SPESIAL: Lima Alasan FC Internazionale Mampu Bekuk Juventus

FC Internazionale datang ke markas Juventus sebagai tim yang tidak diunggulkan, tetapi masih ada faktor-faktor yang bisa memberikan kemenangan bagi La Beneamata, apa saja?

OLEH TEGAR PARAMARTHA
Salah satu pertandingan terbesar di Italia akhirnya kembali digelar, laga antara Juventus dan FC Internazionale, yang bertajuk Derby D'Italia akan dilangsungkan pada Rabu dini hari (7/1) di Juventus Stadium.

Si Nyonya Tua masih mempertahankan keperkasaannya dalam beberapa musim terakhir dengan bertengger di puncak klasemen sementara Serie A Italia. Sebaliknya di kubu Inter, La Beneamata masih belum bisa menemukan performa terbaik sejak merengkuh Treble Winners yang historis lima tahun silam.

Tetapi hal tersebut tidak membuat peluang skuat asuhan Roberto Mancini meraih poin penuh di markas Juve menjadi sepenuhnya nol. Ada beberapa alasan yang bisa membuat Inter membungkam semua ekspektasi dengan meraih kemenangan, berikut ulasan redaksi Goal Indonesia.

Tangan Dingin Mancini

"Inter pernah menang di Turin melawan Juventus dengan dia [Roberto Mancini]," ungkap Diego Milito mengisyaratkan bahwa pelatih asal Italia tersebut tahu bagaimana cara menaklukkan Bianconeri.

Ya, rekor Mancini bersama Inter saat menghadapi Juventus tidak terlalu buruk. Dalam sembilan pertandingan di semua ajang, Mancini merasakan tiga kekalahan, tiga kali imbang dan tiga kali meraih kemenangan. Namun, jika diperkecil lingkupnya ke Serie A saja, maka Mancini hanya sekali menang, dua seri dan tiga kali kalah.

Dua kemenangan lain didapatkan Mancini kala Inter menaklukkan Juventus pada Piala Super Italia 2005, kemudian pada laga semi-final Coppa Italia di kandang Juventus.

Bagaimanapun juga, Mancini telah menjadi salah satu pelatih terbaik untuk Inter, dan demi kebangkitan klub dan juga demi gengsi, ia akan bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan di pertandingan tengah pekan nanti.

Kenangan November 2012

Masih segar dalam ingatan ketika Inter secara mengejutkan berhasil memukul Juventus di kandang sendiri pada November 2012 dengan skor 3-1 berkat gol yang diciptakan oleh Diego Milito (dua gol) dan Rodrigo Palacio.

Saat itu, La Beneamata datang ke Juventus Stadium dengan beban mission impossible, karena Juventus memegang catatan tidak pernah terkalahkan di kandang barunya tersebut. Terlebih lagi ketika tuan rumah berhasil unggul satu gol ketika laga menginjak menit pertama melalui Arturo Vidal.

Sementara Inter tampak tidak dinaungi keberuntungan, dengan beberapa peluang emas tersiakan di sisa waktu paruh pertama. Tetapi pada babak kedua, Inter berhasil bangkit, penalti Milito membuat kedudukan kembali seimbang saat pertandingan menyentuh waktu satu jam.

Kemudian, Milito memastikan Inter berbalik unggul 17 menit berselang, hingga Rodrigo Palacio menjadi penentu kemenangan Nerazzurri melalui gol telatnya sehingga skor berubah menjadi 3-1 dan tidak mungkin dikejar oleh Juventus.

Kemenangan itu membuktikan bahwa Inter tetap tidak bisa dipandang sebelah mata meskipun sedang terpuruk dan menghadapi lawan yang berada di puncak kejayaan. Dan, hal tersebut juga tidak mungkin kembali terulang pada tengah pekan nanti...

Ancaman Pemain Baru

Inter dipastikan mengamankan jasa striker asal Jerman, Lukas Podolski, dari Arsenal dengan status pinjaman di bursa musim dingin tahun ini. Meski mantan pemain Bayern Munich itu diragukan bisa langsung tampil melawan Juventus, kedatangan pemain sekaliber dia tentu akan mengangkat moril tim.

Pemain-pemain Inter, terutama di barisan depan seperti Mauro Icardi, Rodrigo Palacio atau Pablo Osvaldo akan lebih terlecut untuk dapat mengeluarkan kemampuan maksimal mereka jika tidak ingin terpinggirkan oleh pemain baru tersebut.

Terlebih lagi dengan masih belum berhentinya aktivitas Inter di bursa transfer Januari, yang berarti setiap pemain La Beneamata masih belum terjamin dari posisi inti bila kerap tampil angin-anginan.

Motivasi Rodrigo Palacio

Rodrigo Palacio memang tampil buruk usai mengantar Argentina menjadi runner-up Piala Dunia 2014, dengan gagal mencetak satu golpun untuk Inter setelah kembali dari pesta terbesar sepakbola di Brasil.

Namun catatan buruk itu berhenti tepat di pertandingan kompetitif terakhir Inter pada 2014, yaitu ketika menghadapi Lazio dalam laga lanjutan Serie A. Palacio akhirnya memecah kebuntuannya di musim 2014/15 dengan mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-80.

Dengan keberhasilannya mencetak gol perdana musim ini, ditambah lagi dengan kedatangan striker anyar seperti yang disebutkan sebelumnya, Palacio yang on fire akan berjuang mati-matian saat melawan Juventus untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis.

Faktor Psikologis Juventus

Dalam tiga tahun terakhir, Juventus selalu perkasa di Italia, jadi tidak salah jika mereka memiliki kepercayaan diri yang sangat besar dalam kompetisi domestik, dan salah satunya adalah ajang Piala Super Italia.

Keberhasilan merengkuh Scudetto pada tiga musim terakhir membuat Juve berhak menjadi finalis Piala Super Italia, dan di dua musim sebelumnya, Bianconeri selalu menang dengan meyakinkan, yaitu menumbangkan Napoli melalui babak tambahan dengan skor 4-2 (2012) dan kemudian menghancurkan Lazio 4-0 (2013).

Namun, cerita berbeda dialami oleh skuat asuhan Max Allegri musim ini. Kembali bertemu dengan Napoli, Juventus dipaksa menyerah melalui adu penalti pada laga yang digelar di Doha, Qatar. Dan tampak jelas skuat Bianconeri merasakan kejutan hebat usai pertandingan. Akibat kekalahan itu, bisa saja Juventus tidak bisa mengeluarkan performa terbaik mereka kala menjamu Inter tengah pekan ini, sehingga kemenangan kembali melayang.