SPESIAL: Kembali Jadi Klub Terkaya, Apa Rahasia Real Madrid?

Madrid tidak hanya menorehkan tinta emas di lapangan, tapi juga superior secara finansial. Apa rahasia mereka menjadi klub terkaya dunia untuk kesepuluh kali beruntun?

OLEH PETER STAUNTON PENYUSUN DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Superioritas Real Madrid di lapangan hijau musim lalu berlanjut ke masalah finansial, dengan Los Merengues menyabet “Doble Decima” setelah diumumkannya Deloitte Money League 2015.

Setelah penantian panjang, Los Blancos akhirnya mengamankan titel kesepuluh di Liga Champions dengan membekuk rival sekota mereka, Atletico Madrid, di Lisbon. Sekarang, mereka memulai tahun dengan prestasi luar biasa lainnya, dari luar lapangan, mencatatkan diri sebagai klub berpenghasilan tertinggi di dunia untuk kesepuluh kali secara konsekutif.

Kerja keras skuat polesan Carlo Ancelotti di lapangan dalam 12 bulan terakhir tidak hanya berbuah manis dengan raihan trofi, tapi juga didukung peningkatan pendapatan yang konsisten. Menurut Money League 2015, Si Putih membuat rekor €549,5 juta selama musim 2013/14, atau naik sekira €31 dari tahun sebelumnya.

“Dengan pendapatan hampir €550 juta, sukses periklanan yang berkelanjutan serta segera dimulainya renovasi stadion, sangat mungkin Los Merengues akan terus menikmati posisi puncak hingga edisi tahun depan,” demikian pernyataan resmi Deloitte.

Sementara itu, rival utama Madrid di kompetisi domestik, Barcelona juga mengalami peningkatan pendapatan meski tak terlalu signifikan, hanya €2 juta menjadi €484,6 juta dalam 12 bulan. Tak heran jika The Catalans harus puas merosot dari urutan dua menjadi empat, disalip Manchester United dan Bayern Munich yang kini berada di depan mereka. Bisa jadi, ini merupakan sinyal penurunan sukses Blaugrana yang sempat bertahan lama di era Pep Guardiola.

Seperti diketahui, ketika Jose Mourinho dan Guardiola memimpin dua tim raksasa dalam pertarungan klasik, tampak sulit mengalahkan keduanya baik dalam sepakbola maupun komersial. Sayang, Blaugrana harus membayar mahal keterpurukan mereka dalam beberapa musim terakhir serta kisruh di manajemen. Sebaliknya, Real seolah bangkit dari masa sulit berkat stabilitas penampilan dan proyek “mesin uang”.

Deloitte Money League menilai pendapatan sebuah klub dari tiga kategori berbeda - pertandingan, hak siar dan komersial, di mana Madrid mencatat pemasukan besar di ketiganya.

Total pendapatan pertandingan Madrid saat ini berada di angka €113,8 juta. Meski jumlah ini berada di bawah Barcelona dan United, pendapatan pertandingan Los Blancos diyakini bakal terus meningkat setelah proyek renovasi Santiago Bernabeu senilai €400 juta rampung.

Pembangunan area pertokoan, hotel dan restoran termasuk yang direncanakan dalam proyek yang dibuat perusahaan Jerman, GMP. Dengan peningkatan pembangunan di sekitar stadion, diprediksi bakal membuat kocek Madrid makin tebal. Renovasi Bernabeu rencananya bakal dimulai musim panas tahun ini dan dijadwalkan rampung di musim 2020/21, sementara soal biaya, Madrid diharapkan dapat menutupnya dengan menjual hak nama.

Perusahaan produsen Adidas membantah berhasil menjual 345 ribu jersey “James 10” dalam 48 jam setelah bintang Kolombia direkrut di musim panas lalu. Namun, sebuah perusahaan olahraga mengklaim Madrid menjual rata-rata 1,6 juta jersey per musim, paling banyak diantara tim lainnya di planet bumi.

Madrid juga meraup pendapatan tinggi dari iklan, naik dari €211,6 juta menjadi €231,5 juta setelah klub menikmati kesepakatan sponsor dengan perusahaan penerbangan Emirates. Tidak hanya itu, pasukan Ancelotti juga mendapat untung besar dari kerja sama dengan merk global seperti Microsoft, Bwin, IPIC dan Samsung. Kontrak kerja sama dengan Adidas saja bisa mencapai €40 juta per musim.

Pendapatan hak siar juga lumayan menggembirakan buat Madrid setelah mengantungi €204,4 juta dan menjadi tim pertama dalam 18 tahun sejarah Deloitte Money League yang mampu menembus angka lebih dari €200 juta hanya dari hak siar. Perjalanan Madrid melaju ke final Liga Champions berperan besar dalam mendorong pendapatan hak siar. Si Putih mengeruk €20,5 juta dari “market pool” yang didapat dari total hak televisi di pasar domestik. Lebih lanjut, mereka dikabarkan mengeruk €140 juta cuma dari pertandingan La Liga musim lalu, jauh mengalahkan sang juara Atletico Madrid yang cuma mengantungi €42 juta.

Manchester United kemungkinan akan mengalami penurunan tahun depan, karena absensi mereka di Liga Champions musim ini. Tapi, Setan Merah punya peluang bangkit jika mampu kembali ke kompetisi antarklub terelite Eropa.

“Situasi Manchester United cukup menarik di Money League tahun depan, mengingat mereka tidak tampil di Liga Champions taun ini, kami memprediksi mereka menurun - bahkan mungkin tidak menembus lima besar.” jelas manajer senior Deloitte, Austin Houlihan kepada Goal.

“Tapi di tahun berikutnya, dengan mereka lolos ke Liga Champions, bukan tidak mungkin Manchester United kembali ke posisi puncak.

Dengan rencana renovasi Bernabeu, kesepakatan iklan hingga beberapa tahun ke depan serta pendapatan hak siar, status klub super kaya bakal disematkan di Madrid untuk periode yang tidak sebentar.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics