SPESIAL: Lima Momen Paling Dinanti Dalam Bentrok AS Roma Kontra Juventus

Meski tak lagi menentukan, masih banyak momen berkualitas yang dinanti dari partai dua tim terbaik Italia Serie A 2013/14, AS Roma kontra Juventus.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Gelar scudetto Italia Serie A 2013/14 sudah resmi diraih Juventus pada Minggu (4/5) lalu. Torehan itu jadi catatan ketiga beruntun Si Nyonya Tua, sekaligus menasbihkan mereka sebagai satu-satunya klub Italia yang berhak memasang tiga bintang di logo klub.

Ironis bagi AS Roma sang pesaing, karena kepastian gelar scudetto untuk Juve terjadi akibat keteledoran mereka di Sisilia. Secara mengejutkan tim asuhan Rudi Garcia tampil flop dan kalah mengenaskan 4-1 dari tim penghuni dasar klasemen, Catania.

Imbasnya sesuai prediksi Goal Indonesia, laga seru Roma kontra Juve di giornata 37, Minggu (11/5) esok, jadi tak menentukan apapun. Selain Tim Hitam-Putih yang sudah juara, Tim Serigala juga sudah memastikan tempat mereka di pos runner-up, karena Napoli di tangga ketiga tak mungkin lagi menegjar defisit 13 poin.

Namun ketika kita sudah menyinggung ranah pertemuan kedua tim, percayalah duel sengit sarat gengsi dengan kualitas tinggi bakal jadi sajian. Sekalipun tak menetukan, bukan tanpa pertaruhan apapun, serpihan kecil momen-momen berkualitas masih layak dinanti para Romanisti dan Juventini sejati.

Goal Indonesia kemudian merangkai serpihan berserakan momen berkualitas tersebut, dalam lima momen paling dinanti dalam bentrok AS Roma kontra Juventus. Simak!

Roma dan Juve memang layak disebut sebagai dua tim terbaik Italia musim ini. Bagaimana tidak, selain gambaran posisi di klasemen, statistik juga membuktikan bahwa merekalah pemilik lini serang dan pertahanan terbaik Serie A.

Soal menyerang I Bianconeri sedikit lebih unggul dengan torehan 76 gol per partai. Kehadiran striker anyar yakni Carlos Tevez dan Fernando Llorente berarti krusial lewat sumbangsih 32 gol. Sementara I Lupi hanya terpaut tiga dengan 73 gol atau 2,02 gol per partainya. Skema false nine ala Rudi Garcia membuat lini kedua begitu efektif. Secara luar biasa 49 gol berhasil ditorehkan dari sektor krusial tersebut.

Sementara untuk lini pertahanan, kedua tim sungguh bersaing ketat. Sebelum menghadapi Catania pekan lalu, sejatinya Roma selisih empat gol kemasukan dari Juve. Namun sekarang keduanya berada dalam posisi setera, dengan kebobolan 23 gol. Mehdi Benatia dan Leonardo Bonucci jadi representasi terbaik pertahanan kedua tim, hingga hanya kemasukan 0,63 gol per partainya.

Bersama Juve, Roma jadi tim yang masih perawan di kandangnya sendiri untuk Serie A 2013/14. Ya, setiap kali Romanisti hadir di Olimpico Roma musim ini, bisa dipastikan jika senyum tak pernah hilang dari wajah mereka ketika pulang.

Tercatat 18 kemenangan sukses diraih Francesco Totti cs dari 21 duel yang sudah digelar di Olimpico, pada semua ajang musim ini. Jika kita kerucutkan di Serie A, Roma berhasil membukukan 15 kemenangan dan tiga hasil seri dari 18 laga.

Artinya persentase kemungkinan La Magicca menang di Olimpico mencapai 83,3 persen atau 2,67 poin per partainya! Rekor gol-nya pun menakjubkan dengan memasukkan 44 gol dan hanya kemasukan delapan gol saja. Menarik ditunggu, apakah Juve bisa jadi tim pertama yang memerawani Olimpico musim ini?

Sekali lagi, duel sengit sarat gengsi ini bukan tanpa pertaruhan meski tidak lagi menentukan. Masih ada torehan yang ingin dicapai kedua klub, pada sisa dua giornata Serie A 2013/14. Apalagi kalau bukan rekor poin dalam semusim kompetisi.

Hingga giornata ke-36, Roma sudah sukses menorehkan 85 poin. Sejatinya catatan itu sudah menjadi torehan tertinggi sepanjang sejarah klub. Namun bagai serigala, mereka pasti bernafsu mencapai angka maksimal di angka 91 poin, sebagai patokan untuk mecapai hasil lebih baik di masa depan.

Sementara bagi La Vecchia Signora satu poin sudah cukup bagi mereka, untuk bertengger bersama FC Internazionale sebagai tim penoreh poin terbanyak sepanjang sejarah Serie A. Namun lebih dari itu, target sejati mereka adalah menembus rekor 100 poin. Angka 102 poin bisa ditembus jikalau sukses menyapu bersih dua giornata sisa dengan kemenangan, termasuk melawan Roma esok.

Bentrok Roma dan Juve memberi garansi permainan atraktif yang saling menyerang. Satu pemandangan yang tak lazim kita saksikan di sepakbola Italia. Namun segalanya menjadi mungkin ketika kita menilik nama Rudi Garcia dan Antonio Conte yang ada di balik layar kedua kubu.

Bersama LOSC Lille selama lima musim, Garcia amat dikenal sebagai pelatih yang doyan menumpuk gelandang serang sebagai pelayan striker tunggal. Hasilnya brilian, hal itu dapat dilihat dari rerata 64,4 gol per musim sepanjang kiprahnya bersama Le Dogues. Filosofi itu dibawanya ketika menukangi Roma musim ini. Daniele De Rossi cs jadi tampil begitu atraktif nan efektif, tanpa melupakan kekokohan lini belakang.

Sementara Conte bisa dibilang sebagai pelatih pelopor sepakbola menyerang modern Italia. Bagai melanjutkan tongkat estafet filosofi Zdenek Zeman, pria berusia 43 tahun itu getol menggeber taktik ofensif melalui skema 4-2-4. Kurang berhasil di Juve, ia kemudian mengubahnya menjadi 3-5-2 modern yang kini malah begitu populer dan jadi panutan di Serie A.

Dahulu ketika berbicara duel Roma kontra Juve, publik pasti menyebut nama dua sahabat baik yang saling bersaing di sepanjang karier, yakni Francesco Totti dan Alessandro Del Piero. Kini era itu telah usai, karena nama terakhir sudah hijrah ke Australia.

Lantas siapa yang bakal meneruskan tongkat estafet keduanya sebagai panglima perang Roma-Juve? Anda mungkin sudah bisa menebak. Ya! Duo legendaris itu bakal terepresentasi dengan sangat baik oleh Daniele De Rossi dari pihak Il Giallorossi dan Claudio Marchisio untuk La Fidanzata d'Italia.

Sangat mirip, keduanya merupakan saingan hebat di dalam lapangan, tapi sahabat baik di luar lapangan. Selain itu De Rossi dan Marchisio sama-sama jadi tumpuan Timnas Italia, terutama untuk Piala Dunia 2014 esok. Semakin cocok, karena keduanya juga berasal dari akademi masing-masing klub.

Akan ada saat di mana Il Nuovo Principe dan Il Principino akan saling berpelukan dengan ban kapten yang melingkar di lengan kri masing-masing, untuk memimpin duel sarat gengsi Roma kontra Juventus!

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics