Sejarah Hari Ini (7 Agustus): Kemenangan Dramatis Di Derby Manchester

Kemenangan super dramatis diukir Manchester United di Community Shield empat tahun lalu saat menghajar balik Si Tetangga Berisik, yang akhirnya di ujung laga tak jadi berisik.

Dramatis. Kata ini paling cocok menggambarkan dahsyatnya pertarungan duo seteru sekota, United dan City, menjelang genderang musim 2011/12 ditabuh di ajang Community Shield.

Terasa spesial mengingat pada musim sebelumnya sepakbola Inggris begitu didominasi duo klub kota Manchester tersebut. The Red Devils yang di edisi 2010/11 mendulang kampiun Liga Primer Inggris, sementara si 'Tetangga Berisik' menggondol Piala FA, gelar yang akhirnya pertama kali mereka rasakan lagi setelah 42 tahun. Tak ayal, derby Manchester tersaji di Community Shield.

Manajer Sir Alex Ferguson, juru taktik United ketika itu, melibatkan rekrutan di musim panasnya seperti David de Gea dan Ashley Young pada laga ini, sementara Phil Jones duduk di bench.

Tiga wajah baru dari kubu The Citizens, Stefan Savic, Gael Clichy dan Sergio Aguero ikut berada dalam skuat yang dibawa pelatih Roberto Mancini untuk pertandingan ini.

Tensi di laga ini membumbung tinggi. Terhitung tujuh kartu kuning harus dikeluarkan wasit Phil Dowd untuk mencatat lima pelanggar dari pihak City dan sisanya United.

Joleon Lescott lebih dulu membuat loyalis Manchester merah bungkam saat laga berjalan 28 menit. Dengan kepiawaiannya berduel udara, dia sukses mengalahkan Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand untuk menyundul bola melewati de Gea. 1-0 untuk City.

Warga City kian bersorak gembira dengan lantang setelah Edin Dzeko menggandakan kedudukan bagi timnya. De Gea, yang terbilang personel baru, sepertinya gugup. Sepakan dari jarak 30 meter pemain Bosnia itu semestinya bisa diantisipasi dengan gampang. Tapi tetap saja, meluncur deras dan membuat papan skor berubah 2-0.

Paruh pertama ditutup dengan kemenangan Manchester biru. Team talk di waktu rehat yang dilakukan Ferguson rupanya memberi dorongan moril yang kuat bagi United. Mereka berubah 180 derajat di 45 menit kedua.

Sebuah kerja sama apik antara Tom Cleverley dan Danny Welbeck diakhiri dengan aksi Chris Smalling, yang menaklukkan Lescott untuk mengarahkan bola langsung mengelabui Hart di menit ke-52.

Di sisa waktu yang ada, bisa dikatakan Wembley Stadium lantas menjadi panggungnya Nani seorang. Hanya butuh waktu enam menit dari gol yang memperkecil ketinggalan United, Nani lalu menyeimbangkan keadaan. Kombinasi aduhai antara Cleverley dan Young di tepi box City mengirim bola pada Nani, yang dengan tenang melesakkan si kulit bundar tanpa mampu dicegah Hart. Publik United larut dalam kegembiraan.

Kepercayaan anak-anak Ferguson terpompa penuh di detik-detik sebelum laga tuntas. Sepertinya 90 menit tidak akan cukup, tapi Nani membuatnya cukup. Tidak ada cerita extra-time. Di detik-detik terakhir waktu tambahan atau tepatnya menit ke-93, sebuah atraksi memukau diperagakan Nani.

Menerima bola jauh dari de Gea, kontrol bola, kecepatan dan intelegensi bersatu padu untuk pertama membuat pusing Vincent Kompany, lalu kedua melewati Hart. Dengan gawang lowong, Nani mencepoloskan bola untuk kemudian membuat United berpesta pora seketika sang pengadil lapangan meniup peluit panjang.

 

Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2015/16
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris

 

 

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.