Soal Tawaran Klub Eropa, Egy Maulana Vikri Masih Bimbang

Egy yang sudah menjalani trial di Prancis masih mempertimbangkan beberapa tawaran dari klub Eropa.

Pemain timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, rupanya masih mempertimbangkan tawaran dari beberapa klub Eropa yang datang kepadanya. Kendati pemain SKO Ragunan itu sudah menjalani trial bersama klub Prancis.

Menurut Raden Isnanta sebagai Deputi III Kemenpora dan pembina PPLP Ragunan, Egy sebenarnya sudah mendapat prakontrak dari klub asal Prancis, yang disinyalir St. Etienne -- tim di mana Egy melakoni trial beberapa bulan lalu.

"Baru prakontrak, prakontrak itu salah satunya ingin menindaklanjuti -- jadi belum final. Pembicaraannya sudah agak lama, sudah tiga bulan yang lalu. Karena umurnya juga menunggu 18 tahun, menunggu lulus [sekolah]. Karena untuk masuk profesional juga harus umur segitu. Tapi nanti juga bisa ada perubahan, bisa belum tentu di situ karena belum final," kata Isnanta, ketika dihubungi.

"Egy sendiri masih berpikir yang di mana, karena tergantung kira-kira nanti dimainkan sebagai line-up atau main di divisi berapa, harus dipastikan juga. Jadi masih harus fokus statusnya apa, nilai kontraknya berapa dan apa-apanya bagaimana," sambung Isnanta.

Saat ini, Egy belum mau membicarakan peluangnya untuk bermain di Eropa. Usia Egy yang baru memasuki 18 tahun pada Juli nanti memang membuatnya harus bersabar untuk berkarier di Eropa, sesuai peraturan FIFA yang tak memperbolehkan klub mengontrak pemain di bawah usia tersebut.

"Masih banyak yang memberikan tawaran, jadi masih bimbang harus pilih yang mana. Belum final, semua itu baru prakontrak kami kepada agen. Banyak yang nawarin, dari Polandia ada, dari Prancis, dari Spanyol."

"Semua itu sudah masuk secara dokumen dan kini tinggal memilih. Tapi memang waktu itu berangkatnya ke Prancis, tapi kemudian banyak klub yang datang ke Prancis, bukan kami yang keliling. Dari pihak Polandia datang ke Prancis, dari pihak mana datang ke Prancis. Tadinya sih sempat mau keliling antarnegara, tapi kemudian pada datang ke Prancis dan negosiasi di Prancis."

Topics