Soal Kekalahan Timnas Indonesia, Edy Rahmayadi: Sepakbola Tak Bisa Instan

Myanmar memberi pelajaran bagi timnas U-22 proyeksi SEA Games dengan skor 3-1.

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi menerima kekalahan tim nasional Indonesia dari Myanmar dengan lapang dada. Menurutnya, butuh proses untuk timnas U-22 yang diproyeksikan untuk SEA Games 2017 itu untuk menjadi sesuai harapan.

Laga tersebut memang jadi debut pelatih Luis Milla Aspas dan sebagian pemain berseragam timnas. Para pemain menerima arahan pelatih Milla kurang lebih selama satu bulan termasuk tiga tahap seleksi yang digelar di Karawaci, Tangerang.

"Sepakbola itu tidak bisa instan, timnas ini juga dibangung butuh proses. Secara individu pemain bermain bagus," ungkap Edy kepada awak media di Stadion Pakansari.

"Yang jelas, pertandingan ini pasti akan ada evaluasi yang bakal dilakukan oleh pelatih," sambung pria yang juga Pangkostrad tersebut.

Timnas U-22 menelan kekalahan dengan skor akhir 3-1. Ahmad Nur Hardianto sempat membawa Garuda Muda memimpin, namun permainan Myanmar lebih berkembang hingga mampu mengunci kemenangan atas Indonesia.

Milla sendiri sebagai pelatih diberi kontrak berdurasi dua tahun untuk menukangi timnas Indonesia, dengan target terdekat ialah menjuarai SEA Games 2017 dan membangun timnas yang diproyeksikan untuk Asian Games 2018 mendatang.