SPESIAL Duel Lini Depan: Neymar Vs. James Rodriguez

Dua pemain bernomor punggung sepuluh akan jadi pusat atensi dunia saat keduanya bentrok di Fortaleza dini hari nanti.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Akan ada jutaan pasang mata yang ingin menjadi saksi kehebatan bakat-bakat sepakbola ketika Brasil menghadapi Kolombia di babak perempat-final Piala Dunia, tapi atensi akan terpusat pada pertarungan dua pemain bernomor sepuluh.

Keduanya masih berusia 22, tapi sama-sama tampil memukau di Piala Dunia dan dibebani ekspektasi tinggi oleh negara masing-masing. Ya, mereka adalah Neymar dari Brasil dan James Rodriguez yang di luar dugaan meledakkan lini depan Kolombia.

Jutaan fans di seluruh dunia - termasuk 60 ribu penonton yang beruntung bisa menyaksikan mereka di Fortaleza - akan menyoroti pertarungan dua pemain muda yang sedang jadi pusat perhatian.

Sejauh ini, Neymar jadi andalan Selecao di rumah sendiri, itu terbukti dari empat gol yang telah ditorehkan penyerang Barcelona sepanjang turnamen. Meski terseok-seok bersama Blaugrana musim lalu, pemain 22 tahun membuktikan kapasitasnya di hadapan publik sendiri. Sementara James langsung jadi hot property setelah mengoleksi lima gol - unggul satu dari Lionel Messi, Neymar dan Thomas Muller - untuk Kolombia di Brasil.

Untuk memanaskan duel tersebut, Goal Indonesia menganalisis penampilan mereka di empat laga ke belakang.

Neymar
Neymar datang ke Piala Dunia tidak dengan kondisi terbaik. Gagal menyabet gelar di Barcelona dan penampilannya pun kurang memuaskan, tapi dia diharapkan mampu membawa Brasil berjaya di rumah sendiri.

Namun, eks bintang Santos sejauh ini menunjukkan performa gemilang dengan membawa Selecao hingga ke perempat-final. Di momen melakoni cap ke-50 untuk Brasil, dia mencetak dua gol dengan Kroasia takluk 3-1 di partai pembuka penyisihan grup. Setelah bermain imbang 0-0 melawan Meksiko, Neymar menyumbang dua gol lagi untuk menghancurkan Kamerun 4-1 sekaligus melenggang ke putaran kedua.

Melawan Cili di babak 16 besar, Neymar menunjukkan ketenangannya saat mengonversi penalti yang jadi penentu kemenangan setelah duel sengit selama 120 menit hanya membuahkan hasil 1-1.

Padahal di pertandingan dia sempat mengalami masalah lutut dan mendapat perawatan tim medis, tapi semua keraguan terkait kemampuannya tampil di bawah tekanan dibungkam dengan eksekusi penalti ke gawang Claudio Bravo. Neymar pun tak dapat menutupi tangis bahagianya.

James Rodriguez
Rodriguez memang digadang bakal jadi bintang di Piala Dunia, tapi mungkin tak ada yang mengira ledakkannya akan sedahsyat ini.

Minus Radamel Falcao yang dibebat cedera, Kolombia diprediksi bakal mengalami kesulitan menaklukkan lawan-lawannya di Brasil. Tapi siapa sangka, skuat Jose Pekerman menjadi kuda hitam dan dengan performa impresif Rodriguez mereka siap melibas para penghalang. Dia telah lima kali menyumbang gol - unggul satu dari Neymar - dan berada di garis terdepan dalam persaingan sepatu emas.

Lebih dari itu, dia tak asal cetak gol. Rodriguez mampu menyihir dunia dengan salah satu gol tercantik di turnamen, yakni voli melawan Uruguay di babak sebelumnya dengan lebih dulu melakukan kontrol dada sebelum melesakkan si kulit bundar ke gawang lawan dengan kaki kirinya.

Di babak penyisihan grup, dia mencetak satu gol dan assist versus Yunani dan kembali menjebol gawang lawan saat berhadapan dengan Pantai Gading dan Jepang. Lalu tap-in-nya di lima menit laga babak kedua memastikan kemenangan atas Uruguay sekaligus tiket delapan besar.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics