Sejarah Hari Ini (7 Mei): Steaua Bucharest Bungkam Barcelona Di Final Piala Eropa

Kiper Steaua Bucharest, Helmuth Duckadam, menjadi bintang final Piala Eropa 1986 saat menaklukkan Barcelona melalui babak adu penalti.

Pada 7 Mei 1986, tim asal Rumania, Steaua Bucharest menjadi juara Piala Eropa (sekarang bernama Liga Champions), dengan mengalahkan Barcelona melalui adu penalti 0-0 (2-0), di hadapan 70 ribu penonton di Estadio Ramos Sanchez Pizjuan, Sevilla.

Bintang pertandingan tersebut adalah penjaga gawang Steaua, Helmuth Duckadam, yang kemudian disanjung sebagai Hero of Seville.

Lini belakang klub Rumania itu sangat tangguh sepanjang turnamen, mereka tidak kemasukan lebih dari satu gol dalam laga-laga sebelumnya dan meraih empat clean sheet. Clean sheet terakhir didapat dalam pertandingan krusial leg kedua semi-final melawan Anderlecht.

Tertinggal 1-0 di leg pertama, Steaua akhirnya memastikan tiket ke partai puncak usai melumat klub Belgia tersebut dengan memberondong tiga gol di leg kedua, sehingga agregat menjadi 3-1.

Sementara itu, Barcelona beberapa kali harus bersusah payah, mereka lolos dari babak pertama dan kedua berkat keunggulan gol tandang dan memenangkan pertandingan semi-final melawan Gothenburg melalui adu penalti.

Hero of Seville, Helmuth Duckadam, tidak bisa ditembus Barcelona

120 menit pertama laga final berjalan cukup membosankan, dengan Steaua Bucharest mengorbankan lini depan agar pertahanan mereka terlalu tangguh untuk ditembus oleh Blaugrana. Tetapi semua kesenangan yang tertahan selama itu akhirnya tumpah saat adu penalti digelar.

Empat penalti pertama, dua pemain dari masing-masing tim, berhasil dibaca dengan baik oleh kedua kiper sehingga tidak terjadi gol. Penyerang Steaua Marius Lacatus akhirnya memecah kebuntuan ketika tembakannya melaju kencang ke dalam gawang Barca.

Sementara Duckadam melakukan penyelamatan lagi, kemudian gelandang Steaua Gavril Balint mengecoh kiper Barca Javier Urruticoechea yang bergerak ke arah salah dan membawa klub Rumania unggul 2-0. Harapan Barca kemudian jatuh ke penyerang Marcos Alonso, tetapi lagi-lagi, Duckadam kembali menebak arah bola.

Duckadam menepis empat tendangan penalti yang dilakukan pemain-pemain Barca hingga membawa Steaua meraih Piala Eropa untuk pertama kalinya dan satu-satunya hingga saat ini.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics