SPESIAL: Momen Manis Antonio Conte Bersama Juventus

Serie A baru saja kehilangan pelatih terbaik. Seorang allenatore yang mampu memberikan warisan tak terlupakan selama tiga tahun berkiprah di Juventus Stadium.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Belum selesai euforia berakhirnya Piala Dunia 2014, pencinta sepakbola langsung kembali dihadapkan pada kabar mengejutkan di level klub, tepatnya di Italia. Rabu (16/7), jawara Serie A Italia musim lalu, Juventus, resmi mengumumkan pengunduran diri pelatih mereka, Antonio Conte.
Sontak, kabar ini bagai petir di siang bolong mengingat Conte sebelumnya tidak menunjukkan gelagat bakal meninggalkan klub yang sudah menjadi personifikasi dirinya. Seperti diketahui, Conte melakoni 13 tahun penuh kesuksesan sebagai pemain dan ditambah dengan tiga tahun bersejarah sebagai pelatih Bianconeri sejak 2011.
Sebagai allenatore, Conte pergi mewariskan kejayaan. Yang paling mencolok tentu saja ia menjadikan La Vecchia Signora kembali naik takhta sebagai raja Italia untuk pertama kali semenjak kasus Calciopoli. Tak hanya merengkuh scudetto sekali, tapi tiga kali, dan bahkan dilakukannya secara beruntun. Dua titel Supercoppa Italiana juga turut mempermanis prestasinya di Juventus Stadium.
Kini, Massimiliano Allegri telah resmi ditunjuk menjadi penggantinya. Menarik untuk disimak apa yang bakal dilakukan Allegri di tengah pesimisme para Juventini yang meragukan kapasitas eks pelatih Cagliari dan AC Milan tersebut untuk meneruskan dinasti Conte. Tapi sebelumnya, ada baiknya kita menyimak perjalanan indah Conte selama tiga tahun menukangi Sang Kekasih Italia.

Usai menjalani musim yang mengecewakan dengan finis di urutan tujuh, Juventus melakukan perombakan untuk memulai musim 2011/12. Luigi Delneri dipecat dan digantikan oleh Antonio Conte yang baru saja mengantar Siena promosi ke Serie A. Partai kompetitif pertama Conte diawali dengan kemenangan 4-1 atas Parma yang juga menandai dibukanya kandang anyar klub, Juventus Stadium, pada September 2011. Rekrutan anyar Stephan Lichtsteiner menjadi pencetak gol perdana di era Conte yang diikuti pemain baru lain, Arturo Vidal. Conte memulai pekerjaannya di Turin dengan positif.

Pada akhir Maret 2012, Juventus masih tampak kesulitan dalam mempertahankan posisi puncak karena juara bertahan AC Milan berhasil mengejar. Laga Derby d'Italia kontra Internazionale di Juventus Stadium menjadi momen vital bagi Juve jika mereka masih ingin bersaing. Saat laga masih 0-0, Conte melakukan dua pergantian sukses. Leonadro Bonucci dan Alessandro Del Pier dimasukkan untuk mengubah formasi menjadi tiga bek. Del Piero dan Martin Caceres lalu sukses mencetak gol untuk memastikan Juve masih belum terkalahkan di mana liga masih menyisakan sembilan partai lagi.

Pada 6 Mei 2012, Juventus resmi merengkuh scudetto pertama mereka semenjak kasus Calciopoli yang dipastikan lewat kemenangan 2-0 atas tuan rumah Cagliari. Yang lebih istimewa, pada giornata terakhir Conte melengkapi musim debut nan gemilang di Serie A dengan tanpa menelan satu kekalahan pun usai menggebuk Atalanta 3-1. Sayang, di pekan berikutnya, Conte akhirnya harus menelan kekalahan di laga kompetitif usai dikalahkan Napoli di final Coppa Italia.

Musim 2012/13 menjadi musim kedua Conte. Namun, musim tersebut dinodai dengan kasus skandal pengaturan skor yang melibatkan Conte saat masih melatih Siena. Ia pun mendapat hukuman tak boleh mendampingi Juventus selama sepuluh bulan sebelum akhirnya dikurangi menjadi empat bulan seusai banding. Untungnya, Bianconeri tetap di jalur yang benar bersama kedua asisten Conte, Massimo Carrera dan Angelo Alessio. Dalam menjalani hukumannya, Conte tetap mampu mengontrol timnya saat bertanding dengan mengamati langsung dari tribun. Momen ini juga ditandai dengan batalnya pesta rekor tak terkalahkan Juventus dalam 50 laga setelah takluk 3-1 di kandang sendiri dari Internazionale.

Musim 2012/13 juga menandai kembalinya Juventus ke Liga Champions setelah dua musim absen. Meski mengawali tiga laga grup dengan hanya meraih hasil seri, Conte sukses mengantar timnya meraih kemenangan di tiga laga pamungkas dengan menggebuk Nordsjaelland, mengeliminasi juara bertahan Chelsea, dan menekuk Shakhtar Donetsk. Menjadi juara grup tanpa terkalahkan, Juve terus melaju ke perempat-final usai menyingkirkan Celtic dengan skor agregat mutlak 5-0 di babak 16 besar. Namun, Bayern Munich, yang nantinya menjadi juara, terbukti terlalu kuat bagi Juventus di mana mereka takluk 2-0 baik kandang maupun tandang.

Kekecewaan di Liga Champions akhirnya terobati di Serie A ketika Juventus sukses memastikan titel domestik secara beruntun. Pada 5 Mei melawan Palermo yang terancam degradasi, sepakan titik putih Arturo Vidal di babak kedua sudah cukup untuk memicu pesta di Juventus Stadium saat musim masih menyisakan tiga giornata. Kemenangan yang menandai titel resmi ke-29 itu sedikit ternodai oleh kartu merah Paul Pogba di akhir laga karena meludahi Salvatore Aronica.

Serie A musim 2013-14 tampak begitu mudah dilalui oleh Conte. Kematangan skuat yang telah ia bina selama dua tahun terakhir membuat Juventus praktis melaju tak terhentikan, hanya kalah dua kali dari Fiorentina dan Napoli sepanjang musim. Namun satu hal yang masih membuat Conte penasaran, yakni prestasi di Eropa. Kekalahan dari Galatasaray dalam partai terakhir fase grup yang sempat tertunda di Turki membuat Juventus tersingkir dari fase grup dan harus berlaga di Liga Europa. Mereka nyaris menembus final turnamen tersebut yang dilangsungkan di Juventus Stadium, namun Benfica menghentikan langkah mereka di semi-final.

Di dua giornata terakhir musim 2013/14, Juventus yang sudah dipastikan meraih scudetto masih menargetkan kemenangan untuk mengincar dua rekor. Kemenangan atas tuan rumah AS Roma membuat perolehan angka Juventus menjadi 99 poin yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Serie A. Dan kemenangan 3-0 atas Atalanta di partai pamungkas membuat Juventus sukses menembus tiga digit poin: 102 poin. Laga terakhir Conte bersama Juventus akan selalu diingat lewat pencapaian rekor yang mengesankan ini.
Grazie, Antonio Conte!

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics