SPESIAL: Empat Laga Historis Argentina Versus Belanda

Duel di Sao Paulo akan jadi pertemuan kelima buat kedua tim dan Goal Indonesia menyajikan catatan duel mereka di empat laga sebelumnya.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Sejak undian putaran final Piala Dunia 2014 diumumkan, Belanda dan Argentina sudah pasang kuda-kuda, sadar mereka memiliki potensi saling sikut di semi-final. Dan, inilah yang terjadi. Sesuai prediksi, kedua tim akan berhadapan di Sao Paulo, Rabu (9/7) malam waktu setempat.

Ini akan jadi pertemuan kelima buat kedua tim di putaran final, kali pertama mereka jumpa di Jerman Barat pada 1974 dan terakhir kali di penyisihan grup saat Jerman jadi tuan rumah pada 2006 silam.

Dari empat pertemuan tersebut, Argentina hanya sekali meraih kemenangan dan sekali seri. Tapi, satu-satunya kemenangan itu tidak pernah lekang dari memori karena dengan mengalahkan Belanda, Albiceleste untuk pertama kali menjadi kampiun di rumah sendiri.

Nah, untuk memanaskan duel semi-final di Sao Paulo nanti malam, tidak ada salahnya menyimak empat pertemuan antara Argentina dan Belanda sebelumnya seperti yang disajikan Goal Indonesia berikut ini:

Di sinilah kali pertama mereka berjumpa. Ketika itu, Belanda superior dengan memuncaki penyisihan grup setelah meraih dua kemenangan dan sekali imbang, sementara penampilan Argentina kurang meyakinkan, hanya mencatat satu kali menang, seri dan kalah. Mereka kemudian berjumpa di laga perdana putaran kedua Grup A.

Tampil di Parkstadion, Gelsenkirchen, Tim Tango dibuat tak berdaya oleh Oranje. Tak tanggung-tanggung empat gol tak berbalas dilesakkan anak-anak asuh Rinus Michels. Johan Cruyff keluar sebagai bintang, mencetak gol pembuka di menit ke-11 dengan aksi ciamik mengecoh kiper sebelum menceploskan bola ke gawang.

Gol kedua dibukukan Ruud Krol di menit ke-25 ketika tendangan mendatar dari luar kotak penalti gagal dibendung kiper lawan, setelah terjadi kemelut di area pertahanan Argentina. Johnny menambah derita tim Amerika Selatan dengan menjauhkan skor di babak kedua melalui sundulan terbang setelah menerima umpan terukur dari Cruyff. Sang kapten akhirnya menutup pesta Oranje di pengujung laga memanfaatkan bola muntah.

Belanda terus melaju sampai ke final, tapi mereka takluk 2-1 oleh Jerman Barat.

Susunan pemain
Belanda: Jongbloed, Haan, Van Hanegem, Jansen, Krol, Neeskens, Cruyff, Rensenbrink, Rep, Rijsbergen, Suurbier (Israel)
Pelatih: Rinus Michels

Argentina: Carnevali, Ayala, Balbuena, Heredia, Houseman, Parfumo, Francisco Fa, Squeo, Telch, Wolff, Yazalde
Pelatih: Vladislao Cap

Tak butuh waktu lama bagi Argentina untuk membalaskan dendam kepada Belanda, karena empat tahun kemudian mereka dipertemukan lagi di partai puncak. Aroma revans dan dukungan dari publik sendiri menjadi motivasi buat Albiceleste.

Tak heran, puluhan ribu suporter di Estadio Monumental, Buenos Aires bersorak kegirangan ketika Mario Kempes membuka keunggulan tuan rumah di menit 37, meski mendapat kawalan dari dua penggawa Belanda. Sayang, kemenangan yang sudah di depan mata buyar ketika Dick Nanninga berhasil menyamakan kedudukan di sisa delapan menit pertandingan sekaligus memaksa laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Dan, di depan pendukung sendiri misi balas dendam dibayar tuntas ketika dua gol tambahan dicetak Kempes dan Daniel Bertoni untuk memastikan gelar juara dunia pertama bagi Albiceleste.

“Itu bukan gol terindah, tapi yang paling mengesankan. Saya pikir lawan akan berusaha mengeluarkan bola, tapi saya menyentuhnya dan masuk,” kenang Kempes mengenai golnya di perpanjangan waktu.

