Sesal Jacksen Tiago Karena Tim Indonesia Tak Punya Akademi

Menurut Jacksen, banyak bakat Indonesia yang mubazir karena tak dibina oleh akademi.

Jacksen F Tiago mengisi kegiatannya di kala vakum melatih Barito Putera dengan menengok Pelatihan UC Bola Remaja, yang menyertakan 13 anak Tulehu, Maluku. Alghy Faris Nahumarury akhirnya terpilih sebagai yang terbaik.

Sebagai hadiah, Alghy bakal mengikuti pelatihan di Chelsea Soccer School, Ciputat, selama tiga bulan. Pada acara tersebut, tersempil sesal dari Jacksen karena tidak adanya klub di Indonesia yang memiliki akademi yang layak.

"Sayang sekali klub-klub di Indonesia tidak memiliki akademi. Seandainya ada akademi, mungkin ada dua atau tiga pemain ini yang saya ambil ke Barito Putera," kata mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

UC Bola Remaja

"Indonesia adanya bukan klub sepakbola, melainkan persatuan sepakbola. Kalau klub, pastinya memiliki akademi dari usia dini sampai usia senior. Meskipun mereka memiliki potensi, saya tidak bisa membawa kemana-mana. Namun, saya akan terus memantau mereka," imbuhnya.

Sementara itu, Damon Xi selaku direktur dari UC menjelaskan bagaimana Alghy bisa terpilih dan akhirnya berhak mendapat beasiswa singkat di Chelsea Soccer School. Event ini turut mendapat perhatian dari Bambang Pamungkas eks timnas Indonesia dan Rifad Marasabessy timnas U-19.

"Pertama kami mengadakan Liga Remaja di Tulehu dengan diikuti 18 klub. Dari situ dipilih 18 pemain untuk ke Jakarta menempuh latihan selama tiga hari, di bawah asuhan Jacksen, Bepe dan Rifad. Selama masa pelatihan dilakukan, akhirnya ditentukan satu orang pemenang melalui voting," urai Damon.

"Semoga yang terlibat dengan event ini bisa memudahkan dan membuka jalan sukses bagi anak Tulehu untuk mencapai mimpinya menjadi pesepakbola andal," harap Jacksen menimpali.