Sejarah Hari Ini (7 Februari): Giuseppe Baresi, Legenda Terlupakan

Kalah tenar dari kebintangan sang adik membuat kiprah sang kakak sedikit terlupakan. Namun Beppe tetap punya kisahnya sendiri.

Mendengar nama Baresi, seluruh pencinta sepakbola pasti akan tertuju kepada sosok bek yang melegenda dengan seragam merah-hitam dan memiliki nama depan Franco. Ya, Franco Baresi adalah salah satu bek tertangguh dan paling populer di jagat sepakbola Italia. Sampai-sampai, AC Milan rela memensiunkan jersey nomor 6 miliknya berkat kiprah impresifnya.

Ketenaran Franco membuat sang kakak, Giuseppe Baresi, tenggelam di bawah bayang-bayang sang adik. Pada Minggu (7/2) ini, sang kakak memperingati hari kelahirannya. Beppe, panggilan akarabnya, berulang tahun ke-58.

Sama-sama menempati lini belakang, Baresi bersaudara terpaksa 'bermusuhan' di lapangan hijau. Bila Franco menjadi legenda Milan, maka Giuseppe adalah bagian tak terpisahkan dari rival sekota Rossoneri, Internazionale.

Sepanjang kariernya di Inter, Baresi dikenal memiliki karakter pekerja keras. Berposisi sebagai bek sentral atau gelandang bertahan, Baresi bukan hanya menjadi pemimpin di barisan pertahanan Nerazurri, namun tak segan untuk rajin naik membantu serangan bersama para gelandang dan penyerang Inter seperti Lothar Matthaus, Evaristo Beccalossi, hingga Jurgen Klinsmann.

Sejak melakoni debut pada 1977, karier Baresi terus menanjak di bawah bimbingan allenatore Eugenio Bersellin dan berpuncak saat dilatih Giovanni Trapattoni. Total, ia bermain selama 16 musim bersama Inter, sempat menjadi kapten, dan mempersembahkan dua Scudetto dan dua Coppa Italia serta satu Piala UEFA.

Di level timnas, Baresi juga kalah bersinar ketimbang adiknya, namun ia sempat tampil di Piala Dunia 1986 di mana Franco justru absen. Beppe Baresi kemudian menghabiskan karier senjanya di Modena sebelum memutuskan gantung sepatu pada 1994.

Setelah absen selama lebih dari satu dekade, Baresi kembali ke dunia sepakbola. Tujuannya hanya satu: Appiano Gentile, markas Inter. Ia ditunjuk mengepalai akademi Inter sebelum diangkat sebagai asisten pelatih Jose Mourinho. Bersama The Special One, Baresi sukses mengantar Javier Zanetti dkk. meraih treble bersejarah pada musim 2009/10.

Selepas kepergian Mou ke Real Madrid pada 2010, Baresi tetap dipercaya sebagai asisten pelatih hingga era Walter Mazzarri. Namun, petualangannya di Inter berakhir semenjak Roberto Mancini kembali melatih Inter pada November 2014. Mancini balik ke Inter dengan membawa orang-orang pilihannya, sehingga membuat Baresi tersingkir.

Tak berhenti di situ, putrinya, Regina, mengklaim bahwa langkah pemecatan Baresi itu sebagai wujud balas dendam Mancini karena dua anaknya, Filippo dan Andrea Mancini, tak pernah dianggap oleh Baresi semasa ia menjadi kepala tim akademi Inter. “Ayah saya selalu menyendiri di rumah. Saya bisa melihat betapa dia sangat terpukul, tapi dia tak sampai hati untuk mengkritik Inter,” katanya.

Kendati demikian, Baresi langsung meredam segala kontroversi terkait isu tersebut. “Saya tidak dipecat oleh Inter. Perkataan putri saya tentang klub dan Mancini telah salah ditafsirkan. Saya meminta maaf atas apa yang terjadi,” ujar Baresi.

Jasanya bagi Inter memang tidak sedahsyat seperti sang adik -- Franco di Milan -- namun Beppe merupakan sosok legenda yang meski terlupakan tetap memiliki ruang spesial di hati para loyalis Inter. Buon Compleanno, Beppe!

GIUSEPPE BARESI

Nama lengkap: Giuseppe Baresi

Posisi: Bek

Tempat, tanggal lahir: Travagliato, Italia, 7 Februari 1958

 
Koleksi Gelar (Internazionale):



Serie A: 1979/80, 1988/89



Coppa Italia: 1977/78, 1981/82



Supercoppa Italiana: 1989



Piala UEFA: 1990/91
Karier klub:

1976-1992 Internazionale

1992-1994 Modena



Karier timnas:

1991-2002 Italia


392 laga (10 gol)

73 (0)





18 (0)