Sentuhan Emas Mesut Ozil, Berlanjutkah Di Paruh Kedua Musim?

16 laga, 15 assist dan dua gol, Mesut Ozil di tengah musim terbaiknya bagi Arsenal. Akankah kegemilangan ini berlanjut di paruh musim nanti demi menyudahi kemarau gelar tim?

Tak ada kegundahan, tak ada kegalauan. Arsenal menutup hari menjelang Boxing Day dengan raihan manis: memukul Manchester City 2-1. Publik Emirates kini tengah bersorak suka cita meyambut malam Natal. Kepercayaan diri Gooners melirik trofi Liga Primer Inggris, yang sudah 12 tahun lamanya tak pernah mereka cicipi, membumbung tinggi.

Namun sorotan spesifik media-media Inggris mengarah pada sosok playmaker jawara Piala Dunia 2014, Mesut Ozil. Sekali lagi, eks pentolan Real Madrid ini mempertontonkan sentuhan emasnya saat Arsenal bentrok dengan The Citizens. Dua assist-nya, memudahkan Theo Walcott dan Olivier Giroud menceplos gawang yang dikawal Joe Hart sebelum gol telat Yaya Toure memperkecil ketinggalan sang lawan.

Donasi dua operan matang pemain keturunan Turki ini semakin mempertegas statusnya sebagai raja umpan di Inggris bahkan Eropa dengan kini dia mengoleksi 15 assist, atau secara keseluruhan dia berandil tak kurang dalam 17 gol Arsenal [15 assist dan dua gol] dalam 16 laga terakhir. Catatan yang sensasional. Dari laga ke laga, Ozil tak pernah berhenti menciptakan kreasi-kreasi matang lewat umpan kuncinya yang membuka ruang lebar-lebar bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.

Saat ini, para rival klub London Utara barangkali gengsi mengakui superioritas sang playmaker. Namun, serangkaian apresiasi tinggi untuk Ozil justru datang dari para legenda seteru-seteru Arsenal.

Jamie Redknapp misalnya. Legenda Liverpool ini menyanjung tinggi karya Ozil untuk Arsenal. "Benar-benar elegan. Mesut Ozil terlihat seperti sosok yang bisa membawa Arsenal juara. Anak Jerman ini jadi pemain yang paling nikmat untuk ditonton saat ini," nilainya.

Sangat kentara, periode 2015/16 adalah musim terbaik Ozil. Sang pemain tak pernah mendistribusi assist yang sedemikian tinggi dalam satu musim penuh Liga Primer. Simak catatan statistik dia dalam dua musim ke belakang.

Kala Ozil memecahkan rekor transfer Arsenal dari Real Madrid dua musim silam dengan nilai £42,5 juta, eks pilar Werder Bremen ini 'hanya' mengakhiri kampanye liga 2013/14 dengan sepuluh assist dan lima gol dalam 26 pertandingan yang dilakoninya.

Semusim berselang, statistik Ozil menurun drastis. Amat kontras untuk pemain sekakap dia. Malah, musim lalu bisa dikatakan masa terburuk dalam kariernya di Arsenal. Betapa tidak, total kontribusi yang diberikannya bagi klub London Utara dalam 23 pertandingan 'cuma' enam assist dan empat gol. Banjir kritik pun sontak tak terelekkan menenggelamkan dirinya.

Perhatikan, di dua edisi liga sebelumnya itu, ada rekam medis di sana, yakni masing-masing musim dilalui Ozil dengan cedera ligamen lutut dan hamstring. Cedera pada musim debutnya di Arsenal didapatkannya medio Maret hingga pertengahan April, sementara di musim kedua dia dirundung permasalahan ini pada Oktober-Desember. Bandingkan dengan Ozil hari ini, di mana dia benar-benar terbebas dari cedera. Hal ini, dalam pandangan legenda besar Arsenal Theirry Henry, bisa menjadi modal vital bagi klub kesayangannya itu untuk menyudahi puasa gelar mereka yang sudah lebih dari sedekade.

“Dia [Ozil] akhirnya mulai bermain konsisten. Kami semua tahu kualitasnya; dia juara Piala Dunia; sentuhannya luar biasa hebat; dia punya visi; dia berbagi semuanya,” puji Henry kepada Ozil.

“Satu-satunya hal yang dapat Anda katakan, dengan segala kejujuran, sebelumnya dia tampil inkonsisten. Sekarang, dia tampil baik di setiap laga, dan Anda harus memberi kredit untuknya."

Kebugaran. Aspek ini menjadi kunci penting dalam menjaga penampilan terbaiknya pada musim ini. Dua musim berkarier di EPL benar-benar menempanya untuk belajar dengan hiruk-pikuk sepakbola Inggris yang para pemainnya dituntut untuk selalu dalam kondisi fisik yang prima.

"Perubahan terbesar terjadi ketika saya cedera tahun lalu dan saya mengubah diet saya dan mulai memerhatikan hal paling kecil dalam hidup saya. Misalnya, saya memulai menjalankan fisioterapi di hari libur dan memastikan saya tidur nyenyak," ungkap Ozil.

Program ini dirancang yang bersangkutan untuk mengubah pola hidupnya. Manajer Arsene Wenger meyakini betul, jika hal tersebut terus dipertahankannya, peluang Arsenal juara dengan mengandalkan dirinya amat besar.

"Dia telah meningkatkan atribut fisiknya. Ada komitmen di sana. Anda bisa lihat hasratnya dalam memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, Anda memerlukan seorang pemain yang memberi bola kepada pemain yang mencetak banyak gol. Di tim kami, kesempatan yang demikian banyak dilakukan Ozil, pemain yang bisa membuat Anda menang dan itulah dia," sanjung The Proffesor.

Faktor lain yang membantu Ozil melambung pada edisi kali ini adalah kemampuannya menerjemahkan setiap kritik dan tekanan media berupa jawaban konkret di lapangan. Sikapnya bijaksana, sehingga dia merasa tak pernah terpinggirkan dari Liga Primer ketika badai celaan datang.

Bagi Ozil, musim 2015/16 adalah kesempatan baginya untuk menebus dosa atas penampilan memblenya sejak datang ke London, apalagi dia bergabung dengan status pemain termahal klub.

Ozil telah membantu menutupi terjangan cedera yang melanda pemain-pemain kunci Arsenal. Dia juga menutup kemungkinan buruk tersingkirnya tim dari Liga Champions saat menang dramatis atas Olympiakos di fase grup, serta mengantar The Gunners menjaga nafas juara dengan menempel ketat pemuncak klasemen nan penuh sensasi, Leicester City.

Peningkatan performa Ozil ini tidak hanya menguntungkan yang besangkutan. Tapi sekaligus bisa menjadi "tameng" bagi Wenger atas keputusannya menghabiskan mahar besar senilai £40 juta pada bintang berusia 27 tahun tersebut. Seperti diketahui, pria Prancis itu sempat dihujat habis-habisan oleh fans karena kebijakannya yang enggan berbelanja pemain bintang di tengah penjualan nama-nama vital macam Cesc Fabregas, Samir Nasri, Gael Clichy, Bacary Sagna dan Robin van Persie dalam beberapa tahun terakhir sebelum Ozil akhirnya merapat ke Emirates. Namun sejak pemain yang disebut terakhir pun datang, sejatinya kritik tak serta merta mereda seiring dengan performanya yang angin-anginan. Meski begitu, kini Wenger bisa melihat potensi maksimal Ozil.

Bila Ozil bisa mempertahankan konsistensi performanya seperti ini, tak ada alasan bagi Arsenal tidak bisa keluar sebagai kampiun EPL. Pemain kelahiran Gelsenkirchen ini juga hampir menggenggam rekor 20 asssit sang legenda Henry dalam semusim. Jika rekor tersebut bisa dipecahkan sebelum musim berakhir, tanda-tanda Arsenal juara semakin kuat.

Melihat perubahan gaya hidup Ozil yang berimbas pada level kebugarannya berikut kepercayaan dirinya yang sedang menjulang tinggi jelang paruh kedua musim, peluang sang pemain meningkat di 21 laga sisa amat besar. Seberapa mampu Ozil tetap cemerlang selepas tahun baru? Pertanyaan ini tetap akan menjadi misteri mengingat paruh kedua edisi 2014/15 - yang dianggap sebagai musim terburuknya - sempat dijalani Ozil dengan hambatan cedera hamstring. Jadi, kali ini bisa konsisten, Ozil?