Sejarah Hari Ini (6 Agustus): Selamat Ulang Tahun, Robin Van Persie!

Tak terasa, topskor sepanjang masa timnas Belanda yang namanya melambung di tanah Inggris ini sudah menginjak usia 32 tahun. Senja karier di pelupuk mata?

Ulang tahun Robin van Persie kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya Van Persie merayakan ulang tahunnya sambil bersiap diri menghadapi musim baru Liga Primer Inggris, kali ini ia sudah tidak merasakan atmosfer itu lagi. Kepindahannya ke Fenerbahce menghadirkan suasana baru bagi penyerang yang sudah identik dengan sepakbola Inggris ini.

Pertengahan Juli lalu, Van Persie memutuskan untuk meninggalkan gemerlap Liga Primer dan memilih hijrah ke Liga Super Turki, mengikuti jejak kompatriot sebayanya, Dirk Kuyt dan Wesley Sneijder. Ia dikontrak empat tahun oleh Fenerbahce dengan biaya transfer £4,7 juta dari Manchester United.

Keputusan tersebut mengundang pertanyaan mengingat ia dianggap masih mampu bersaing di skuat utama United serta masih memendam ambisi untuk tampil di Euro 2016. Oleh karena itu, bisa dikatakan Van Persie membuat perjudian dengan menerima pinangan Fenerbahce.

Bagaimanapun, nama Van Persie bakal terus melekat di benak pecinta Liga Primer untuk waktu yang laman. Betapa tidak, kariernya selama delapan tahun di Arsenal plus tiga musim di Old Trafford menghadirkan banyak momen manis, pahit, hingga kontroversial. Fakta bahwa Van Persie berstatus sebagai pemain tersubur di Liga Primer sejak musim 2010/11 hingga 2014/15 dengan catatan 96 gol semakin mempertegas statusnya sebagai si anak emas sepakbola Inggris.

Namun, Van Persie mungkin tidak akan setenar sekarang jika ia memutuskan untuk mengikuti jejak orang tuanya sebagai seorang seniman. “Ketika orang tua saya melihat sebuah pohon, mereka melihat sesuatu yang menakjubkan, ada koneksi kreativitas di sana. Sementara saya hanya melihat sebuah pohon saja. Hanya di sepakbola, kreativitas saya benar-benar keluar,” tutur Van Persie yang akhirnya lebih memilih menggeluti dunia si kulit bundar.

Mulai dikenal di Feyenoord dan meledak di Inggris bersama Arsenal dan Manchester United.

SBV Exelcior ia pilih sebagai klub pertamanya di level akademi sebelum bergabung dengan klub tempat ia lahir dan besar, Feyenoord. Di sinilah namanya mulai dikenal dan di musim 2001/02 ia terpilih sebagai KNVB Best Young Talent serta mendapat kontrak profesional. Sayang, sifatnya yang sedikit pemberontak membuatnya kerap berkonflik dengan pelatih Bert van Marwjik sehingga membuatnya angkat kaki dari De Kuip.

Arsenal kemudian meminang Van Persie dengan dana £2,75 juta pada musim panas 2004 dan ia diproyeksikan sebagai suksesor Dennis Bergkamp dan juga sebagai pendamping Thierry Henry. Manajer Arsene Wenger turut mengubah posisinya dari penyerang sayap kiri menjadi penyerang tengah. Kepindahan Henry ke Barcelona di musim panas 2007 semakin menahbiskan Van Persie sebagai ujung tombak utama The Gunners.

Sayang, cedera membuat catatan golnya seret dalam beberapa kesempatan. Memasuki musim 2010/11, kondisi fisiknya membaik seiring gol demi gol mulai rutin tercipta. Di musim itu pula, nomor punggungnya berganti dari 11 menjadi 10. Kepergian Cesc Fabregas ke Barcelona di awal musim 2011/12 membuat Van Persie diplot menjadi kapten Arsenal yang memacunya untuk menjalani musim terbaiknya bersama Arsenal. Total, 30 gol ia lesakkan di musim itu dan menjadikannya sebagai topskor EPL.

Di tengah suka cita pribadi itu, Van Persie merasakan sebuah kehampaan. Arsenal kala itu sudah tujuh tahun lamanya puasa gelar dan Van Persie menginginkan sesuatu lebih. Demi ambisi itu, Van Persie menciptakan sensasi besar di musim panas 2012. Ia rela menanggalkan seragam Arsenal untuk bergabung ke klub rival, Manchester United, dengan banderol transfer sebesar £24 juta. Cita-cita Van Persie akhirnya tercapai.

Membuat keputusan kontroversial dengan meninggalkan Arsenal dan bergabung ke United.

Di musim 2012/13, United terbukti sukses mengamankan gelar liga ke-20 -- sesuai nomor punggung Van Persie --  dan ia menyempurnakannya lewat hat-trick ke gawang Aston Villa dalam laga penentu. Total, Van Persie melesakkan 26 gol dari 38 laga pada musim debutnya di Old Trafford dan sukses membuatnya meraih Sepatu Emas untuk kali kedua secara beruntun. Namun, mimpi indah Van Persie di United perlahan menguap seiring keterkejutannya mengetahui Sir Alex Ferguson pensiun. 

Musim berikutnya, cedera dan ketidakcocokan Van Persie dengan gaya kepelatihan David Moyes membuat catatan golnya merosot tajam menjadi hanya 12 gol di liga. Walau begitu, ia tetap fit untuk membela Belanda di Piala Dunia 2014 dan ia bahkan mampu memimpin Oranje meraih medali perunggu. Gol cantik ala Superman kontra Spanyol di fase grup menjadi highlight performa apik Van Persie di Brasil.

Usai Piala Dunia, karier Van Persie dinilai bakal kembali terangkat setelah United menunjuk Louis van Gaal sebagai juru taktik. Kenyataan berkata lain. Van Persie jeblok di musim lalu, sering dibebat cedera, dan sudah bukan menjadi anak kesayangan Van Gaal. Kegagalan penalti kontra West Bromwich Albion menandai puncak krisisnya di United. Old Trafford ia tinggalkan dan Fenerbahce menjadi pelabuhan berikutnya.

Kini, menginjak usia 32 tahun, Van Persie boleh lepas dari kebisingan para fans Arsenal dan United yang selalu ia dengar selama 11 tahun terakhir. Namun, jika Van Persie lari ke Fenerbahce untuk mencari ketenangan hati, maka ia salah besar, sebab suporter Fenerbahce punya reputasi sama berisiknya dengan suporter Inggris. Di Turki, jangan harap ada banyak selebrasi gol dari Van Persie, namun ia tetap punya kesempatan untuk mempertahankan citranya sebagai penyerang kelas wahid.

Gelukkige verjaardag, Robin!

 

ROBIN VAN PERSIE


Nama lengkap: Robin van Persie

Tempat, tanggal lahir: Rotterdam, 6 Agustus 1983

Koleksi Gelar:

Feyenoord:
Piala UEFA (2001/02)

Arsenal:
Piala FA (2004/05), Community Shield (2004)

Manchester United:
Liga Primer Inggris (2012/13), Community Shield (2013)

Karier pemain:
2001-2004: Feyenoord
2004-2012: Arsenal
2012-2015: Manchester United
2015- ..... : Fenerbahce
 
Karier timnas:

2006- ..... : Belanda
 

78 laga (22 gol)
277 (132)
105 (58)
1 (0)*

98 (49)*

*Hingga 6 Agustus 2015