Soal Indonesia Super Competition 2016, Joko Driyono Enggan Berspekulasi

Kepastian pergeseran jadwal ISC 2016 bergantung kepada pertemuan klub ISL dan Divisi Utama akhir Februari.

CEO PT Gelora Trisula Semesta Joko Driyono enggan berspekulasi mengenai kemungkinan diundurnya turnamen jangka panjang Indonesia Super Competition (ISC) 2016 akibat ada perubahan jadwal sejumlah event.

ISC 2016 awalnya direncanakan bergulir April mendatang. Turnamen yang mengadopsi sistem liga itu akan diikuti klub Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama.

Namun agenda itu terancam digeser setelah turnamen Piala Bhayangkara kemungkinan mengalami perubahan. Jika terpaksa diundur, Piala Bhayangkara akan digelar pada pertengahan April.

Kemungkinan perubahan itu muncul setelah Joko bersama panitia pelaksana (panpel) Piala Bhayangkara dari jajaran Polri melakukan pertemuan dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Tim Transisi kemarin.

Joko enggan berspekulasi mengenai kemungkinan diundurnya ISC 2016 imbas dari pergeseran Piala Bhayangkara. Sebab, mereka masih fokus memenuhi persyaratan dan administrasi yang diminta Tim Transisi untuk Piala Bhayangkara. Lembaga nonstruktural bentukan kementerian pemuda dan olahraga ini memberikan batas waktu hingga 24 April.

“Untuk sekarang, kami di Piala Bhayangkara dulu, dan kejar-kejaran untuk melengkapi persyaratan, seperti invitasi kepada klub, konfirmasi, dan semuanya,” tegas Joko.

“Saya tidak mau berspekulasi ISC bakal mundur atau tidak. Tanggal 26 [Februari] nanti kami ingin menggelar rapat dengan klub. Yang datang 18 klub ISL dan 59 klub Divisi Utama.”