SPESIAL: Lima Hal Yang Dinanti Dalam Bentrok Juventus Kontra Borussia Dortmund

Bentrok Juventus kontra Borussia Dortmund pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, menghadirkan berbagai hal yang layak dinanti publik sepakbola dunia.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Salah satu duel yang menjanjikan kualitas di babak 16 besar Liga Champions, segera tersaji di Juventus Stadium, manakala si empunya stadion, Juventus, bakal menjamu Borussia Dortmund, pada leg pertama babak 16 besar, Rabu (25/2) dini hari WIB.

Pertemuan ini jadi yang pertama kali, sejak bentrok kedua tim di final Liga Champions 1996/97. Kala itu Dortmund yang berstatus tim underdog mampu menghantam sang juara bertahan, Juve, dengan skor meyakinkan 3-1.

Setelah sekian lama diiringi porses jatuh bangun dalam sepasang dekade terakhir, kini La Vecchia Signora dan Die Borussen kembali dipertemukan di level yang sama. Dengan komposisi tim yang tentunya sudah sama sekali berbeda sejak 18 tahun silam, duel kali ini tetap memberi garansi paparan kualitas tinggi.

Karenanya, di samping duel Manchester City kontra Barcelona yang secara 'nominal' lebih besar, Goal Indonesia menyajikan lima alasan mengapa Anda juga tak boleh melewatkan laga antara Juve dan Dortmund. Simak!

Sepanjang sejarah, Juventus dan Dortmund sudah bertemu sebanyak tujuh kali. Dalam jumlah tersebut, Si Nyonya Tua unggul dengan empat kemenangan, sekali imbang, dan menelan dua kekalahan. Namun dua kekalahan itu terjadi pada sepasang pertemuan terakhir kedua klub.

Pertama terjadi di babak fase grup Liga Champions musim 1995/96, dengan Dortmund unggul tipis 2-1. Kekalahan itu jadi cacat dalam keberhasilan Juve merengkuh manisnya gelar Liga Champions terakhir mereka pada musim tersebut.

Kedua jauh lebih menyakitkan, karena terjadi di partai final Liga Champions musim 1996/97. Kala itu Alessandro Del Piero cs kalah 3-1 dan harus merelakan Si Kuping Lebar jatuh ke tangan Karl-Heinz Riedle cs. Bentrok tersebut jadi pertemuan terakhir mereka.

Karenanya aroma balas dendam kental mengaduk kubu Juve. Bermain di Juventus Stadium dengan kondisi tim yang di atas kertas lebih baik, kemenangan yang bermuara pada kelolosan akan jadi pembalasan dendam sempurna bagi Sang Kekasih Italia.

Duel leg pertama akan dilangsungkan di Juventus Stadium, markas Juventus. Stadion yang baru diresmikan pada 2011 ini amat terkenal dengan keangkerannya terhadap tim tamu. Catat saja, sepanjang pemakaiannya, La Vecchia Signora hanya pernah kalah sebanyak empat kali!

Di Eropa rekor ini lebih mengerikan, karena Juve tak pernah mengecap satu pun kekalahan dalam sepuluh pertandingan terakhir. Rekornya adalah lima kali menang dengan sisanya berakhir imbang.

Namun perlu dicatat, jika kekalahan terakhir mereka di kompetisi Benua Biru terjadi saat Juve menjamu Bayern Munich, yang notabene adalah tim asal Jerman. Torehan itu terjadi di leg kedua babak perempat-final Liga Champions musim 2012/13, lewat skor 2-0. Akankah Dortmund mengikuti jejak kolega senegaranya tersebut?

Terpuruk ke dasar klasemen Bundesliga hingga selesai putaran pertama lalu, Dortmund kini telah bangkit dengan menorehkan kemenangan dalam tiga spieltag terakhir. Karenanya, tim asuhan Jurgen Klopp terbang ke Turin dengan rasa kepercayaan diri yang jauh lebih baik.

Kebangkitan tersebut tak bisa dimungkiri lagi terjadi berkat performa brilian sang ujung tombak, Pierre Emerick Aubameyang. Dalam tiga kemenangan tersebut, secara sensasional sang penyerang asal Gabon mampu mencetak gol di semua partai, dengan rincian empat gol dan dua assist.

Ketajaman itu lahir berkat transformasi posisi yang dilakukan Klopp pada Aubameyang. Kerap beroperasi sebagai winger, pemain berusia 25 tahun ini dipatenkan posisinya sebagai striker tunggal dalam skema 4-2-3-1. Dengan performa seperti itu ditambah pengetahuannya akan sepakbola Italia, lulusan akademi AC Milan ini bakal jadi ancaman utama barisan pertahanan Juve,

Duel menghadapi Juventus akan jadi nostalgia bagi striker baru Dortmund asal Italia, Ciro immobile. Sudah bukan rahasia dan jadi cerita lama jika penyerang berusia 25 tahun ini merupakan porduk asli akademi Juventus. Dirinya bahkan melakoni debut profesionalnya bersama Tim Hitam-Putih.

Namun Immobile tak pernah benar-benar mendapat kepercayaan dari Juve. Dia terus dipinjamkan kesana-kemari, mulai dari AC Siena, Grosseto, Pescara, Genoa, hingga mapan di Torino.

Bersama musuh sekota Juve itu, Immobile membuat pembuktian kualitas dengan menjadi top skor Serie A Italia 2013/14, lewat 22 gol. Bukannya ditarik untuk jadi Juventino, striker pirang ini malah dijual secara penuh ke Dortmund seharga €19,4 juta, di bursa musim panas lalu.

Kini jelang lawatan keduanya di J Stadium, mampukah Immobile menyakiti klub idamannya semasa kecil tersebut?

Juventus dikenal sebagai salah satu tim penghancur Jerman. Sepanjang sejarahnya, Si Nyonya Tua sudah bersua dengan tim Negeri Panser sebanyak 44 kali.

Dari catatan tersebut, Juve bisa dibilang superior dengan sukses mengemas 23 kemenangan, 14 kali kalah dan sisanya berakhir seri. Ketika bermain di Italia, La Fidanzata d'Italia bahkan sanggup membukukan 14 kemenangan dan hanya menderita empat kekalahan, dari 20 bentrokan yang tersaji.

Namun superioritas itu kini seidikit diragukan, karena Juve gagal meraih sebiji pun kemenangan dalam empat pertemuan terakhir melawan tim jerman. Dengan seluruhnya menghadapi Bayern Munich, mereka hanya sanggup menahan The Bavarian sekali saja sementara sisanya berujung kekalahan.

Kemenangan terakhir Juve atas tim Jerman terjadi di babak 16 besar Liga Champions 2005/06. Kala itu gol Emerson memanfaatkan blunder Tim Weise di detik terakhir laga, memenangkan La Vecchia Omcidi lewat skor tipis 2-1.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics