SPESIAL: Ini Dia Penyerang Yang Mesti Dipanggil Joachim Low

Ketika penyerang palsu gagal menunaikan tugasnya, sudah saatnya Joachim Low memberi kesempatan kepada sekumpulan penyerang murni berikut ini.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Bulan madu antara Jerman dan skema false nine sepertinya sudah mendekati masa-masa resesi. Indikasinya terlihat jelas ketika sang juara dunia tampil sangat tidak efisien menghadapi tuan rumah Polandia dalam partai lanjutan kualifikasi Euro 2016, Sabtu (11/9) lalu dan akhirnya harus takluk 2-0.
Jerman tampil dominan, mampu melepas 29 kali tembakan, sembilan di antaranya on target, namun tak satu pun yang bersarang ke gawang Polandia. Di samping kecemerlangan kiper lawan Wojciech Szczesny, harus diakui Die Mannschaft memang tak memiliki finisher yang mumpuni.
Thomas Muller kembali didaulat sebagai striker palsu, namun pemain yang tampil mengesankan di Piala Dunia 2014 dan mampu mencetak dua gol dalam laga pembuka kontra Skotlandia itu gagal menunjukkan ketajamannya. Mario Gotze, Andre Schurrle, dan debutan Karim Bellarabi yang saling bergerak dinamis dengan Muller memang mampu mencatat banyak peluang bersih, tapi hasilnya juga nihil.
Dalam jeda internasional Oktober ini, pelatih Joachim Low hanya memanggil satu striker murni, yakni Max Kruse yang hanya diberikan kesempatan bermain delapan menit di laga tersebut.
Low boleh saja berkilah bahwa ia mampu mempersembahkan trofi Piala Dunia kemarin dengan hanya bermodalkan satu striker asli dalam diri Miroslav Klose. Namun, dengan raihan buruk di Warsawa ini -- yang menjadi kekalahan perdana Jerman dalam 18 laga kompetitif terakhir -- Low mau tak mau harus mempertimbangkan untuk mencari alternatif permainan dan tidak melulu mengandalkan false nine.
Dan untuk jeda internasional berikut pada November mendatang dan di bulan-bulan selanjutnya, Goal Indonesia menyajikan beberapa alternatif striker murni yang kiranya bisa diangkut Low untuk mempertajam lini depan.

Nama Mario Gomez mungkin sudah diidentikan dengan cedera. Saat ini pun, sang striker Fiorentina masih mengalami cedera paha dan harus absen hingga pekan depan. Namun jika kondisinya fit 100 persen, Gomez akan menjadi striker beringas seperti yang ia perlihatkan di musim 2011/12 bersama Bayern Munich ketika sukses mencetak 41 gol yang menjadi catatan terbaiknya dalam semusim.
Pergerakannya memang terkesan lambat dan tidak sesuai dengan permainan dinamis ala Low. Akan tetapi, andai Jerman kembali menghadapi situasi mejal seperti saat melawan Polandia, Gomez bisa menjadi solusi tepat lewat insting tajamnya.

Striker jangkung ini sejatinya menjadi nominator utama di lini depan timnas Jerman berkat penampilan cemerlangnya bersama Bayer Leverkusen. Ya, Kiessling selalu berhasil menembus dua digit gol dalam tiga musim terakhir. Bahkan di awal musim 2014/15 ini, Kiessling sudah mencetak sepuluh gol di semua ajang. Akan tetapi satu masalah besar menghadang: perselisihannya dengan Low.
“Selama Low masih melatih timnas, saya akan menolak panggilannya,” ketus Stefan Kiessling di suatu waktu. Kiessling, yang sudah diberikan enam caps oleh Low sejak debutnya pada 2007, dilaporkan masih memendam kekesalan lantaran Low tidak memberikan respek kepadanya. Namun, publik Jerman akan dengan senang hati menyambut Kiessling jika ia bersedia menarik kembali ucapannya itu.

Kevin Volland mencuri perhatian ketika namanya masuk dalam skuat sementara Jerman untuk Piala Dunia 2014 lalau dan bahkan sudah melakukan debut. Kendati Low pada akhirnya mencoretnya dan lebih memilih membawa satu striker (Miroslav Klose) ke Brasil, Volland sudah terlanjur mendapat sorotan yang mungkin membuatnya sedikit tertekan sehingga ia gagal mencetak satu gol pun di awal musim 2014/15 bersama Hoffenheim.
Namun, melihat grafik permainannya yang terus meningkat sejak 2012, striker berusia 22 tahun yang disebut-sebut memiliki kemiripan gaya bermain dengan Klose ini tetap berpeluang kembali masuk timnas. Terlebih, Volland saat ini berstatus sebagai kapten timnas Jerman U-21.

Satu angkatan dengan Volland adalah Pierre-Michel Lasogga. Menjadi salah satu striker yang paling berprospek di Jerman, Lasogga terus menumbuhkan optimisme itu lewat performa apiknya sepanjang musim lalu dengan mampu mencetak 13 gol di Bundesliga. Catatan ini membuat Hamburg mempermanenkannya dari Hertha Berlin pada musim panas ini.
Lasogga memiliki kemampuan duel udara lewat posturnya yang tinggi besar dan menjadi ancaman konstan dalam situasi set piece. Merupakan pemain yang pas jika Low memilih bermain menggunakan bola-bola panjang.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics