SPESIAL: Duel Lini Per Lini Barcelona Kontra Atletico Madrid

Peran individu akan sangat krusial pada laga penentu La Liga antara Barca dan Atletico.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Status kampiun La Liga bakal ditentukan di laga terakhir akhir pekan ini. Pelakunya, Barcelona dan Atletico Madrid yang bakal bertarung di Camp Nou, Sabtu (17/5) malam WIB.

Xavi Hernandez bilang, ini kesempatan historis bagi Blaugrana untuk memenangkan gelar, yang prosesnya mungkin tidak akan dirasakan lagi ke depannya. Barca sempat terlempar dari persaingan saat kalah 1-0 dari Granada. Tapi di luar dugaan, tim Gerardo Martino justru menjadi pesaing tunggal Atletico dalam perebutan gelar setelah Real Madrid menelan kekalahan dari Celta Vigo.

Tak heran jika duel di markas The Catalans ini bakal dipersiapkan dengan sangat matang oleh kedua tim. Jika sudah begini, penampilan tiap-tiap individu bakal krusial bagi tim mereka. Untuk itu, Goal Indonesia menganalisis penampilan pemain kunci di tiap posisi.

Jika biasanya Jose Manuel Pinto hanya menjadi pemain pelapis atau spesialis Copa del Rey, penjaga gawang 38 tahun kini harus berdiri di antara tiang gawang menyusul cedera betis yang dialami Victor Valdes sejak akhir Maret lalu. Musim Valdes dipastikan habis dan Pinto-lah yang menjadi andalan sebagai orang terakhir yang mengamankan gawang. Catatan Pinto dalam 12 penampilan di La Liga musim ini memang kurang memuaskan, dia kebobolan 11 gol dan hanya empat kali clean-sheet. Tapi, di tengah situasi penting ini saatnya Pinto membuktikan kapasitas sekaligus memberi kontribusi dalam perburuan gelar.

Jangan pernah meragukan Thibaut Courtois. Usianya memang masih muda, baru 22 tahun dan dia diboyong dari Chelsea sebagai pinjaman setelah David De Gea dilepas ke Manchester United. Di luar dugaan, Courtois justru tampil memukau dan berperan besar membawa Los Colchoneros berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di musim ini saja, kiper internasional Belgia mencatat 20 clean-sheet dari 36 pertandingan dan kebobolan 23 kali. Performa impresif-nya pula yang membuat Blaugrana gigit jari melawan Atletico di tiga laga sebelumnya di semua kompetisi musim ini.

Lini belakang dianggap sebagai titik lemah Blaugrana beberapa musim belakangan. Rangkaian cedera yang dialami kapten Carles Puyol dan Gerard Pique membuat pos ini kerap menjadi sasaran kritik. Tapi jika ada yang patut diacungi jempol, nama Dani Alves layak mendapat kredit. Jika sedang dalam performa terbaiknya, bek sayap internasional Brasil kerap menjadi ancaman besar lawan. Tidak hanya solid dalam menjaga pertahanan, Alves juga tipikal bek modern yang aktif membantu serangan. Maka tak heran jika umpan-umpan silangnya kerap membuahkan gol, terbukti di musim ini pemain 31 tahun memberikan lima assist dan dua gol.

Cuma kemasukan 25 gol dari 37 pertandingan menempatkan Atletico di posisi teratas sebagai pertahanan terbaik di La Liga musim ini. Selain berkat ketangguhan Courtois di bawah mistar, Diego Godin juga memiliki andil besar dalam menjaga barisan belakang. Kombinasi kedisiplinan serta berani memotong arus serangan lawan merupakan kelebihan bek internasional Uruguay. Kemampuannya mencari posisi dalam situasi bola mati juga patut diperhatikan, karena dia telah mencetak tiga gol lewat sundulan.

Bersama dengan Xavi Hernandez, Andres Iniesta adalah jantung Barcelona, penentu tempo permainan dan pemain yang menentukan berjalan tidaknya skema tiki taka khas tim Catalan. Di usia yang menginjak kepala tiga, peran Iniesta di Barca belum tergantikan. Dari sinilah lini depan Barca yang dihuni Lionel Messi, Alexis Sanchez, Pedro Rodriguez dan Neymar dimanjakan dengan umpan-umpan briliannya. Jika Atletico ingin meredam agresivitas Barca, tidak memberikan banyak ruang kepada penyumbang tiga gol dan sembilan assist musim ini bisa jadi kunci sukses.

Diklaim sebagai suksesor Xavi dan Iniesta sebagai jenderal lapangan tengah tim nasional Spanyol, Koke terus menunjukkan kematangan di usia yang baru 22. Kemampuannya dalam membaca permainan, memberikan umpan dan membongkar pertahanan lawan wajib diwaspadai Barca. Kepercayaan Diego Simeone yang 35 kali menurunkannya musim ini (32 di antaranya sebagai starter) dibayar lunas dengan torehan 14 assist dan enam gol.

Mimpi buruk bernama cedera kembali menghinggapi Lionel Messi di musim ini, tercatat tiga kali dia bolak-balik ruang perawatan akibat problem hamstring dan otot. Hal ini juga yang membuat penampilan La Pulga merosot di akhir hingga awal tahun ini. Tapi, bukan Messi namanya jika tidak bangkit dari keterpurukan. Sejak comeback pada Januari lalu, Barcelona kebagian 20 gol dari pemain 27 tahun atau total dia telah 28 kali menjebol gawang lawan dalam 30 pertandingan. Tapi, hanya fokus dengan insting Messi di depan gawang juga bisa menjadi blunder karena kapten Argentina juga termasuk rajin menyuplai umpan matang untuk rekan setimnya dan catatan 11 assist menjadi bukti.

Naluri membunuh tinggi, kemampuan drible mumpuni dan cerdik dalam mencari posisi menjadikan Diego Costa striker komplet yang diburu sejumlah klub, termasuk Chelsea yang disebut-sebut ngotot mendapatkan servisnya. Lesakkan 27 gol menempatkan Costa di posisi ketiga daftar top skor di bawah Cristiano Ronaldo dan Messi. Atletico bisa berharap banyak kepadanya apalagi setelah Simeone memastikan pemain 25 tahun fit untuk berjuang di Camp Nou.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics