Soal Hak Paten Logo, Persis Solo Layangkan Keberatan

Sementara Paulus mengklarifikasi tudingan pematenan logo Persis atas nama pribadi.

Manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) telah melayangkan surat keberatan ke kementerian hukum dan HAM terkait pengesahan hak paten logo klub pada 13 Maret lalu yang diajukan Paulus Haryato.

CEO Persis Michael Bimo Putranto mengatakan, ia telah menemui Paulus untuk menjalin komunikasi. Dalam pertemuan ini, Paulus mengatakan pengajuan hak tersebut atas nama klub, bukan pribadi.

“Persoalan ini tidak bisa kami biarkan, karena sudah diklaim atas nama individu. Kami lakukan perlawanan dengan gugatan kepada yang bersangkutan. Apa pun itu bentuk logo Persis, secara resmi atau tidak, yang muaranya adalah logo Persis Solo, kami keberatan atas klaim tersebut,” tegas Bimo kepada Goal Indonesia.

Bimo menambahkan, logo Persis merupakan milik warga Solo pecinta tim Laskar Sambernyawa sejak pertama kali berdiri pada 1923. Menurutnya, seorang individu tidak memiliki hak untuk mengklaim logo itu untuk kepentingan pribadi, bahkan sampai mematenkannya.

“Sekarang saatnya melaksanakan, dan melakukan gerakan nyata untuk mendukung progam Presiden Joko Widodo, yaitu Revolusi Mental. Dalam hal ini, menata dan membangun karakter sepakbola yang jujur dan mapan. Itu logo milik warga dan pecinta Persis,” ucap Bimo.

Di lain sisi, Paulus mengklarifikasi yang menyebutkan dirinya mematenkan logo atas nama pribadi. Apalagi masalah ini memunculkan rumor yang menyebutkan dualisme di tubuh Persis.

Selain yang dikelola PT PSS, ada satu klub lagi bernama hampir sama, yakni Persis Muda. Paulus menyatakan, Persis di bawah naungan PT PSS berbeda dengan Persis Muda yang tampil di Liga 3.

“Logonya ada pembeda. Namanya kan juga beda. Jadi saya luruskan, hak paten itu yang mengajukan klub Persis Solo. Karena ketuanya saya, akhirnya yang tertera di website Kemenkumham disebut Paulus,” jelasnya dikutip laman Sambernyawa.