Sejarah Piala Dunia Antarklub - Bagian II: Andrade, Eusebio, dan Lahirnya Piala Interkontinental

Hampir 50 tahun setelah berlangsungnya Piala Lipton, turnamen baru ini mulai dipertandingkan pada 1960. Saat itu klub sepakbola internasional dipenuhi oleh para pemain bintang.

Real Madrid hiburan utama penonton Piala Interkontinental pertama

Real Madrid sedang berada di puncak kekuatannya ketika Piala Interkontinental pertama kali masuk dalam kalender sepakbola pada 1960. Turnamen baru tersebut mempertemukan klub juara di benua Eropa kontra Amerika Selatan dan berlangsung dalam dua leg.

Turnamen tersebut menjadi ajang unjuk kehebatan bintang Real Madrid saat itu,Ferenc Puskas dan Alfredo Di Stefano, yang merupakan pemenang dalam lima edisi pertama European Cup (kini Liga Champions). Aksi mereka bisa disaksikan lebih dari 100.000 penonton di stadion-stadion yang mampu menampung.

Gelar juara kelima secara beruntun Real Madrid raih usai mengalahkan Eintracht Frankfurt 7-3 di Hampden Park, Glasgow, Mei 1960. Pertandingan tersebut disaksikan oleh 127.621 penonton di Stadion, hingga kini masih menjadi salah satu final European Cup (Liga Champions) dengan penonton terbanyak sepanjang sejarah.



Para pemain bintang Real Madrid (dari kiri ke kanan) Raymond Kopa, Hector Rial, Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas and Francisco Gento pada tahun 1959. Foto: Getty Images.

SIMAK JUGA: Sejarah PD Antarklub Bagian I

Lawan pertama Real Madrid di Piala Interkontinental adalah klub Uruguay yang memiliki peran penting dalam perkembangan sepakbola dunia di awal abad ke-20, Penarol.

Penarol menjadi juara Copa Libertadores pertama. Direktur mereka telah bekerja keras di Amerika Selatan untuk membuat 'world club champion' atau juara dunia klub bisa tercipta.

Setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama yang berlangsung di Montevideo, Real Madrid mampu mencetak tiga gol dalam sembilan menit pertama di Santiago Bernabeu. Puskas mencetak gol pertama dan ketiga Madrid, sementara Di Stefano mencetak gol kedua.

Real Madrid berhasil menang 5-1 untuk memuaskan 100.000 penonton yang hadir dan meraih gelar juara pertama dari turnamen yang dianggap 'resmi' oleh federasi antarbenua tapi tetap dianggap tak lebih dari laga persahabatan oleh FIFA. Asosiasi sepakbola dunia tersebut tidak ikut memberikan dukungan kepada piala dunia antarklub tersebut hingga tahun 2000.

Seorang Pahlawan Nacional Uruguay

Dalam rentang waktu panjang antara pertandingan pertama klub antarnegara, seperti Trofi Lipton di Italia 1909 dan 1911, serta Piala Interkontinental, Uruguay menjadi negara yang paling berjasa menyebarkan kepopuleran sepakbola.

Ketika klub asal Montevideo, Nacional, melakukan tur Eropa pada 1925 mereka bisa menghadirkan total penonton hingga 800.00 orang, kebanyakan dari mereka ingin menyaksikan maestro lini tengah, Jose Leandro Andrade.

Andrade juga merupakan musisi yang menyukai tarian tango dan memiliki serangkaian hubungan dengan para perempuan kaya Eropa. Ia adalah bintang sepakbola dunia pertama yang berkulit hitam. Dia adalah pemain pertama yang bepergian mengelilingi samudera Atlantik pulang pergi, setelah membawa Uruguay berjaya di Olimpiade Paris 1924.

Jika televisi sudah ada di masa Andrade bermain, dia bisa saja menjadi pemain yang lebih terkenal dibanding Pele atau Maradona.

