SPESIAL: Djibril Coulibaly Pengganti Sepadan Sergio Van Dijk?

Kehadiran Djibril Coulibaly diharapkan mampu menjadi pengganti sepadan Sergio van Dijk.

OLEH ANGGI RIWANTO Ikuti di twitter
Pada masa persiapan menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, loyalis Persib Bandung dikejutkan dengan kabar hengkangnya striker naturalisasi, Sergio van Dijk ke Sepahan Isfahan FC.

Van Dijk yang musim sebelumnya mengoleksi 21 gol dari 29 laga itu memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya di Indonesia, setelah mengalami masalah yang disinyalir berhubungan dengan kontraknya di Maung Bandung. Isu yang berkembang saat itu adalah tidak tercapainya kesepakatan soal nilai kontrak yang disodorkan manajemen Persib kepada pemain berusia 31 tahun itu.

Beruntung, sebelum peraih sepatu emas di kompetisi A-League itu hengkang, Persib sudah mendapatkan tanda tangan Djibril Coulibaly yang musim lalu membela Barito Putera. Awalnya, Coulibaly akan diduetkan dengan Van Dijk oleh pelatih Djajang Nurjaman untuk menambah garang lini depan Pangeran Biru.

Debut Van Dijk di Indonesia cukup berjalan mulus. Dia mencetak sebiji gol ketika Persib dikalahkan oleh Persisam Putra Samarinda dengan skor 2-1. Dan setelah tak mencetak gol kala takluk dari Mitra Kukar, Van Dijk selalu mencetak gol dalam setiap pertandingannya.

Pun begitu dengan Djibril Coulibaly yang memulai debut manisnya bersama Barito Putera ketika menggetarkan jala gawang Pelita Bandung Raya yang dikawal oleh Tema Mursadat. Dalam 30 penampilannya bersama Laskar Antasari, Djibril sukses menceploskan 21 gol.

Kedua striker ini memang termasuk dalam jajaran bomber paling produktif yang beredar di Indonesia Super League musim lalu. Bayangkan, bagaimana jadinya lini serang Persib jika dihuni oleh dua penyerang yang sama-sama mencetak 21 gol musim lalu itu. Ditambah, mereka akan mendapatkan pasokan umpan dari Konate Makan dan Firman Utina. Namun ternyata hal itu hanya menjadi impian para Bobotoh.

Lalu, apakah kehadiran Coulibaly di Persib mampu menjadi pengganti yang sepadan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Van Dijk?

Dalam empat pertandingan awalnya bersama Persib, Coulibaly sukses mencatatkan namanya di papan skor secara terus menerus dengan total lima gol. Masing-masing satu gol ke gawang Persik Kediri, Semen Padang dan Arema Cronus. Serta dua gol yang dicetak ke gawang mantan timnya Barito Putera di stadion Demang Lehman. Catatan ini membuat Djibril mempunyai rata-rata mencetak 1,25 gol per laga.

Sementara untuk catatan yang dibuat oleh Van Dijk, dalam empat pertandingan pertamanya bersama Persib menorehkan empat gol. Masing-masing gol dicetak ke gawang Persisam Samarinda dan PSPS Pekanbaru, serta dua gol ke gawang Persija Jakarta. Hanya saja, saat dikalahkan Mitra Kukar, dia gagal untuk mencetak gol. Dengan torehan itu, Van Dijk hanya mempunyai rata-rata satu gol per pertandingan.

Pada awal musim ISL 2014 bergulir, Coulibaly sempat dicoret oleh Djajang Nurjaman karena mengalami cedera metatarsal. Namun karena stok penyerang yang terbatas dan tidak ada lagi pemain buruan didapatkan oleh Persib, akhirnya manajemen berjudi dengan memanggil kembali Coulibaly yang saat itu masih cedera dan mendaftarkan namanya ke PT Liga Indonesia.

Perjudian itu ternyata berbuah hasil. Cedera yang dideritanya lambat laun mulai membaik dan nama striker asal Mali itu kini menjadi pencetak gol terbanyak sementara Persib dengan lima gol. Meskipun termotivasi untuk terus mencetak gol dalam setiap pertandingan, Coulibaly mengaku tak ingin disebut sebagai pengganti Van Dijk. Dia hanya ingin bermain sebaik mungkin dan memberikan kemenangan untuk tim yang dibelanya.

"Saya tidak pernah menyamakan diri dengan Sergio. Tujuan saya di sini bukan untuk membuat para Bobotoh melupakan Sergio dan berpaling kepada saya. Target saya yang pasti hanya untuk Allah. Mengapa saya memilih Persib, saya ingin mencetak gol dalam setiap pertandingan," ucap Coulibaly.

Senada dengan sang pemain, Djanur, sapaan akrab Djajang Nurjaman, mengatakan tidak memaksakan Coulibaly untuk seperti Van Dijk.

"Saya tahu kapasitas Djibril Coulibaly. Dia striker yang punya naluri mencetak gol yang cukup baik. Saya berharap ia bisa melampaui torehan gol yang pernah dicatatkan Sergio dan dirinya sendiri. Meskipun tentunya yang lebih utama kemenangan tim di setiap pertandingan," tuturnya.

Pun begitu dengan pendapat dari Fajar Hari Santosa sebagai Bobotoh. Dia menganggap hadirnya Coulibaly di Persib belum bisa menggantikan kelasnya Van Dijk. Menurut pria yang menjadi tenaga pengajar di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Ciamis itu, banyak indikator lainnya di luar gol yang membuat pemain berpaspor Mali itu sulit untuk menggantikan Van Dijk.

"Jika kita membandingkan kemampuan kedua pemain ini, sepertinya belum bisa. Sergio masih punya kelas tersendiri saat bermain untuk persib dibandingkan Djibril. Meskipun sekarang sudah menunjukkan permainan yang bagus dengan menorehkan gol di beberapa pertandingan," ujar Fajar.

"Secara jumlah gol memang bisa dikatakan begitu karena itu adalah indikator utama seorang striker. Namun jika memasukkan indikator lain seperti key passes dan assist sepertinya belum bisa menyamai," tambahnya.

Jika melihat dari catatan statistik kedua pemain, ditambah dengan jumlah pertandingan yang akan dilakoni oleh Persib musim ini. Rasanya peluang bagi Coulibaly untuk bisa menggantikan striker kelahiran Assen 31 tahun lalu itu terbuka lebar.

Jadi, mari kita lihat aksi Coulibaly menorehkan catatan gemilangnya bersama Persib. Apakah dia bisa memuaskan dahaga para loyalis Maung Bandung yang sudah haus akan gelar juara? (gk-52)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.