SPESIAL: Lego Cesc Fabregas, Barcelona Blunder?

Belum rampung problem lini belakang, Barcelona menambah pekerjaan rumah di lini tengah.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Di tengah suka cita menyambut detik-detik pembukaan Piala Dunia di Brasil, pecinta sepakbola tiba-tiba dihebohkan dengan berita kesepakatan Barcelona dengan Chelsea untuk transfer Cesc Fabregas.

Setelah mendapat dana segar hasil penjualan David Luiz ke Paris Saint-Germain, The Blues bergerak cepat memutar uang. Tepat dengan bocoran yang dibeberkan Gerard Pique, fulus 33 juta euro digelontorkan tim Jose Mourinho untuk mendaratkan Fabregas ke Stamford Bridge - plus insentif 3 juta euro tergantung jumlah penampilan - dengan durasi kerja sama lima tahun.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang di Barcelona di mana saya menikmati tiga tahun yang menyenangkan. Ini klub masa kecil saya dan saya akan selalu bangga dan terhormat pernah memiliki kesempatan bermain untuk tim hebat ini.

“Sangat penting bagi saya transfer ini dirampungkan sebelum Piala Dunia jadi pikiran saya sekarang hanya akan fokus membantu negara mempertahankan trofi,” aku pemain kelahiran 4 Mei 1987.

Bagi Chelsea, kedatangan Fabregas bisa jadi kabar menggembirakan menyusul keputusan kepergian Frank Lampard beberapa waktu lalu. Pemain 27 tahun diyakini bisa menambal lubang di tengah yang ditinggal pemain paling subur sepanjang sejarah klub London biru. Tapi, bagaimana dengan Blaugrana? Tepatkah keputusan mereka melepas Fabregas?

Dua musim lalu, nama-nama seperti Thiago Alcantara dan Fabregas disebut-sebut sebagai suksesor natural buat Andres Iniesta dan Xavi Hernandez di Camp Nou. Namun, Blaugrana sepertinya punya pandangan lain sehingga melepas Alcantara ke Bayern Munich untuk mengikuti jejak pelatih Pep Guardiola, padahal ketika itu namanya tengah melambung menyusul penampilan impresif dengan membawa timnas Spanyol U-21 juara Piala Eropa junior dua kali konsekutif pada 2011 dan 2013.

Tepat semusim setelahnya, giliran bocah Catalan yang dibiarkan pergi untuk “menyelesaikan urusan yang belum selesai di Liga Primer” seperti yang diungkapkan Fabregas dalam surat terbukanya untuk fans Blaugrana.

Melihat penampilan pemain bernomor punggung empat tiga tahun ke belakang, para pendukung tim Catalan pantas menyayangkan keputusan manajemen melepas Fabregas. Pemain internasional Spanyol ini termasuk gelandang produktif, tidak hanya dalam menyumbang gol tapi juga menyuplai umpan-umpan matang untuk rekan setimnya. Itu terbukti dari torehan 19 assist - angka tertinggi Barca di La Liga - musim lalu yang diukir Fabregas.

Apalagi jika mengingat usia Iniesta dan Xavi yang kepala tiga. Xavi bahkan sudah 34 tahun dan ramai diberitakan bakal angkat koper dari Camp Nou. Peran Iniesta dan Xavi di Barca memang tak perlu diragukan, keduanya menjadi kunci sederet titel yang diraih The Catalans.
Namun membandingkan penampilan ketiganya di semua kompetisi musim lalu, Fabregas lebih unggul dibadingkan dua seniornya. Xavi melahap 3.586 menit penampilan dan menyumbang empat gol serta enam assist dalam prosesnya, sementara Iniesta tercatat menjalani 3694 menit pertandingan dengan toehan tiga gol dan 13 assist.

Mantan skipper Arsenal ternyata mengantungi menit bermain lebih banyak dibandingkan dua kompatriotnya, 3748, pun dengan catatan gol (13) dan assist (22).

Problem lini belakang menyusul kepergian Carles Puyol belum rampung, pekerjaan rumah Barca kini bertambah dengan tuntutan menemukan gelandang kreatif untuk melapis dua jenderal lapangan tengah. Memulangkan Gerard Deulofeu dan Rafinha Alcantara dari status pinjaman bisa dibilang sebagai langkah antisipasi Blaugrana untuk mengisi kekosongan baris kedua. Sementara rumor kedatangan Ivan Rakitic, gelandang 26 tahun yang membawa Sevilla kampiun Liga Europa musim lalu, juga terus mengemuka dengan kemungkinan proses transfer akan dirampungkan di Brasil.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics