SPESIAL: Calon Bintang Baru Bundesliga Jerman 2014/15

Kasta tertinggi Jerman telah menjadi sarang bintang muda dalam beberapa tahun terakhir tidak sedikit yang berpotensi menyusul di Bundesliga Jerman musim ini.

OLEH ENIS KOYLU PENYUSUN TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Akhir pekan ini, salah satu liga terbesar di dunia, Bundesliga Jerman akan kembali digelar. Atmosfer akan seperti pesta mengingat Jerman berhasil menjuarai Piala Dunia tahun ini, berkat bintang-bintang lapangan hijau yang merupakan binaan dari sistem akademi nasional lebih dari satu dekade silam.

Setiap tahun di kasta tertinggi sepakbola Jerman, selalu muncul talenta baru dan musim baru nanti juga tidak akan berbeda. Jadi, siapa bintang muda yang akan memancarkan sinarnya di Bundesliga? Goal akan menyajikan kepada Anda beberapa generasi muda yang siap menjelma menjadi bintang baru.

Direkrut dari akademi Brondby dua tahun silam dan sudah tampil untuk timnas Denmark, Bayern Munich percaya mereka memiliki berlian dalam sosok Pierre-Emile Hojbjerg.

Pemain berusia 19 tahun tersebut sempat dipercaya di akhir musim, ketika Bundesliga sudah diketahui juaranya, dan ia kemudian langsung dipandang sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di Jerman. Pep Guardiola adalah sosok yang sangat percaya pada talenta muda dan tidak takut memainkan sang gelandang - meski sebagai bek sayap - pada final DFB-Pokal saat menaklukkan Borussia Dortmund.

Hojbjerg, yang memiliki kaki cepat, umpan akurat dan tendangan bebas maut, kerap mencetak gol untuk Bayern II dan bisa berharap mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak bersama skuat utama musim ini, dengan Javi Martinez, Thiago Alcantara dan Bastian Schweinsteiger masih dirundung masalah cedera dan juga dengan hengkangnya Toni Kroos.

Timo Werner menampilkan bakatnya yang luar biasa kepada dunia setelah menembus skuat utama Stuttgart musim lalu dan musim baru ini, akan menjadi kesempatan besarnya untuk menahbiskan diri menjadi salah satu bintang Bundesliga.

Dianugerahi kecepatan yang luar biasa, pemain berusia 18 tahun ini kerap merepotkan lini pertahanan lawan musim lalu, namun -mengingat usianya masih muda- ia juga kesulitan untuk bermain secara konsisten.

Bagaimanapun juga, dengan pengalamannya tahun lalu, dia akan berusaha untuk bermain lebih baik lagi dan bahkan mungkin ia akan membuat jalan untuk menembus timnas Jerman, menyusul pensiunnya striker veteran Miroslav Klose. Kebanyakan dia dipasang pada posisi sayap musim lalu, tetapi posisi alaminya adalah sebagai striker tengah. Kecepatan dan penyelesaiannya menjadi senjata utamanya.

Satu pemain yang akan menjadi rival Werner di timnas Jerman di masa depan adalah Maximilian Arnold, yang masih berusia 20 tahun tetapi sudah menjadi veteran di Bundesliga, mengingat ia sudah menjalani debut tiga tahun lalu, dan menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk klubnya.

Sejak itu, dia mulai mampu mencetak banyak gol, berkat kaki kirinya yang brilian dan juga kemampuannya untuk mengetahui kapan harus melepaskan tembakan. Selain kerap mencetak gol cantik, ia juga mampu melakukan tusukan ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan akurat.

Dia melakoni debut untuk skuat Joachim Low di laga uji coba sebelum Piala Dunia melawan Polandia dan diyakini akan terus mendapatkan kesempatan bermain di level internasional.

Musim terakhir Matthias Ginter di klub masa kecilnya, Freiburg, mungkin tidak berjalan sesuai keinginan setelah mereka tidak dapat melanjutkan performa impresif di musim sebelumnya, tetapi bek bertalenta ini masih bisa menjadi salah satu pemenang Piala Dunia dan juga bergabung dengan Borussia Dortmund musim ini.

Pemain berusia 20 tahun ini diyakini akan menjadi salah satu pemain timnas Jerman untuk tahun-tahun ke depan, meski ia didatangkan ke Signal Iduna Park sebagai pelapis untuk Mats Hummels dan Neven Subotic, meski demikian ia pasti akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi.

Di level timnas, pensiunnya Per Mertesacker meninggalkan lubang di lini belakang pada skuat Joachim Low. Dengan spekulasi masa depan Hummels yang terus berputar, Ginter mungkin akan menjadi pemain andalan Dortmund jika seniornya itu hengkang.

Max Meyer bisa mengenang musim lalu - musim penuh pertamanya sebagai bagian dari skuat utama Schalke - dengan bangga, setelah ia menunjukkan kepada dunia apa yang bisa ia lakukan, tetapi musim besar menunggu pemain yang menempati posisi gelandang serang ini.

Seperti yang diketahui, pemain berusia 18 tahun itu tampil impresif musim lalu tetapi jelas pemain lulusan tim akademi Schalke ini masih bisa memberikan lebih, Meyer adalah salah satu pemain masa depan Jerman yang melakukan debut di level internasional saat uji coba melawan Polandia.

Cepat atau lambat, Schalke akan kehilangan Julian Draxler dan Meyer akan menjadi suksesornya. Kemampuannya menciptakan 'magis' di garis pertahanan lawan menjadi senjata utamanya, dan ia tugasnya sekarang adalah melakukannya dengan konsisten agar kemampuannya semakin diakui.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics