Sektor Bek Sayap Termakan Usia Jadi Kendala Manchester City

Guardiola tak bisa menerapkan sistem permainannya dengan baik lantaran kurangnya daya agresivitas para bek sayap The Citizens.

Pep Guardiola meratapi kondisi para bek sayap yang mulai termakan usia, disebutnya tak bisa maksimal beradaptasi dengan sistemnya di Manchester City.

Dalam laga Derby Manchester di Liga Primer Inggris, Jumat (28/4) dini hari WIB, The Citizens mendominasi jalannya permainan, namun alur serangan yang monoton membuat mereka harus menyudahi pertandingan tanpa gol.

Guardiola menurunkan Pablo Zabaleta dan Aleksandar Kolarov, yang masing-masing berusia 32 dan 31 di sektor bek sayap, dengan Bacary sagna, 34, serta Gael Clichy, 31, menjadi pelapis keduanya di bangku cadangan.

Sebelumnya manajer asal Spanyol itu mengerahkan deretan bek sayap agresif seperti Dani Alves, David Alaba dan Philipp Lahm saat masih menangani Barcelona dan Bayern Munich. Di City, situasinya berbeda dan sang juru taktik sempat mencoba Jesus Navas untuk mengisi pos bek kanan.

"Saya tak suka untuk bermain menyerang penuh di laga hari ini, saya ingin menyerang dengan cara lain," ujar Guardiola kepada Sky Sports setelah ditahan imbang United.

"Mereka [United] menunggu Anda untuk melakukan kesalahan. Mereka bermain dan punya banyak kualitas, tapi mereka bertahan total dan siap menghukum Anda melalui kedua bek sayap, dan kami tak memiliki bek sayap yang bisa naik dan turun karena mereka berusia 33, 34 tahun, jadi saya harus menemukan cara baru."

"Dalam beberapa pertandingan sebelumnya kami bermain dengan Jesus dan kami banyak menyerang dengan bek sayap, tapi Pablo, Sagna, Kolarov dan Clichy, mereka semua lebih dari 33 tahun dan tak bisa untuk sering naik dan turun. Itulah mengapa saya ingin mereka bermain di posisi lain."