Semen Padang Tunggu Rekomendasi Menpora

Manajemen Kabau Sirah menginginkan adanya kepastian hitam di atas putih sebelum mengumpulkan pemain.

Kendati komite eksekutif (Exco) PSSI telah memutuskan Indonesia Super League (ISL) musim baru dimulai pekan ketiga Oktober 2015, manajemen Semen Padang memilih menunggu rekomendasi menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, dan perizinan dari kepolisian.

Menpora telah membekukan PSSI pada pertengahan April, sehingga semua kegiatan yang berhubungan dengan induk organisasi sepakbola nasional itu, termasuk kompetisi, tidak bisa berjalan.

Kendati pembekuan itu sudah dimentahkan di pengadilan tata usaha negara (PTUN), Menpora tidak mencabut surat keputusannya, dan memilih mengajukan banding. Akibatnya, persepakbolaan nasional masih tidak ada kepastian.

Kendati PT Liga Indonesia sudah menyurati klub ISL calon peserta, manajemen tidak mau tergesa-gesa menyikapinya. Bagi Semen Padang, terpenting adalah kepastian liga bergulir. Semen Padang pun sudah menyiapkan agenda memanggil pemain pada bulan ini.

“PT Liga dalam suratnya yang kita terima memang merencanakan akan memulai kompetisi ISL musim 2015-2016 pada Oktober, lalu akan melakukan pertemuan dengan klub calon peserta pada 12 Agustus, jadi klop dengan jadwal rencana kita memanggil 21 pemain itu,” ujar Sekretaris PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Yulisran B Putra. 

“Kita tentu akan memastikan dulu apakah jadwal yang akan dibikin PT Liga itu sudah ada hitam di atas putihnya? Artinya, sudah ada kesepakatan semua unsur yang terlibat dalam kompetisi itu, seperti PSSI dan Menpora, atau izin dari kepolisian. Ini sesuai arahan Dirut PT KSSP dan pemegang saham SPFC, karena hanya akan ikut kompetisi yang diakui dari PSSI, atau AFC.”

Ditambahkannya, jika dalam pertemuan PT Liga dan ISL nanti bisa dihasilkan kesepakatan hitam di atas putih tentang kepastian liga, maka Semen Padang pun tak akan ragu untuk memanggil 21 pemain. 

Sementara itu, asisten pelatih Semen Padang Delfi Adri yang dihubungi terpisah menyambut baik rencana manajemen memanggil kembali 21 pemain. Dia berharap kompetisi benar-benar positif digelar bulan Oktober. 

“Tentu ini hal yang menggembirakan, karena pemain memang sudah terlalu lama menunggu dipanggil lagi oleh manajemen. Pemain juga sangat butuh kepastian kompetisi,” ujar mantan striker Semen Padang era 1990-an itu. (gk-33)

Topics