Sindrom Popularitas Jadi Momok Sepakbola Myanmar

Hanya ada delapan pemain dari skuat Piala Dunia U-20 yang mampu konsisten bermain di level senior.

Perkembangan sepakbola Myanmar selama beberapa tahun terakhir khususnya di level usia muda patut mendapat perhatian. Tahun ini, dua tim mereka, U-16 dan U-19 mampu menembus jajaran empat besar Asia Tenggara.

Jika menengok tiga tahun ke belakang, kesuksesan luar biasa mereka raih ketika mampu menembus putaran final Piala Dunia U-20. Sebagai debutan, perjalanan mereka di Selandia Baru hanya sampai di fase grup, tapi pencepaian mereka tergolong langka untuk ukuran negara berkembang.

Kepada Goal Indonesia, pelatih Myanmar U-16, Nyi Nyi Litt menjelaskan bahwa pengembangan sepakbola usia dini memang menjadi fokus federasi negaranya (MFF) dan bahkan sudah punya cetak biru untuk hal tersebut.

"Soal pengembangan usia muda Myanmar, kami punya rencana untuk melakukannya dari akar rumput dan untuk itu federasi sudah membangun tiga akademi sepakbola. Kami ada rencana jangka panjang soal ini," ujar pelatih yang membawa Myanmar lolos hingga semi-final Piala AFF U-16 tahun ini.

Hanya saja, ada kendala besar yang harus di hadapi Myanmar dalam proses pengembangan kualitas individu para pemain. Kedisiplinan menjadi sorotan utama, karena tidak semua pemain bisa fokus mengembangkan diri sebagai calon pesepakbola profesional.

Nyi Nyi Latt - Pelatih Myanmar

"Saya merupakan asisten pelatih tim yang berlaga di Piala Dunia U-20, kebanyakan masalah pemain muda kami ada pada kedisiplinnan. Hanya ada delapan pemain dari tim Piala Dunia yang bisa konsisten hingga level senior dan yang lainnya tak bisa seperti itu," lanjut Nyi Nyi Latt.

"Kedisiplinan menjadi masalah serius, banyak pemain yang suka pergi ke klub malam, minum bir. Ini seharusnya tidak dilakukan mereka, karena pada dasarnya mereka harus tetap fokus berlatih sebagai pesepakbola."

"Tapi kami harus terus fokus untuk mengembangkan sepakbola usia muda, karena negara lainnya seperti Vietnam dan Indonesia juga melakukan langkah yang sama. Sekarang perbedaannya tipis sekali di antara semua negara karena sama-sama bekerja keras."

Faktor eksternal juga turut menambah permasalahan yang ada. Menjadi pesepakbola profesional masih belum dipandang sebagai pekerjaan yang menjanjikan dan cukup mempengaruhi pandangan orang tua untuk menjauhkan anak-anak mereka dari dunia lapangan hijau.

"Kami punya liga nasional untuk kelompok umur, ada U-16, U-18, U-20 dan U-21, tapi khusus dua usia terbawah tantangannya cukup sulit karena mereka juga harus fokus belajar di sekolah," lanjut sang juru taktik.

Fasilitas latihan asosiasi sepakbola Myanmar

"Masalahnya, orang tua mereka terjadang tidak ingin mengirim anak-anak mereka untuk bermain sepakbola. Jadi sulit untuk mengembangkan mereka karena fokus yang harus terbagi karena adanya keinginan pribadi dari masing-masing orang tua."

Nyi Nyi Latt lantas berharap agar federasi Myanmar tetap berkomitmen untuk mengembangkan talenta-talenta muda agar kelak dapat meningkatkan prestasi level senior. Myanmar belum pernah sekali pun menjadi juara Piala AFF meski mereka dianggap sebagai raksasa tidur karena pernah menjadi runner-up Piala Asia 1968.

"Masyarakat Myanmar sangat cinta sepakbola, tapi masalahnya sekarang ada di level senior karena belakangan mereka kerap kalah dan juga mengganti pelatih," lanjutnya. "Tinggal mencari solusi untuk masalah kami [sindrom popularitas pemain muda] yang sebenarnya juga terjadi di negara-negara lainnya."

Salah satu pesepakbola muda Myanmar yang saat ini cukup sukses berkiprah di mancanegara adalah Aung Thu. Striker berusia 22 tahun yang pernah menjadi pemain muda terbaik AFF pada 2015 lalu kini bermain untuk Police Tero FC di Thai League T1 yang merupakan kasta tertinggi Thailand.

 

 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Tanpa Bertanding, Indonesia U-16 Jadi Juara Grup
2. Everton Sepakati Transfer Yerry Mina
3. Jose Mourinho: Manchester United Harus Belanja Lagi
4. RESMI: Paolo Maldini Kembali Ke AC Milan
5. Marcus Rashford & Pemilik Nomor 10 Manchester United
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Banner Lipuran Asian Games 2018

Topics
, Myanmar,