Jose Leandor Andrade (berdiri ketiga dari kanan) bersama tim nasional Uruguay 1930. Foto: Getty Images

Ketika Uruguay kembali lolos ke final Olimpiade pada 1928, lebih dari seperempat juta orang dari seluruh Eropa membeli tiket. Pemain brilian asal Uruguay tersebut kembali meraih kemenangan, dan kemudian mengangkat trofi Piala Dunia dua tahun kemudian. Andrade selalu bermain di tiga tim yang sukses meraih gelar juara tersebut.

Publik suka melihat sepakbola eksotis ala Andrade. Ini adalah kesempatan melihat gaya dan taktik permainan berbeda, yang hadir dari tempat yang sangat jauh dan sulit diakses saat itu.

Nacional bukan satu-satunya klub Amerika Latin yang melakukan tur di Eropa pada 1925. Klub Argentina Boca Juniors, dan klub Brasil Paulistano juga hadir. Boca mengalahkan Real Madrid 1-0 dalam total 19 laga yang mereka mainkan dan saat itu terlihat sebagai duta untuk Argentina.

Mereka mampu memenangkan 15 laga dan kalih satu kali. "Kami telah bermain di Eropa, era baru sepakbola. Kami diakui sebagai guru, bukan hanya pemain," seperti itu deklarasi dari pihak klub.

Di tahun yang sama, Real Madrid memainkan pertandingan di Britania, Prancis, dan Denmark. Mereka kemudian melakukan tur benua Amerika pada musim panas 1927, memainkan 15 laga dan sukses membalas kekalahan atas Boca.

Kompetisi baru

Henri Delaunay, orang Prancis yang membantu Jules Rimet menyelenggarakan Piala Dunia, pertama kali menggagas kejuaraan eropa untuk klub pada 1927. Namun akhirnya baru benar-benar terwujud pada 1955.

Delaunay adalah penggagas Piala Eropa [kejuaraan antarnegara Eropa] yang mulai diselenggarakan pada 1960, trofi yang diperebutkan dalam ajang empat tahunan tersebut pun diberi nama sesuai nama sang penggagas.

Dua kompetisi penting lainnya yang dimulai pada 1960 adalah Copa Libertadores - ajang antarklub Amerika Selatan sebagai respon atas European Cup - dan merupakan bibit awal dari terbentuknya Piala Interkontinental.

Piala Interkontinental terbuka bagi juara Eropa dan Amerika Selatan. Saat itu sepakbola berada dalam tahap perkembangan di semua wilayah, tapi para pemain terbaik dari Afrika tetap mampu ambil bagian.

Eusebio lahir di Mozambik, dan tinggal di benua Afrika hingga berusia 18 tahun. Dia kemudian menjadi rebutan dua klub terbesar Portugal asal kota Lisbon, Sporting dan Benfica.



Eusebio mencetak gol untuk Benfica di Piala Interkontinental 1961 dan 1962 namun gagal meraih gelar juara.

Dia kemudian memilih Benfica dan menjadi pemain terbaik di sana, Eusebio mencatatkan rata-rata lebih dari satu gol per pertandingan sepanjang kariernya. Dia kemudian juga menjadi bintang timnas Portugal, ia tak mendapat kesempatan membela tanah kelahirannya karena Mozambik tidak ikut serta dalam berbagai pertandingan internasional bergengsi.

Pemain asal Mozambik yang juga menjadi bintang Portugal adalah Mario Coluna, ia mencetak satu gol saat Benfica mengalahkan Real Madrid di final European Cup 1961.

Coluna kembali mencetak gol di leg pertama Piala Interkontinental kontra Penarol. Klub Uruguay tersebut kemudian memenangkan laga di kandangnya dengan mudah [menang 5-0], dan kemudian di babak playoff yang menentukan mereka menang 2-1 atas Benfica di laga tersebut, meski kalah Eusebio mencetak gol pertamanya di kompetisi internasional dalam laga tersebut.

Pada 1962 Eusebio kembali mencetak gol begitu pula Pele untuk Santos yang kemudian sukses mengalahkan Benfica. Setelah itu Piala Interkontinental dapat berjalan dengan lancar setiap tahunnya, hingga terjadi peristiwa brutal di turnamen itu memasuki akhir dekade 1960-an.