Sejarah Hari Ini (9 Juni): Paul Ince Jadi Kapten Kulit Hitam Pertama Inggris

Ketika tembok rasisme telah diruntuhkan, Paul Ince memberikan penegasan dengan menjadi kapten kulit hitam pertama Inggris.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter
Tepat 21 tahun lalu, Paul Ince menjadi kapten kulit hitam pertama di tim nasional Inggris. Tentu ini adalah sebuah perkembangan besar dalam sepakbola Inggris, terutama ketika kita bertutur tentang kemanusiaan. Kala itu, sang gelandang Manchester United itu memimpin tim nasional Inggris melawan Amerika Serikat dalam Piala AS di hadapan 37.462 penonton di Foxboro Stadium, Massachusetts.

Paul Ince

Ince lahir sebagai fan West Ham United. Ia pun menghabiskan karir mudanya bersama The Hammers dan membuka karir profesionalnya dengan debut di sana pada 1984. Ince baru pindah ke Manchester United pada 1989, ketika ia berusia 22 tahun.

Karirnya terus menanjak bersama United dan performa di tim nasional Inggris juga berjalan beriringan. Tak heran, manajer Graham Taylor pun terkesan dengan gelandang flamboyan ini.

Untuk laga melawan Amerika Serikat, sebenarnya David Platt yang menyandang ban kapten namun ia justru mengalami cedera. Tony Adams yang berpengaruh saat itu pun meminta manajer Graham Taylor untuk memberikan ban kapten pada Ince, yang tampil gemilang dalam beberapa tahun terakhir.

Ban kapten pun diberikan pada Ince dan tonggak bersejarah peruntuh diskriminasi runtuh secara masif. Sayang, tonggak tersebut tidak dilengkapi dengan hasil memuaskan bagi Inggris. Mereka kalah 2-0 dari AS saat itu dan Thomas Dooley (42') dan Alexi Lalas (72') adalah pencetak golnya.

Selanjutnya, Paul Ince meninggalkan Manchester United demi Internazionale pada 1995 dan akhirnya bermain bagi Liverpool, Middlesbrough, dan Wolverhampton sebelum jadi pemain-manajer Swindon Town pada 2006 dan Macclesfield Town pada 2007. Ia pensiun bermain pada akhir musim 2006/07 dan memimpin MK Dons selama semusim.

Pada 2008, ia kembali membuat sejarah dengan kepindahan ke Blackburn Rovers, di mana ia jadi manajer kulit hitam pertama di kasta tertinggi Inggris.

Apapun itu, sosok Paul Ince patut diingat. Selain prestasi yang ia torehkan sebagai pemain, tentunya momen-momen yang ia alami, ketika ia kembali menegaskan pada dunia akan pentingnya respect dan fair play dalam sepakbola...terkait dengan rasisme dan hal kurang wajar lain tentunya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics