fase 16 besar.

Terdapat tiga pelaku yang bersalah atas peristiwa itu. Pertama, tentunya Real Madrid sebagai tim yang mengalahkan Man united 2-1. Kedua, adalah mantan anak emas yang juga salah satu penemuan terbaik Fergie, Cristiano Ronaldo. Ketiga adalah wasit pemimpin laga, Cuneyt Cakir. Karena keputusan kontroversialnya, wasit asal Turki itu jadi aktor utama yang mengubah arus pertandingan.

Man United menjalani laga dengan kepercayaan diri yang amat tebal. Hal itu terjadi menyusul hasil gemilang pada leg pertama di Santiago Bernabeu, manakala mereka sukses menahan imbang Madrid 1-1.

Itu artinya Michael Carrick cs akan lolos jika menang dengan skor berapa pun atau bahkan dengan cukup menahan sang lawan lewat skor kacamata di Old Trafford.

Segalanya berjalan baik, dengan Man United bermain begitu nyaman meski El Real sedikit lebih menguasai jalannya pertandingan. Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand tampil kokoh menjaga pertahanan, sementara duet mengejutkan Danny Welbeck dan Robin van Persie tampak kompak di lini depan.

Hasil babak pertama pun cukup membuat para Mancunian tersenyum lega, dengan kedudukan imbang 0-0. Sebaliknya, Mesut Ozil cs terlihat amat frustrasi ketika memasuki ruang ganti.

Segalanya semakin buruk bagi Madrid, karena ketika babak kedua baru berjalan tiga menit, Ramos melakukan gol bunuh diri akibat salah mengantisipasi umpan datar Luis Nani. Skor 1-0 untuk The Red Devils.

Kala segalanya berjalan baik dan nampak akan berakhir indah, Cuneyt Cakir kemudian muncul dengan keputusan kontroversialnya, pada menit ke-56.

Berawal dari sapuan Patrrice Evra terhadap umpan terobosan lancaran Xabi Alonso, bola lambung kemudian mengarah ke Nani yang lantas memasang kuda-kuda mengontrol Si Kulit Bundar.

Tapi tiba-tiba Alvaro Arbeloa datang mendekat, yang serentak menabrak kaki kanan Nani yang memang sengaja diangkat untuk mengontrol bola. Sial, kaki sang Portugal secara telak mengenai perut sang Spanyol. Tak ada kontak keras, tapi kedua pemain secara spontan jatuh kesakitan.

Para penggawa Madrid kemudian melancarkan protes dan Cakir tanpa pikir panjang langsung memberi kartu merah pada Nani. Stadion serentak bergemuruh memaki keputusan wasit, tapi tak ada yang bisa dilakukan. Man United harus bermain dengan sepuluh orang hingga laga berakhir.

Kejadian itu sedikit mengingatkan kita pada tendangan kungfu Nigel De Jong ke perut Alonso, di final Piala Dunia 2010. Namun kali ini situasinya berbeda, karena maksud dan pandangan sang pelaku, sejatinya sama sekali tak terkait dengan korban.

Los Blancos tanggap dan langsung memaksimalkan keuntungan tersebut. Selepas kartu merah Nani, sejurus kemudian pelatih Madrid, Jose Mourinho, langsung menarik Arbeloa dan memasukkan pemain yang lebih menyerang, Luka Modric. Hasilnya? Instan!

Modric jadi inspirasi perjuangan Madird, lewat gol spektakulernya di menit ke-66, yang menyetarakan kedudukan menjadi 1-1. Hanya berselang tiga menit saja, mantan pujaan Theater of Dream, Ronaldo, kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1, memanfaatan sodoran kencang Gonzalo Higuain. Ironis, karena kedudukan tersebut pada akhirnya bertahan hingga laga usai.

"Adalah sulit untuk menjaga keyakinan Anda, menilik apa yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ini adalah kali ketiga kami tersingkir dari Liga Champions, karena keputusan wasit. Sungguh sulit untuk diterima. Sebelum laga, saya sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi. Saya bahkan mengatakannya pada staf saya, tapi sudahlah. Yang kami dapat adalah kekalahan ini," geram Ferguson seusai laga.

Madrid akhirnya lolos hingga ke babak semi-final, sebelum disingkirkan Bayern Munich melalui babak adu penalti. Sementara bentrok kontroversial ini, merupakan laga terakhir Fergie di Liga Champions karena memutuskan untuk pensiun sebagai pelatih di akhir musim 2012/13.

addCustomPlayer('8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', '', '', 620, 540, 'perf8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', 'eplayer4', {age:1407083239229});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.