SPESIAL Final Liga Champions: Lima Laga Historis Derby Madrid

Berikut lima pertandingan historis Derby Madrileno antara Real Madrid dan Atletico Madrid.

Final bersejarah antara Real Madrid dan Atletico Madrid akan digelar pada akhir pekan ini di Lisabon. Final ini dikatakan historis karena menjadi pertama kalinya sepanjang sejarah, partai puncak mempertemukan dua tim dari kota yang sama.

Seperti yang diketahui, skuat klub asuhan Carlo Ancelotti dan juga Diego Simeone sama-sama berbasis di ibukota Spanyol, Madrid. Keduanya melangkah ke partai final kompetisi paling bergengsi di Eropa ini dengan perkasa.

Los Blancos mampu memuncaki babak grup, dan kemudian melibas tiga perwakilan Bundesliga Jerman, termasuk dua finalis 2012/13 yaitu Bayern Munich dan Borussia Dortmund, di babak gugur hingga akhirnya berhak memengang satu tiket final.

Sementara itu, Atletico juga lebih mengkilap, mereka mendapatkan tiket ke partai puncak dengan catatan tidak pernah kalah di sepanjang turnamen. Selain itu, mereka juga mendapatkan suntikan motivasi khusus setelah berhasil menyegel gelar juara La Liga di markas Barcelona akhir pekan lalu.

Lalu bagaimana dengan pertemuan keduanya akhir pekan ini? Untuk persiapan, berikut adalah lima laga historis kedua tim dalam pertandingan bertajuk derby Madrileno:

Butuh tiga pertandingan yang dibutuhkan dalam satu-satunya pertemuan antara kedua tim di kompetisi Eropa sebelumnya, ketika Real Madrid dan Atletico Madrid bertemu di babak semi-final Piala Eropa 1959.

Leg pertama digelar di Santiago Bernabeu, di mana Real mampu meraih kemenangan tipis 2-1. Namun, Atletico mampu meraih kemenangan 1-0 pada leg kedua yang digelar di kandang mereka dua pekan berikutnya.

Di era modern, kedua pertandingan itu cukup karena aturan gol tandang, tetapi saat itu belum tercipta aturan tersebut.

Pertandingan ketiga digelar di tempat netral, yaitu di Zaragoza. Real Madrid akhirnya meraih kemenangan di laga play-off tersebut dengan skor 2-1 berkat gol dari Alfredo di Stefano (foto tengah) dan Ferenc Puskas (foto kedua dari kanan). Kemenangan itu kemudian diikuti dengan kemenangan di final yang mencatatkan mereka menjadi juara untuk ke-empat kali secara beruntun.

Atletico Madrid mampu membalas dendam kekalahan dari Real Madrid di semi-final Piala Eropa, ketika keduanya bertemu di final Copa del Rey 1960.
Ini merupakan pertama kalinya Atletico berhasil menjadi juara di ajang Copa del Rey. Dan fakta bahwa pertandingan digelar di Bernabeu, membuat kemenangan Rojiblancos semakin manis.
Namun, Atletico tidak meraihnya dengan mudah ketika Puskas berhasil membawa Real Madrid unggul terlebih dahulu. Namun, gol dari Enrique Collar, Miguel Jones Castillo dan Joaquin Peiro (foto di atas) memastikan mereka menjadi juara.

Pertandingan ini mungkin menjadi satu-satunya hal di musim 1999/00 yang ingin diingat oleh suporter Atletico Madrid.

Musim ini merupakan salah satu musim terburuk dalam sejarah Atletico, di mana mereka harus merasakan pahitnya degradasi. Namun, ada satu momen yang bisa dikenang, yaitu ketika mereka menaklukkan Santiago Bernabeu.

Atletico Madrid yang saat itu dilatih Claudio Ranieri meraih kemenangan dengan skor 3-1 berkat dua gol dari Jimmy Floyd Hasselbaink (foto atas) dan satu gol tambahan dari Jose Mari. Sementara itu, gol tuan rumah dicetak oleh Fernando Morientes.

Atletico hanya mampu meraih kemenangan sebanyak sembilan kali di La Liga pada musim itu, dan kemenangan di Bernabeu ini adalah salah satunya.

Real Madrid datang ke Vicente Calderon dengan tugas wajib menang mengingat mereka membutuhkan tiga angka untuk mencegah Barcelona asuhan Pep Guardiola menjadi juara La Liga untuk ke-empat kali secara beruntun.

Cristiano Ronaldo membuka keunggulan tim tamu, tetapi Atletico Madrid berhasil menyamakan kedudukan melalui Radamel Falcao pada babak kedua. Namun, skuat asuhan Jose Mourinho kembali unggul berkat gol Ronaldo, sebelum ia melengkapi hat-tricknya melalui penalti, sekaligus memperlebar kedudukan. Jose Callejon kemudian menambah penderitaan Atletico melalui golnya di injury time.

Kekalahan ini juga merupakan pertandingan derby Madrid pertama bagi pelatih Atletico, Diego Simeone, yang menjadi pelatih kepala di Vicente Calderon sejak Desember 2011.

Pelatih Atletico Diego Simeone mengetahui dengan sangat baik bagaimana mengobati luka atas kekalahan telak 4-1 pada derby Madrid pertamanya. Pelatih asal Argentina itu membawa timnya meraih kemenangan pertama atas Real Madrid dalam 14 tahun, sekaligus menyabet gelar juara Copa del Rey.

Ronaldo sempat membuat Atletico gusar ketika golnya membawa Real Madrid unggul terlebih dahulu, tetapi Diego Costa dengan cepat menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan dari Radamel Falcao. Dan gol Miranda di perpanjangan waktu memastikan Atletico meraih gelar juara ketiga (setelah Liga Europa dan Piala Super Eropa) dalam 18 bulan Simeone berada di sana.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics