Soal Tiket Semi-Final, Menpora Ingatkan PSSI

Menpora melihat masih banyak keluhan soal harga dan cara mendapatkan tiket laga semi-final AFF Suzuki Cup 2016.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat bicara terkait tiket semi-final AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama, antara timnas Indonesia dan Vietnam, yang digelar 3 Desember nanti di Stadion Pakansari.

Terdapat banyak keluhan terhadap harga jual tiket laga tersebut, dengan harga termurah dipatok Rp100 ribu untuk kategori II. Selain harga, yang jadi persoalan adalah distribusi tiket itu sendiri yang cukup rumit.

Tiket hanya dijual secara online, namun akses ke laman penjualan tiket tak begitu mulus. Belum lagi, tiket baru bisa diperoleh secara fisik pada 2 Desember dan diambil di Stadion Gelora Bung Karno yang letaknya jauh dari Pakansari.

"Persoalan tiket bukan cerita baru. Tiap kali timnas masuk babak-babak krusial, tiket selalu jadi persoalan. AFF 2010, SEA Games 2011, sampai AFF U-19 pada 2014. Selain bermasalah dalam soal akses mendapatkan tiket, harganya juga sangat mahal," kata Imam dilansir laman Kemenpora.

"Jika semua harga tiket dari semua kelas di rata-rata, tiket semi-final AFF 2016 di Indonesia adalah yang termahal dibandingkan harga yang dipatok di tempat lain: Thailand, Vietnam, Myanmar," urai Imam menambahkan.

Lebih jauh, Imam tak mau PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia menyepelekan persoalan tiket ini, dari segi akses mendapatkannya mau pun soal harga.

"PSSI tidak boleh sembarangan menentukan harga tiket dan menentukan vendor penjualan tiket. Tiket dijual online itu baik, tapi harus dipertimbangkan benar kesiapan vendor. Hari ini sudah banyak keluhan soal akses tiket ini, belum lagi soal penukaran nantinya."

"Prinsip dasarnya jelas, masyarakat harus dimudahkan akses mendapatkan tiket. Pastikan tidak ada oknum PSSI yang bermain-main dalam distribusi tiket. Jangan sampai masyarakat bersusah payah mencari tiket, malah ada oknum dengan enaknya menjual tiket dari pintu belakang."

"Begitu juga soal harga. Tidak ada keberatan dengan pentingnya mempertimbangkan keuntungan, tapi harus wajar. Ini peristiwa kebangsaan, ini soal tim nasional yang mewakili nama Indonesia, bukan konser musik yang sepenuhnya komersial. Jadi penting sekali untuk tidak semata mengejar laba, melainkan mempertimbangkan juga akses publik. Mudah-mudahan kita masuk final. Dan jika masuk final, saya berharap manajemen tiket pun menjadi lebih baik."