Sembada, Menjaga Nyala Api Sepakbola Nasional

Dengan modal kolektif dan guyub, apparel lokal asal Sleman ini berupaya menumbuhkan industri merchandise lokal sekaligus ingin memulihkan citra klub kesayangannya.

OLEH    SANDY MARIATNA  YUDHA DANUJATMIKA   

Rintik hujan membasahi Yogyakarta pada Kamis (3/3) siang. Cuaca kurang bersahabat itu tetap tidak mencegah seorang bapak dan anak laki-lakinya untuk memarkir sepeda motor tepat di depan Sembada Apparel Store di area Ruko Seturan Plaza, Sleman, Yogyakarta. Di tempat itulah mereka ingin membeli jersey home PSS Sleman. Sayang, sang pramuniaga memberi kabar buruk: stok barang habis.

Ketiadaan dan ketidakjelasan kompetisi sepakbola dalam negeri sama sekali tidak menghalangi pihak-pihak yang mencintai sepakbola secara tulus untuk terus berkarya. Sembada Apparel adalah salah satu dari sekian banyak pihak di negeri ini yang ingin menjaga api sepakbola nasional agar jangan sampai padam.

“Karena loyalitas suporter begitu luar biasa, kami yakin [bisa bertahan]. Dengan tidak adanya kompetisi, kami tetap berjualan di toko ini, namun masih ada aja pembeli yang datang. Untuk biaya operasional, lumayan lah,” kata Dewanto selaku pengelola Sembada.

Didirikan pada medio 2013 oleh komuntas suporter PSS yang tergabung di forum internet Kaskus, Sembada terus berkembang hingga menjadi penyuplai resmi perlengkapan tanding untuk PSS, seperti jersey, kaos polo, jaket, dan lain-lain.

Sempat terjadi perombakan kepengurusan di tubuh Sembada di akhir 2014 selepas PSS diguncang skandal sepakbola gajah. Bahkan, para pemain yang ikut terdampak hukuman kasus tersebut turut serta membantu mengurusi Sembada. “Tentunya kita sekarang lebih kuat, lebih berubah dari yang sebelumnya,” kata Dewanto.

Salah satu sudut di Sembada Apparel Store.

Bukti bahwa Sembada semakin berkembang adalah keberhasilan mereka memproduksi jersey PSS untuk musim 2015 meski kompetisi tidak bergulir. Menariknya, antusiasme publik untuk membeli jersey PSS justru sangat tinggi. Ketika diluncurkan, sebanyak 800 lebih jersey home PSS langsung ludes terjual dalam waktu tiga jam. Antrean panjang hingga meluber ke jalan raya juga terjadi ketika Sembada membuka tokonya di Seturan.

Benno, fans PSS, mengakui dirinya sangat menggemari jersey home tersebut. "Jersey ini menunjukkan gairah kebangkitan PSS dari sepakbola gajah. Elang pertanda semangat bagi semua komponen tim. Sama bagus desainnya. Nyeni banget," katanya.

Hingga kini, permintaan jersey PSS masih tinggi, bahkan dalam beberapa bulan terakhir Sembada sampai kehabisan stok untuk jersey home, sehingga di toko Sembada saat ini hanya tersedia jersey away dan third. “Saat ini per hari bisa terjual 10-20 jersey dari toko ini maupun online. Kalau ada kompetisi, pasti bisa lebih. Kita juga ada halangan di pabriknya,” ungkap Panji, salah seorang pengelola Sembada.

Belakangan, jersey home berwarna hijau dengan watermark elang jawa tersebut berhasil memuncaki 100 Jersey Terbaik 2015/16 versi Goal Indonesia. Pihak Sembada sendiri mengaku sangat terkejut melihat hasil akhir. “Saingannya kan seluruh dunia nih, masa iya kami bisa peringkat satu. Kalau ekspektasi sih masuk 100 besar. Enggak nyangka aja jadi nomor satu,” kata Panji.

Kendati demikian, Sembada belum secara khusus mengembangkan teknologi untuk jersey mereka. Kegiatan produksi mereka juga masih menumpang di sebuah pabrik jersey di Tangerang. Sebagai gantinya, Sembada lebih fokus untuk mengutamakan pemilihan bahan terbaik dan desain yang unik. Dewanto mengakui bahwa desain jersey 2015 ini dibeli-putus dari orang di luar Sembada. “Dia juga suporter PSS,” tuturnya.

Kendala lainnya adalah soal keberadaan jersey palsu yang jamak disebut jersey KW. Meski belum terlalu banyak, Sembada tetap berniat untuk menanggulangi hal ini. “Dari hati nurani juga kasihan, karena mereka [pembuat jersey KW] juga mencari rezeki. Tapi secara profesional ya kami akan komunikasikan bagaimana sebaiknya. Dalam prosesnya, nanti setiap desain akan kami patenkan ke HAKI,” kata Dewanto.

Yang jelas, kendala-kendala semacam itu tidak mengaburkan harapan Sembada dalam merancang masa depan. Optimisme justru terlihat jelas ketika membicarakan prospek bisnis Sembada karena apparel lokal ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tak tanggung-tanggung, Sembada bahkan sudah menyusun rencana untuk menyambut Indonesian Super Championship (ISC) yang bakal diikuti oleh Laskar Elang Jawa, julukan PSS.

“Dari apparel sudah mulai berbenah untuk menyambut kompetisi. Mungkin ada sedikit regenerasi, tapi yang jelas kita akan lebih siap lagi dan meningkatkan kualitas. Kalau dulu bahan produk yang dipilih sudah bagus, akan kami ambil yang lebih bagus lagi,” sambung Dewanto terkait rencana Sembada ke depannya.

Jersey home (atas) dan away (bawah) PSS Sleman musim 2015.

Tak hanya kualitas produk yang ditingkatkan, Sembada juga berencana untuk terus melebarkan sayap. Dalam waktu dekat ini, mereka akan memperluas daerah pemasaran dengan membuka kios baru di beberapa titik strategis di Sleman. Keterlibatan fans juga akan ditingkatkan, terutama jelang kompetisi ISC. Sembada berniat menggelar sayembara desain untuk menentukan lima jersey PSS musim depan. Diakui Panji, potensi bakat dari para fans sangatlah banyak, apalagi kalau melibatkan gambar-menggambar.

Masih terkait prospek, tawaran menggiurkan juga sempat mendatangi mereka di tengah kondisi yang masih berkembang ini. Tepatnya setelah memproduksi jersey tahun lalu, Sembada mendapat tawaran dari klub luar Yogyakarta untuk memproduksi official kit mereka.

Meski begitu, Sembada tak mau terburu-buru dan ingin mempertimbangkan kesiapan lebih dulu. “Saat ini Sembada masih dikhususkan untuk PSS. Akan didiskusikan dulu di dalam Sembada, apakah bisa juga untuk tim lain. Mudah-mudahan bisa,” sambung Dewanto.

Jika tiaada aral melintang, Sembada berniat membangun pabriknya sendiri. Hal ini dilakukan guna menghindari munculnya kendala-kendala yang timbul karena masih menumpang pabrik lain. Memang, rencana ini baru berada dalam tahap awal pengerjaan, tetapi Sembada yang belum genap berumur dua tahun ini bersikeras ingin belajar dan siap bersaing dengan apparel lokal lainnya.

Memang, keruwetan sepakbola Indonesia masih belum menunjukkan titik cerah, tetapi berpangku tangan bukanlah solusi. Sembada tahu benar akan hal itu dan berangkat dari skandal sepakbola gajah, mereka justru berani melompat lebih tinggi. Berkarya adalah kuncinya dan bermimpi adalah pintunya. Bermodalkan semangat itu, Sembada pun memegang teguh filosofi mereka: Saatnya terbang tinggi!

Topics