SPESIAL: Momen-Momen Terbaik Liga Primer Inggris 2013/14

Liga Primer Inggris musim 2013/14 diwarnai banyak drama dan juga tragedi. Simak momen-momen terbaik dari EPL musim ini versi Goal.

Liga Primer Inggris 2013/14 telah usai, sebanyak 20 klub telah mengetahui nasib yang harus mereka terima di akhir musim.

Manchester City sukses keluar sebagai juara usai bersaing ketat dengan Liverpool dan juga Chelsea. Sementara Arsenal, berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions setelah sempat ketar-ketir dengan performa impresif Everton.

Sementara itu, kejutan juga terjadi di musim ini, juara bertahan Manchester United secara mengejutkan harus tercecer di posisi ketujuh klasemen akhir EPL sehingga harus absen di kompetisi Eropa musim depan.

Selain itu, kabar duka menghampiri tiga klub, Norwich City, Fulham dan Cardiff City, yang harus turun kasta ke Divisi Championship Liga Inggris musim depan.

Selain kepastian akhir musim, perjalanan Liga Primer Inggris tahun ini juga diwarnai banyak momen-momen indah dan juga tragis, seperti kata mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson: "Football, bloody hell!"

Berikut momen-momen terbaik EPL 2013/14 versi Goal:

Kiper Stoke City Asmir Begovic memberi kejutan dengan mencetak gol ke gawang Southampton dengan tendangan dari kotak penaltinya. Namun, bukan itu saja yang membuat banyak pihak terkesima, Begovic mencetak gol itu ketika pertandingan baru berjalan 13 detik!

Dengan gol itu, Begovic menjadi kiper kelima yang sukses menyarangkan bola ke gawang lawan di Liga Primer Inggris setelah Peter Schmeichel, Brad Friedel, Paul Robinson dan Tim Howard. Usai pertandingan, kiper asal Bosnia itu mengaku beruntung bisa mencetak gol karena bola terdorong oleh angin.

Pada tanggal 3 November 2013, tercipta sejarah di Liga Primer Inggris ketika terjadi derby Wales pertama di kasta tertinggi sepakbola Inggris saat Cardiff City menjamu Swansea City.

Pertemuan kedua tim memang sudah kerap terjadi, namun, ini adalah kali pertama Cardiff dan Swansea bertemu di kasta tertinggi sepakbola Inggris. Hasilnya? Hanya satu gol yang terjadi, yaitu ketika Steven Caulker menjebol gawang Swansea usai memanfaatkan umpan Craig Bellamy.

Seperti derby kebanyakan, pertandingan ini juga diwarnai dengan kartu merah, kiper tim tamu Michel Vorm diusir wasit ketika pertandingan sudah memasuki injury time babak kedua.

Di putaran kedua, Swansea berhasil membalas kekalahan ini dengan lunas, berikut bunganya. Mereka menang dengan skor telak 3-0 berkat gol dari Wayne Routledge, Nathan Dyer dan Wilfried Bony.

Striker Manchester United Robin van Persie pernah mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan selebrasi jika mencetak gol ke gawang Arsenal. Namun, sambutan publik Emirates Stadium kepada dirinya di musim lalu tampaknya masih membekas sehingga ia melakukan selebrasi ketika mencetak gol kemenangan United atas The Gunners di Old Trafford.

Namun, keputusan Van Persie untuk ingkar janji melahirkan konsekuensi, pemain asal Belanda itu harus menepi beberapa pekan karena mendapatkan cedera.

Striker kontroversial Nicolas Anelka kembali membuat dunia sepakbola ribut. Kali ini, ia melakukan selebrasi kontroversial dengan menunjukkan gestur Quenelle usai mencetak gol ke gawang West Ham United di akhir Desember silam. Gestur Quenelle tersebut diklaim sebagai sikap anti-semit yang disebut sebagai salah satu bentuk rasis, namun Anelka menolak tegas tuduhan itu dan mengaku bahwa gerakan itu ia lakukan karena menghargai temannya yaitu Dieudonné M'bala M'bala yang merupakan komedian dari Prancis.

Namun, bagaimanapun juga, akibat selebrasi kontroversial itu, Anelka mundur dari West Bromwich Albion beberapa bulan kemudian.

Liga Primer Inggris 2013/14 meminta banyak 'tumbal' di sektor pelatih, total sebanyak sepuluh manajer harus kehilangan posisinya sepanjang musim ini (tidak termasuk Pepe Mel dan Tim Sherwood yang dipecat sesaat setelah liga rampung).

Dan sebanyak empat pelatih, atau nyaris setengahnya, terjadi pada bulan Desember. Korban pertama adalah Martin Jol ketika Fulham mendepaknya tepat di 1 Desember, kemudian West Brom melepas Steve Clarke pada 14 Desember, dan dua hari berselang terjadi keputusan mengejutkan dari Tottenham yang memutus kontrak Andre Villas-Boas. Hal tersebut banyak disayangkan banyak pihak, karena eks pelatih Chelsea itu memiliki prosentase kemenangan terbaik di White Hart Lane. Kemudian nama terakhir adalah Malky Mackay yang dipecat Cardiff City.

Keputusan pemecatan lain yang cukup mengejutkan adalah didepaknya Michael Laudrup dari kursi manajer di Swansea City. Padahal itu telah menyumbangkan gelar Piala Liga di musim lalu, menempati posisi ke-12 di klasemen sementara dan baru menjabat selama 19 bulan.

Arsenal penuh dengan kepercayaan diri menjelang laga tandang ke markas Liverpool. The Gunners mencatatkan sepuluh pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang, tetapi The Reds juga tidak kalah mengkilap dengan catatan tidak pernah kalah dalam tujuh laga di semua ajang.

Alhasil, atmosfer pertandingan menjadi sangat semarak, dengan harapan pertandingan seru terjadi di Anfield. Tetapi yang terjadi justru sangat mengejutkan. Skuat asuhan Wenger harus melihat gawang mereka dibobol sebanyak empat kali dalam 20 menit pertama pertandingan. Arsenal tidak mampu bangkit di sisa waktu hingga laga berakhir dengan skor 5-1 untuk tuan rumah.

Begitu mengejutkan kekalahan telak yang dialami oleh Arsenal ini tampaknya mempengaruhi konsentrasi Wenger. Usai pertandingan, ia dikabarkan terpeleset dan foto-foto pelatih asal Prancis ketika terjatuh itu menyebar cepat di dunia maya.

Pelatih Newcastle United melakukan tindakan konyol ketika timnya bertandang ke markas Hull City pada awal Maret 2014. Skuat The Magpies tampil luar biasa dan memimpin dengan skor 4-1, namun Pardew tiba-tiba menanduk pemain tuan rumah, David Meyler.

Usai insiden tersebut, Pardew seolah mendapatkan karma, selain mendapatkan sanksi sebanyak tujuh pertandingan, Newcastle hanya menang dua kali dalam sepuluh laga terakhir (delapan diantaranya kalah).

Pertandingan ke-1000 Arsene Wenger bersama Arsenal di musim ini juga menjadi momen yang sangat spesial musim ini. Laga prestisius tersebut diadakan di tempat spesial, yaitu Stamford Bridge. Bahkan, pelatih asal Prancis itu juga memiliki misi tersendiri setelah disebut Jose Mourinho sebagai spesialis gagal. Namun, apa yang terjadi di pertandingan itu malah membuktikan kalimat The Special One.

The Gunners secara tragis dibantai dengan skor 6-0 alias kemasukan setengah lusin gol di markas Chelsea. Kemenangan telak itu didapat melalui gol yang dicetak oleh Samuel Eto'o, Andre Schurrle, Eden Hazard, Oscar (dua gol) dan Mohamed Salah.

Bahkan, pertandingan ini diwarnai dengan lelucon yang konyol oleh wasit Andre Marriner. Ia salah memberi kartu merah kepada pemain Arsenal, saat itu Chelsea mendapatkan tendangan penalti setelah Alex Oxlade-Chamberlain menahan dengan tangan bola tembakan Hazard dengan sengaja. Namun, alih-alih mengusir Ox, Marriner malah mencabut kartu merah untuk Kieran Gibbs!

Ini memang bukan pertama kalinya, Manchester City memukul Manchester United dalam laga kandang tandang. Tetapi ini adalah kemenangan City dengan agregat terbesar sejak era Liga Primer Inggris, dan terbesar kedua setelah Liga Inggris musim 1954/55, di mana City menang dengan agregat 8-2 (3-2 dan 5-0).

Pada putaran pertama, gol dari Sergio Aguero (dua gol), Yaya Toure dan Samir Nasri membuat gol telat Wayne Rooney hanya menjadi hiburan bagi tim tamu. Di Old Trafford tidak banyak berbeda, Edin Dzeko mencetak dua gol dan kemudian laga ditutup dengan gol Yaya Toure.

Jose Mourinho dikenal memiliki singgasana yang kokoh di Liga Primer Inggris. Ya, singgasana itu bernama Stamford Bridge, di mana Mourinho tidak pernah mencicipi kekalahan sebanyak 77 pertandingan Liga Primer Inggris bersama Chelsea. Namun, semua itu berubah ketika mereka menjamu Sunderland, yang berjuang untuk menghindari degradasi, pada April kemarin.

The Blues juga membutuhkan kemenangan dalam laga ini demi menjaga peluang juara, sehingga mereka wajib meraih poin penuh atas tim yang menghuni posisi juru kunci kala itu. Namun, semuanya tidak berjalan seperti yang diinginkan, Chelsea menyerah dengan skor 2-1, sehingga menjadi kekalahan liga pertama yang dirasakan Mourinh di Stamford Bridge.

Seakan kurang buruk, Chelsea mewarnai pertandingan itu dengan protes berlebihan dari Rui Faria di tengah laga dan juga dengan komentar sarkasme dari The Special One di akhir pertandingan.

