Selamat Ulang Tahun Alfred Riedl

Kejutan untuk Alfred Riedl mewarnai persiapan timnas Indonesia jelang duel kontra Myanmar.

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl merayakan hari ulang tahun ke-67 pada hari ini, 2 November 2016. Sehari sebelumnya, asisten pelatih sekaligus orang kepercayaan Riedl ketika menukangi timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, juga merayakan hari lahirnya.

Kejutan untuk duo Austria itu mewarnai persiapan timnas saat melakukan pemusatan latihan di Karawaci, Tangerang. Di tempat timnas menginap di kawasan Karawaci, kejutan diberikan ofisial timnas kepada Riedl dan Pikal yang menginjak usia ke-49.

Doa kepada dua pelatih yang pernah menukangi timnas pada Piala AFF 2010 dan 2014 itu pun dipanjatkan dari pelatih kiper Gatot Prasetyo hingga pemain timnas Abdul Rachman.

"Selamat ulang tahun untuk coach Alfed Riedl dan Pikal. Dan tentunya semoga saya bersama beliau bisa mengemban tugas negara ini di Piala AFF, dan mudah-mudahan juga membawa berkah di Piala AFF ini. Amin," kata Gatot.

"Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada coach Alfred dan Pikal, semoga sehat dan bisa bawa Indonesia juara Piala AFF 2016. Amin. Beliau merupakan sosok yang disiplin, itu yang selalu mereka tanam dan tekankan," timpal Rachman.

Nama Riedl memang cukup melekat di pencinta sepakbola Tanah Air. Debutnya menukangi timnas terbilang membekaskan kesan manis karena mampu membantu timnas melangkah ke final, meski sayangnya kalah dari Malaysia.

Mantan pelatih timnas Vietnam itu kembali dipercaya menjadi nakhoda Merah-Putih pada Piala AFF 2014. Sayangnya, dengan persiapan minim dan tak maksimal, langkah Indonesia pun terhenti di fase grup.

Pada kesempatan ketiga ini, ada isyarat dan keyakinan tersirat dalam diri Riedl untuk bisa membantu timnas kembali ke babak final. Walau dengan kebijakan pembatasan dua pemain dari tiap klub, namun Riedl berani menyebut tim kali ini lebih meyakinkan dari 2014.

"Tim ini jauh lebih baik dari 2014. Hanya satu masalahnya saat ini, kami hanya bisa pilih dua pemain dari satu klub," beber Riedl, yang berani menyebut bahwa tahun ini seperti mengulang kondisi 2010, di mana ia buta soal Indonesia.