Shandong Luneng Tentukan Nasib Sergio Van Dijk

Van Dijk belum terlalu memikirkan kelanjutan nasibnya bersama Adelaide United, dan fokus menghadapi Shandong Luneng.

Nasib striker naturalisasi Indonesia Sergio van Dijk bersama Adelaide United akan ditentukan usai pertandingan play-off Liga Champions Asia (LCA) 2016 melawan Shandong Luneng di Stadion Hindmarsh, Selasa (9/2) sore WIB.

Van Dijk tidak bisa tampil bersama Adelaide United di Liga Utama Australia (A-League), karena terbentur sejumlah regulasi. Praktis kiprah pemain kelahiran Belanda ini hanya di ajang LCA.

Di lain sisi, play-off LCA hanya menggelar satu laga. Jika Adelaide United tersingkir, kiprah Van Dijk bersama klub Australia itu pun berakhir. Namun Van Dijk enggan memikirkan hal itu, dan tetap fokus menghadapi duel kontra Shandong Luneng.

“Saya sudah menyadari itu sebelumnya, tapi saya melihat dari sisi positif. Kalau tidak, saya tidak mungkin berada di sini, dan kemungkinan liburan ke Eropa,” tegas pemain berusia 33 tahun tersebut dikutip laman Adelaide Now.

“Tapi liburan selama satu bulan tidak membuat orang selalu berada dalam kondisi bagus. Di usia seperti saya, saya berusaha menjaga kebugaran, berlatih dengan teman-teman, dan terus mencari [klub baru], atau tetap di sini.”

“Saya hanya memikirkan pertandingan nanti, dan apa yang terjadi setelah ini, saya tidak tahu. Saya tidak tahu bagaimana prospek saya bersama klub. Tapi setelah ini, saya akan terus mencari klub.”

Van Dijk menegaskan, ia tetap akan melanjutkan karier sepakbola di kawasan Asia. Ia pun tidak menampik jika Adelaide United menyodorkan penawaran menarik untuk musim berikutnya.

“Sejak awal saya ingin bermain di Asia, dan itu tetap berlanjut. Jika Adelaide mempunyai tawaran menarik, kami siap mendengarkan, dan membicarakannya,” ucap Van Dijk.

“Saya mempunyai momen bagus di sini, baik di dalam maupun luar lapangan. Saya menikmati kehidupan di Adelaide. Saya mempunyai kenangan bagus, sedangkan yang buruk sudah saya lupakan.”