SPESIAL: Lima Laga Terbaik Makan Konate Di Musim 2014

Sukses mengantarkan Persib Bandung menjadi raja sepakbola nasional, Makan Konate memborong penghargaan Goal Indonesia dan berikut lima aksi terbaik Konate di ISL 2014...

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter
Makan Konate, gelandang Persib Bandung, menyambar tiga penghargaan dari Goal Indonesia sebagai Gelandang Terbaik, Pemain Asing Terbaik dan gelar paling bergengsi Pemain Terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014.

Piawai menyusun serangan, berani berduel dan menjadi pencetak gol terbanyak klub untuk mengantarkan Maung Bandung jadi raja sepakbola di Indonesia, tak heran pemain Mali ini sering mendapat pujian di sepanjang musim dan menjadi idola baru di si Jalak Harupat.

Berikut lima aksi terbaik Makan Konate di ISL 2014:

Persib membuka petualangan menghapus dahaga gelar juara dengan menjamu Sriwijaya FC di Soreang pada sebuah laga yang terbilang emosional bagi sejumlah pemain dari kedua tim.

Bagaimana tidak, sejumlah mantan pemain Pangeran Biru memperkuat Laskar Wong Kito, begitu juga sebaliknya.

Akan tetapi, justru Makan Konate yang mencuri perhatian Bobotoh di stadion. Aksinya sejak menit pertama merepotkan barisan pertahanan Sriwijaya dan memaksa kiper Fauzi Toldo melakukan sejumlah penyelamatan. Satu tembakannya di babak pertama mengenai mistar gawang.

Pada laga ini Persib unggul tipis 1-0 melalui gol Konate dari titik putih usai Anis Nabar kedapatan handball di kotak terlarang. Secara keseluruhan pertandingan ini kurang menjanjikan bagi Maung karena lini depan tim terlihat belum padu namun kelahiran bintang anyar Bobotoh sudah terlihat di depan mata.

Duel dua gelandang kreatif antara Makan Konate dan Gustavo Lopez menjadi latar belakang pertandingan sarat gengsi ini.

Sebelumnya Gustavo sempat digosipkan berseragam Maung namun akhirnya jatuh ke pelukan Singo Edan dan sepertinya duel kedua tim jadi ajang pembuktian kualitas masing-masing pilar asing.

Arema tampil istimewa dan menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 2-0 melalui aksi Samsul Arif dan Lopez. Tetapi Persib bangkit di babak kedua dan menyamakan kedudukan melalui gol Djibril Coulibaly dan Firman Utina.

Aksi Konate pada menit 83 meyempurnakan kebangkitan Maung di hadapan pendukung sendiri. Arema gagal mencuri angka di Soreang.

Duel emosional Sriwijaya kontra Persib episode kedua tercipta di awal September lalu di Jakabaring dan berjalan lebih seru dari sebelumnya.

Pada pertadingan ini Konate menyumbang satu gol kemenangan Persib dan gol tersebut merupakan gol 'perdana' laga tandang sang bintang.

Konate memang pernah menggetarkan jala gawang saat dijamu Persita namun pada saat itu Pendekar Cisadane memainkan laga di kandang Maung, si Jalak Harupat.

Nama Konate semakin sering disebut loyalis Persib usai menjadi pahlawan kemenangan Persib atas Arema Cronus di laga semi-final ISL 2014 di Jakabaring dan Persib pun tinggal selangkah lagi menorehkan tinta emas sejarah panjang klub.

Duel kedua tim berjalan ketat dan Arema berhasil membuka skor di awal babak kedua melalui gol Beto.

Dalam posisi tertinggal determinasi tinggi tetap diperlihatkan Maung dengan menggempur pertahanan Arema hingga berhasil babak tambahan waktu berkat gol yang dicetak Vujovic tujuh menit sebelum waktu normal habis.

Di masa perpanjangan waktu, giliran Persib yang memberi kejutan dengan mencetak gol cepat melalui Atep memanfaatkan umpan Makan Konate dan gelandang asing Persib ini menyempurnakan malam dengan menyegel kemenangan 3-1 Maung atas Singo.

Pesta juara yang dinanti jutaan bobotoh sudah di depan mata. Persipura Jayapura, tim yang menjadi kekuatan spesial di sepakbola Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang menjadi rintangan terakhir ambisi Persib naik ke takhta raja sepakbola nasional.

Akan tetapi jalan menuju tangga juara memang tidak mudah bagi Persib. Ian Kabes mencetak gol cepat hingga Persipura di atas angin namun Persib bisa menyamakan skor jelang masa rehat. Gol bunuh diri Imanuel Wanggai menambah derita Mutiara Hitam yang sebelumnya harus bermain dengan sepuluh orang usai Bio Paulin mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Ferdinand Sinaga.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan Persib untuk menambah gol di paruh kedua di menit 52 oleh M Ridwan, sayangnya setelah unggul performa Maung malah mengendur.

Dengan sepuluh pemain Persipura balik merajalela dan menyamakan skor 2-2 melalui Boz Solossa di menit 79 hingga memaksakan babak tambahan waktu.

Hingga 2x15 menit tambahan waktu, skor tidak berubah hingga pemenang ISL 2014 harus ditentukan melalui adu penalti.

Mengemban tugas sebagai penendang pertama pada sebuah tim yang sudah lama merindukan gelar juara jelas bukan pekerjaan mudah. Berhasil menjebol gawang, moral tim terangkat namun andai gagal bencana bisa menghampiri.

Namun Makan Konate berjalan tegap menjaga fokus dan dengan tenang menuntaskan tugas dari titik putih mengarahkan bola ke sisi kiri gawang.

Semua eksekutor Persib berhasil menunaikan tugas dari titik putih sementara Nelsom Alom tak kuasa menundukkan I Made hingga stadion Jakabaring menjadi saksi pesta juara Persib.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.