Namun, partai final di Buenos Aires diwarnai kontroversi karena Belanda menuding tuan rumah sengaja mengulur-ulur waktu pertandingan dengan mempertanyakan legalitas plaster yang dikenakan Rene van de Kerkhof. Kubu Argentina menganggap hal itu dapat mencederai pemain lawan. Meski perban tersebut telah disahkan FIFA dan digunakan pada laga sebelumnya, wasit asal Italia Sergio Gonella bimbang, sementara para pemain Belanda mengancam walk off, sampai akhirnya ditemukan solusi dan pertandingan dimulai. Sebagai bentuk protes, Belanda menolak menghadiri konferensi pers setelah pertandingan.

Susunan pemain:
Argentina: Fillol, Ardiles (Larossa), Bertoni, Gallego, Galvani, Kempes, Luque, Olguin, Ortiz (Huseman), Passarela, Tarantini
Pelatih: Cesar Luis Menoti

Belanda: Jongbloed; Krol, Jansen (Suurbier), Brandts, Poortvliet, Neeskens, Haan, Willy van de Kerkhof, Rene van de Kerkhif, Rep (Nanninga), Rensenbrink
Pelatih: Ernst Heppel

Belanda harus menunggu hingga Piala Dunia Prancis untuk menutup luka di final yang telah berlalu dua dekade lamanya. Oranje memegang rekor tak terkalahkan sejak penyisihan grup, sementara Argentina harus melewati drama adu penalti untuk menyingkirkan Inggris di babak 16 besar.

Tim pimpinan Guus Hiddink tampil penuh percaya diri di Stade Veldrome dan mereka unggul di menit ke-12 melalui sepakan Patrick Kluivert dari dalam kotak penalti. Argentina merespons cepat ketertinggalan, karena lima menit kemudian mereka menyamakan skor melalui Claudio Lopez.

Pertandingan memanas di sisa 20 menit, di mana wasit Arturo Brizio mengeluarkan masing-masing satu kartu merah untuk kedua tim. Arthur Numan mendapat kartu kuning kedua di menit 76 akibat menekel Diego Simeone, lalu Ariel Ortega yang harus keluar lapangan di sisa tiga menit pertandingan gara-gara menanduk penjaga gawang Edwin van der Sar.

Belanda akhirnya memastikan laga tidak dilanjutkan ke perpanjangan waktu lewat gol cantik Dennis Bergkamp di pengujung laga. Meski begitu, mereka kembali gagal juara usai dihentikan Brasil lewat adu penalti di semi-final.

Susunan pemain
Belanda: Van der Sar, Reiziger, Stam, De Boer, Numan, Wim Jonk, Davids, De Boer (Overmars), Cocu, Bergkamp, Kluivert
Pelatih: Guus Hiddink

Argentina: Carlos Roa; Zanetti, Ayala, Chamot (Balbo), Sensini, Almeyda (Pineda), Simeone, Veron, Ortega, Lopez, Batistuta
Pelatih: Daniel Passarella

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di penyisihan grup Piala Dunia 2006 di Jerman. Tergabung di Grup C bersama Pantai Gading dan Serbia-Montenegro, Belanda dan Argentina mendominasi grup dengan memenangkan dua laga awal.

Mereka bertemu di partai penutup di Commerzbank-Arena, Frankfurt dengan kedua tim sudah menyegel tempat ke babak 16 besar. Skor imbang tanpa gol bertahan sampai wasit meniup peluit akhir dan tim besutan Jose Pekerman berhak menyandang status juara grup berkat keunggulan selisih gol.

Belanda secara mengejutkan kalah 1-0 dari Portugal di fase gugur, sementara Argentina berhasil mengandaskan perlawanan Meksiko. Sayang, mereka ditekuk tuan rumah Jerman di babak perempat-final lewat adu penalti.

Susunan pemain
Belanda: Van der Sarl Jaliens, Boulahrouz, Ooijer, Cler, Van der Vaart, Sneijder (Maduro), Cocu, Van Persie (Landzaat), Nistelrooy (Babel), Kuyt
Pelatih: Marco van Basten

Argentina: Abbondanzieri; Burdisso (Coloccini), G.Milito, Ayala, Cufre, Mascherano, Rodriguez, Cambiasso, Riquelme (Pablo Aimar), Tevez, Messi (Julio Cruz)
Pelatih: Jose Pekerman

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics