Spanyol, Antagonis Baru Italia

Punya rekor bagus di masa lalu, dalam dekade terakhir Spanyol malah menjelma jadi antagonis baru bagi Italia

Stade de France segera menghelat pertandingan sarat kualitas, tatkala Italia berhadapan dengan Spanyol di babak 16 besar Euro 2016, Senin (27/6) malam WIB.

Bentrok penuh gengsi ini sekaligus jadi ulangan partai final Euro 2012 lalu, sehingga tak heran begitu dinantikan khalayak sepakbola.

Menilik sejarah pertemuannya, kedua tim memiliki rekor yang sangat ketat. Dari total 34 bentrok yang tersaji, mereka sama-sama mengoleksi sepuluh kemenangan dengan sisanya berakhir sama kuat.

Namun statistik itu sejatinya baru kompetitif dalam kurun sedekade terakhir. Di masa lalu duel Italia kontra Spanyol tak pernah dianggap sebagai partai besar.

Dahulu Italia kontra Spanyol tak pernah dipandang sebagai partai besar

Sejak pertama kali bertemu pada 1920 di Antwerp, Belgia, hingga di Genoa, Italia, pada 2004 -- sebelum generasi emas Spanyol hadir -- Gli Azzurri punya rekor yang sangat gemilang.

Dari 26 pertemuan yang tersaji dalam periode tersebut, Italia unggul dengan 9 kemenangan, 10 kali seri, dan 7 kali kalah. Satu fakta yang wajib diapungkan adalah Negeri Pizza tak pernah sekalipun kalah di ajang akbar sepakbola atas Negeri Matador.

Dua kali bertemu masing-masing di Piala Dunia dan Euro, Italia catatkan tiga kemenangan dan sekali seri. Mereka bahkan menendang Spanyol dari Piala Dunia 1934, Euro 1988, dan Piala Dunia 1994.

Ya, Spanyol selalu jadi lawan yang "ramah" buat Italia.

Namun setelah generasi emas Spanyol lahir sedekade silam, mereka lantas menjelam jadi antagonis utama Italia. Tim Biru Langit selalu dibuat menderita jika harus bertemu Tim Matador, terutama di turnamen akbar sepakbola.

Lepas dari pertemuan di Genoa pada 2004, Italia dan Spanyol tercatat sudah bertemu sebanyak delapan kali. Dari jumlah tersebut, secara mengenaskan Italia hanya diberi kemenangan sekali saja! Itu pun terjadi dalam partai yang bertajuk uji coba.

Selebihnya Spanyol merengkuh tiga kemenangan, dengan empat berakhir seri. Buruknya buat Italia adalah dua dari tiga kemenangan Spanyol, menyingkirkan mereka dari putaran final Euro 2008 dan Euro 2012.

Bahkan hasil imbang 0-0 yang terjadi di Euro 2008 silam, cukup bagi Spanyol untuk memulangkan Italia dari turnamen lewat kemenangan di babak adu penalti.

Italia telan kekalahan menyakitkan di final Euro 2012

Dari segala derita yang dirasakan Italia dari Spanyol, yang paling menyakitkan tentu saja kekalahan di final Euro 2012. Kala itu selain memupus mimpi jadi kampiun, secara mengenaskan Gianluigi Buffon cs juga dibantai empat gol tanpa balas!

Menjelmanya Spanyol jadi antagonis Italia, lantas disebut bintang La NazionaleGiorgio Chiellini, sebagai alasan mengapa La Furia Roja jadi begitu berkuasa di sepakbola Eropa dan dunia. "Awal mula era keemasan mereka terjadi setelah kemenangan mereka atas kami di perempat-final Euro 2008. Hanya di Kiev [di final Euro 2012], kami gagal memberikan perlawanan kepada mereka," tuturnya.

Fakta ini jadi mata pisau Italia jelang pertemuan kembali dengan Spanyol di Euro 2016 ini. Akankah status antagonis jadi bayangan menakutkan yang terus melekat atau justru jadi pemantik semangat runtuhkan rekor buruk?

Mari kita nantikan jawaban Italia di Stade de France nanti!

Topics