SPESIAL: Komparasi Line Up Derby Madrid Di Final Liga Champions & Sekarang

Seberapa besar perubahan yang terjadi pada wajah kedua tim dibandingkan laga Mei silam di Lisbon?

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA & AHMAD REZA HIKMATYAR
Tak sampai empat bulan setelah berduel di final Liga Champions 2013/14, Real Madrid dan Atletico Madrid akan mengadu kekuatan lagi pada jornada ketiga musim baru Primera Division Spanyol.

Pertandingan di Santiago Bernabeu pada Sabtu (13/9) bukan gelaran pertama El Derbi Madrileno di kampanye 2014/15 ini. Mereka sebelumnya telah dua kali bertanding di ajang tirai pembuka musim, Supercopa de Espana, dengan Atleti keluar sebagai pemenang lewat skor agregat 2-1.

Namun demikian, boleh dibilang laga ini bakal menjadi kesempatan pertama bagi kedua tim untuk menunjukkan wajah baru mereka seutuhnya lantaran dipentaskan usai penutupan jendela transfer musim panas dua pekan silam. Artinya, segala transaksi terkait arus masuk maupun keluar pemain telah kelar, termasuk yang dilakukan pada hari deadline bursa.

Nah, bagaimana kira-kira perubahan tampilan kedua kubu bila dibandingkan dengan pertempuran di Lisbon pada 24 Mei silam? Berikut ulasan dua pandit Goal Indonesia, yaitu Gunawan Widyantara (Madrid) dan Ahmad Reza Hikmatyar (Atletico).

*) Cetak tebal = pemain baru
Perubahan di sektor kiper dengan menempatkan Keylor Navas di bawah mistar gawang sulit dielakkan setelah kiper tim nasional Spanyol Iker Casillas kebobolan empat gol di Anoeta. Di lini belakang, cedera Dani Carvajal berpotensi menggeser posisi Ramos sebagai bek kanan dan lubang di sektor sentral pertahanan akan dihuni Raphael Varane. Mengubah komposisi ini bisa menjadi perjudian bagi pelatih Carlo Ancelotti mengingat Alvaro Arbeloa belakangan gagal memperlihatkan aksi impresif sementara Nacho masih terlalu muda.

James Rodriguez, Toni Kroos dan Luka Modric jadi andalan baru di sektor gelandang setelah Angel Di Maria hengkang ke Manchester United dan Xabi Alonso berkostum Bayern Munich sementara Sami Khedira cedera hingga Assier Illarramendi jadi pelapis di bench. Suntikan kreativitas dari dua pemain anyar jadi pelengkap visi bermain dan akurasi umpan Luka Modric untuk memastikan suplai bola pada trio BBC di lini depan tidak terputus.

Andai Cristiano Ronaldo dinyatakan kurang fit untuk tampil di laga derby, Isco bisa jadi solusi di lini tengah dengan mendorong bintang Piala Dunia Kolombia ke lini depan.
Ikuti Gunawan Widyantara di

*) Cetak tebal = pemain baru
Kedahsyatan Atletico Madrid dengan skuat yang mengedepankan kolektivitas begitu terasa di sepanjang musim 2013/14. Berpusat pada ketajaman Diego Costa di lini depan, kuartet bek yang diisi oleh Felipe Luis, Miranda, Diego Godin, dan Juanfran membuat mereka merengkuh gelar La Liga Spanyol dan mencapai partai puncak Liga Champions.
Tak pelak, deretan pahlawan Los Rojiblancos musim lalu pun laris manis di bursa transfer. Tiga pilar mereka, yakni Diego Costa, Felipe Luis, dan Thibaut Courtois diboyong Chelsea. Sementara sang supersub macam Adrian Lopez dan Diego Ribas juga dilepas.
Sebagai gantinya, Atletico mendatangkan Mario Mandzukic, Antoine Griezmann, Guilherme Siqueira, Jan Oblak, dan sederet transfer mumpuni lainnya. Terlihat benar jika sang pelatih, Diego Simeone, tak ingin mengubah formasi dasar 4-2-3-1 yang mengantarkan mereka pada kesuksesan musim lalu.
Mandzukic diplot mengisi pos Costa, Siqueira untuk Felipe, sementara yang mengejutkan adalah Miguel Moya yang lebih dipercaya menggantikan peran Courtois di bawah mistar ketimbang Oblak. Hasilnya? Dari empat pertandingan kompetitif yang sudah dilakoni, Gabi cs sukses meraup dua kemenangan tanpa pernah kalah, yang di antaranya mengehempaskan Real Madrid dalam ajang Piala Super Spanyol.
Ikuti Ahmad Reza Hikmatyar di

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics