Semen Padang Belum Pernah Didekati Tim Transisi

Manajemen Kabau Sirah menegaskan, Semen Padang hanya mengikuti liga resmi, dan tak pernah didekati tim transisi.

Manajemen Semen Padang menyatakan, hingga saat ini mereka belum pernah didekati, atau mendapat undangan dari tim transisi bentukan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) untuk mengikuti turnamen Piala Presiden yang disebut-sebut mulai digelar 2 Agustus.

Sebelumnya, koordinator pokja komunikasi tim transisi Zuhairi Misrawi mengklaim sudah ada sepuluh klub Indonesia Super League (ISL) yang bersedia ikut turnamen Piala Presiden. Kendati demikian, Zuhairi enggan menyebutkan klub-klub yang sudah menyatakan kesediaannya.

Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Daconi menegaskan, sejauh ini belum ada komunikasi, apalagi yang sifatnya undangan resmi dari tim transisi. Karena itu, Semen Padang belum bisa memastikan ikut turnamen tersebut.

“Kami belum menerima undangan resminya dalam bentuk apapun. Kalau pun nanti diundang, tentu kami tak akan langsung memutuskan ikut, kami akan pelajari dulu, dan melapor dulu ke pemegang saham,” jelas Daconi.

Pria yang juga menjabat kepala Departemen Indarung IV PT Semen Padang itu menambahkan, semua pemain sudah diliburkan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, sejumlah pemain telah diputus kontrak, disamping ada juga yang sifatnya penghentian kontrak sementara.

“Jadi intinya begini, jika nanti ada kompetisi liga yang legal dan resmi, pasti kami akan ambil bagian. Tapi kalau prakompetisi atau turnamen, kami tentunya harus mempertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk ikut,” ucap Daconi.

Sementara itu, direktur teknik PT KSSP Asdian yang dihubungi terpisah justru mengaku belum tahu menahu tentang Piala Presiden ciptaan tim transisi. Mantan manajer Kabau Sirah itu justru balik bertanya ketika disebutkan sepuluh klub ISL sudah menyatakan ikut.

“Jika memang ada klub-klub ISL yang ambil bagian di Piala Presiden, tim apa saja?” tanya Asdian lewat pesan singkatnya. (gk-33)

Topics