"Seperti Nonton Anak-Anak Bermain!" – Jamie Carragher & Rio Ferdinand Kecam Liverpool

Duo mantan bek Liga Primer ini tidak habis pikir dengan kecerobohan lini belakang Liverpool di markas Sevilla.

Jamie Carragher dan Rio Ferdinand kompak mengecam performa Liverpool yang menyia-nyiakan keunggulan tiga gol saat melawan Sevilla di Liga Champions, Rabu (22/11) dini hari WIB.

Bertandang di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Liverpool sepertinya akan meraih kemenangan mudah ketika brace Roberto Firmino yang diselingi gol Sadio Mane membawa mereka unggul 3-0 di babak pertama. Akan tetapi, The Reds kolaps di babak kedua setelah Sevilla bangkit lewat sepasang gol Wissam Ben Yedder dan gol injury time Guido Pizarro guna memaksa hasil seri nan dramatis 3-3.

Alberto Moreno menjadi sorotan dalam laga melawan eks klubnya ini, karena ia menjadi penyebab Liverpool dihukum penalti dan tendangan bebas yang berujung pada gol-gol balasan dari tuan rumah. Carragher dan Ferdinand pun sepakat bahwa pertahanan anak asuh Jurgen Klopp memang amat mengecewakan.

“Ketika melihat babak kedua, saya mengumpat berkali-kali. Saya tidak menyangka lini belakang Liverpol bisa seburuk ini. Saya memang tidak berharap Liverpool clean sheet di laga ini. Tetapi ketika mereka unggul 3-0, lalu melihat cara mereka kebobolan, rasanya seperti menonton anak-anak bermain sepakbola,” kata Carragher kepada Viasport.

“Liverpool awalnya mampu membungkam stadion Sevilla di babak pertama. Di babak kedua, Liverpool membuat pelanggaran bodoh yang menghasilkan gol dari tendangan bebas dan itu membuat fans di stadion bergelora, mengangkat semangat para pemain Sevilla."

"Satu lagi pelanggaran bodoh adalah yang dilakukan Moreno di kotak penalti. Sungguh tidak bisa dipercaya hal itu terjadi di level Liga Champions,” kecam eks bek sentral Liverpool ini.

Sevilla vs Liverpool

Sementara itu, Ferdinand menyebut bahwa seluruh gol balasan yang dibuat Sevilla seharusnya bisa dihindari andaikata Liverpool tidak melakukan kecerobohan individu.

“Penalti disebabkan karena Moreno, tendangan bebas juga karena Moreno, lalu sundulan [Ragnar] Klavan [yang menyebabkan gol ketiga],” kata mantan bek Manchester United itu kepada BT Sport.

“Ini adalah saat-saat krusial bagi Liverpool. Mereka menyerang dengan sangat baik, tetapi tim terbaik adalah tim yang mampu memiliki keseimbangan bermain. Dan saat ini, Liverpool seperti sebuah tim yang tidak tahu caranya bertahan,” ujarnya.

Kendati meraih hasil mengecewakan di Sevilla, Liverpool masih bisa keluar sebagai pemuncak Grup E jika mereka mampu mengalahkan Spartak Moskwa di Anfield dalam matchday pamungkas pada 6 Desember mendatang.