SPESIAL: Duel Lini Perlini Semen Padang Kontra Pelita Bandung Raya

Semen Padang ingin melanjutkan tren positif mereka saat menjamu PBR, Minggu (10/8). Berikut pemain kunci kedua tim yang bakal menjadi sorotan di laga itu.

OLEH RIZKAART CENDRADIPUTRA
Semen Padang bakal menjamu Pelita Bandung Raya (PBR) dalam lanjutan wilayah barat Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (10/8) malam. Bisa dibilang, laga ini sangat krusial bagi kedua tim untuk lolos ke babak delapan besar.
Semen Padang sementara ini berada di peringkat kedua dengan 30 poin dari 16 laga yang telah dijalani. Sedangkan PBR berada di posisi keenam dengan 22 poin dari 14 pertandingan.
Menarik untuk melihat peta kekuatan dari masing-masing tim. Semen Padang yang pada putaran kedua ini mendapatkan tambahan amunisi baru berpengalaman, cukup tampil trengginas sebelum masa jeda kompetisi lalu. Meski begitu, PBR juga bisa memberikan ancaman dengan barisan pemain muda yang mereka miliki. Pada bentrok kedua tim di putaran pertama lalu, hasilnya imbang 1-1.

Untuk itu, kali ini Goal Indonesia menyajikan persaingan lini perlini dari kedua tim. Berikut paparannya:

Datang ke Semen Padang sebagai kiper pelapis, kini Jandia Eka Putra membuktikan dirinya layak menjadi penjaga gawang nomor satu Kabau Sirah. Potensinya berkembang pesat saat beberapa kali dipercaya mengawal gawang SP di kompetisi AFC. Insting dan penempatan posisi menjadi kelebihan kiper yang memiliki ciri khas berambut panjang dikuncir ini. Selain itu, ia juga memiliki kecepatan dan keberanian yang membuatnya tak ragu untuk berduel dengan striker lawan.

Di lain pihak, dengan segudang pengalamannya, Deniss Romanovs selalu dipercaya Dejan Antonic mengawal gawang Pelita Bandung Raya tanpa melawatkan satu pun laga. Mantan kiper timnas Latvia ini masih dibekali refleks yang bagus. Postur tubuh yang ideal tak menyulitkan kala harus berduel udara. Posisi kala membaca tendangan bola dan gerakan penyerang musuh pun masih yahud. Ia pun tak gentar saat harus beradu mulut dengan pemain lawan. Hanya, konsentrasi saat menit-menit akhir kadang sering lengah dan beberapa kali kurang mengantisipasi situasi bola mati.

Nama Hengky mulai terdengar saat menghiasi barisan belakang timnas Indonesia pada 2012. Saat itu, ia menjalani debut timnas yang dibilang terlambat saat usianya menyentuh 32 tahun. Sebagai bek kanan, pemain asli binaan Semen Padang ini dibekali fisik yang baik hingga membuatnya nyaman saat membantu serangan. Selain itu, ia juga disiplin menjaga lawan dan memiliki tackle dan penempatan posisi yang bagus. Ketenangan dan penampilan yang konsisten juga membantu Kabau Sirah bercokol di posisi kedua klasemen ISL sementara wilayah barat saat ini.

Sementara itu, jika bukan karena akumulasi kartu, Boban selalu tampil dalam setiap laga yang dilakoni PBR. Postur yang ideal tak menyulitkannya saat melakukan duel udara. Meski baru mencicipi musim perdananya di Indonesia, permainan Boban terbilang cepat beradaptasi dengan sepakbola Indonesia. Dari segi permainan, Boban masih dibekali kemampuan bertahan yang baik meski tergolong sudah termakan usia. Tidak hanya jago bertahan, ia juga dibekali insting menyerang yang lumayan, salah satu gol ia lesakkan lewat skema open play.

Tak perlu diragukan lagi sumbangsih Esteban Vizcarra bagi Semen Padang. Total tujuh gol dalam 16 laga, menjadikan ia salah satu gelandang paling subur. Kreativitasnya dalam mengolah bola serta kemampuannya dalam memanfaatkan bala mati membuat Vizcarra acap kali merepotkan lini pertahanan lawan. Di samping itu, ia juga dibekali kemampuan passing yang mampu memanjakan ujung tombak Kabau Sirah. Otak serangan Semen Padang sering kali berasal dari pemain asal Argentina ini.

Di kubu PBR, usia yang masih muda bukan berarti Rizky tak punya pengalaman. Pasalnya, Rizky selalu menjadi pilihan utama Dejan Antonic di lini tengah. Dibekali postur yang menjulang rupanya juga membantu lini belakang Pelita Bandung Raya dalam membendung serangan lawan. Meski kurang lincah, Rizky mempunyai mobilitas yang tinggi di lapangan, hal yang membuktikan dirinya diberkahi fisik yang baik. Bersama Kim Kurniawan, ia tampil apik dalam menjaga keseimbangan lini tengah The Boys Are Back. Rajin membantu serangan dan mahir dalam bertahan.

Sudah malang melintang di kompetisi sepakbola nasional, nama Osas Saha melejit sebagai predator yang menyeramkan di kotak penalti kala dipinang Semen Padang di putaran kedua ISL. Naluri gol pemain berpaspor Nigeria ini sangat tinggi.Tengok saja catatannya: lima gol dalam enam pertandingan. Pemain bernama asli Osas Marvelous Ikpefua ini piawai melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Memiliki kemampuan shooting yang baik karena mampu menggunakan kedua kakinya. Kecepatan dan kekuatan fisiknya patut mendapat perhatian khusus dari bek lawan.

Di sisi lain, bersama David Laly, Mushafry menjadi pemain sayap yang mampu merepotkan lini belakang tim lawan. Usianya memang tidak muda lagi, kecepatannya pun tak secepat dulu. Namun pemain kelahiran Ternate ini memiliki segudang pengalaman yang amat membantu Pelita Bandung Raya. Ia masih memiliki naluri tinggi baik dalam mencetak gol maupun membantu membuat peluang bagi rekan satu tim. Sepeninggal Gaston Castano yang harus menghilang sampai akhir musim karena cedera, Mushafry bisa memberikan opsi tambahan bagi pelatih Dejan Antonic dalam mencari satu striker tunggal. Ya, selain menyisir sisi lapangan, Mushafry juga bisa tampil sebagai striker. (gk-61)

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.