Sepp Blatter Lelah Dituduh Jadi Kambing Hitam

“Apakah saya juga disalahkan terkait perubahan iklim dunia?” tutur Blatter yang bersikap sarkastis setelah banyak orang mengambinghitamkan dirinya terkait isu korupsi di FIFA.

Presiden FIFA Sepp Blatter merasa lelah setelah selalu disalahkan dan dikambinghitamkan terkait skandal korupsi yang melanda tubuh badan sepakbola tertinggi dunia itu.

Bulan lalu, Blatter memilih mundur dari jabatannya menyusul kasus penangkapan 14 petinggi FIFA yang terindikasi korupsi di tahun 1991. Otoritas Swiss saat ini juga menyelediki proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2002.

Blatter sendiri lolos dari segala tuduhan terkait skandal yang menjangkiti organisasi yang dipimpinnya itu, namun ia juga tidak bisa menghindari kritik yang tertuju kepadanya. Dengan nada sarkastis, ia menyayangkan sikap banyak pihak yang selalu menyalahkan dirinya.

“Saya bukan hanya melihat semuanya, tetapi saya juga bertanggung jawab atas semuanya, bahkan termasuk gol bunuh diri yang dicetak Inggris di Piala Dunia Wanita baru-baru ini. Apakah saya juga disalahkan terkait perubahan iklim dunia?” ujar Blatter seperti dikutip Reuters, Kamis (9/7).

“Mustahil untuk menghapus sepenuhnya kasus perampokan dan pembunuhan di masyarakat, termasuk jika sistem hukum sudah benar. Sepakbola juga tidak lebih baik ketimbang masyarakat.”

“Namun rasa iri ini [terhadap saya] semakin memburuk selama bertahun-tahun. Iri sama artinya dengan cemburu. Dan cemburu berakar pada cinta. Ini bisa menimbulkan kebencian. Itulah yang terjadi ketika ‘tsunami’ ini menghantam saya, dua hari sebelum kongres,” jelasnya.

 

Topics