Jika Anda heran mengapa nama David Moyes tidak disebut di judul 'Desember, Bulan Rawan Bagi Pelatih', Anda bisa bergembira, karena itu akan tercantum di sini.

Ya, David Moyes adalah mantan pelatih Everton, bahkan nama dia sudah terpatri dalam hati setiap suporter The Toffees, bagaimana tidak? Ia sudah menjadi pelatih di sana selama 11 tahun dan membawa klub menjadi salah satu langganan papan atas meski dengan dana minim.

Musim 2013/14 ia memastikan menangani Manchester United, namun tampaknya ia masih tidak bisa melupakan kenangan indahnya bersama Everton, hingga ia memberi 'buah tangan' berupa tiga angka ketika Everton datang ke Old Trafford pada awal Desember dan juga ketika Moyes membawa skuatnya bertandang ke Goodison Park, April lalu.

Tetapi sayang, hal tersebut membuat manajemen United naik pitam dan memutuskan untuk mendepaknya, meskipun ia baru menjalani sepuluh bulan dari enam tahun durasi kontraknya!

Pemecatan David Moyes dari kursi kepelatihan Manchester United, membuat salah satu momen terbesar musim ini tercipta. Generasi emas The Red Devils atau yang biasa disebut sebagai 'Class of '92', meski tidak lengkap, dipastikan mengambil alih kursi tersebut.

Ryan Giggs yang terpilih menjadi pelatih sementara, menarik tiga mantan rekannya dahulu, yaitu Nicky Butt, Paul Scholes dan juga Phil Neville untuk diajak membangkitkan kembali United di sisa musim 2013/14.

Pertandingan perdana Giggs sebagai pelatih mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari suporter dan hasilnya mereka mampu memetik tiga angka dengan sangat meyakinkan, yaitu melibas Norwich City dengan skor 4-0.

Peringatan tragedi Hillsborough ke-25 tahun menjadi salah satu momen terbaik Liga Primer Inggris musim 2013/14. Sebanyak 96 kursi dikosongkan untuk mengenang 96 korban, dan keluarga-keluarga korban mendapatkan kehormatan untuk diundang dalam laga tersebut.

Hasilnya, Liverpool tampil trengginas dan mampu mengalahkan Manchester City, yang menjadi rival utama dalam mengejar gelar Liga Primer Inggris, dengan skor tipis 3-2. Gol kemenangan The Reds diciptakan oleh Philippe Coutinho melalui tembakan cantik.

Kemenangan krusial itu disambut sangat meriah oleh suporter dan tentu saja oleh pemain-pemain Liverpool, mengingat tambahan tiga angka ini membuat peluang mereka untuk juara menjadi sangat terbuka lebar, meski di awal musim mereka dipandang sebelah mata. Bahkan Steven Gerrard tampak menangis usai pertandingan dan melakukan 'Huddle' sembari memberi semangat dan mengatakan 'This does not slip now!'

Tapi ironisnya, kapten Liverpool akan terpeselet secara harfiah ketika menjamu Chelsea...

Sebelum pertandingan, suporter Liverpool dikejutkan dengan berdirinya patung David Moyes di luar stadion. Tak ayal lagi, mereka langsung mengerubungi patung itu, memotretnya dan bahkan mengalunginya dengan syal Liverpool.

Tetapi sepertinya suporter The Reds lupa dengan 'kutukan Moyes', lupa bagaimana United terpuruk dengan berdirinya sosok Moyes di bangku cadangan, atau lupa bagaimana Pep Guardiola menjabat tangan Moyes di laga Liga Champions, kemudian performa Bayern Munich tampak mulai menurun (Well, tentu saja yang satu ini dipaksakan).

Dan terjadilah 'kutukan Moyes' tersebut di Anfield pada laga itu. Liverpool menguasai jalannya pertandingan sepenuhnya tetapi tiba-tiba sang kapten tersungkur, terpeleset, bola menjadi liar di tengah lapangan dan kemudian disambar Demba Ba yang kemudian berlari bebas hingga menaklukkan Mignolet. Sebuah peristiwa yang akan disesali Gerrard seumur hidup apabila dia tetap tidak berhasil menjadi juara Liga Primer Inggris di sisa karirnya.

Liverpool terkenal dengan aksi heroik mereka kala merengkuh gelar Liga Champions 2005 ketika menaklukkan AC Milan di Istanbul. Seperti yang diketahui, The Reds tertinggal tiga gol terlebih dahulu sebelum menyamakan kedudukan di babak kedua dan akhirnya menang melalui babak penalti.

Tetapi, kali ini mereka yang harus menjadi korbannya. Bertandang ke Selhurst Park, Liverpool mencetak tiga gol terlebih dahulu melalui Joe Allen, gol bunuh diri Damien Delaney dan Luis Suarez. Petaka baru terjadi di 11 menit terakhir pertandingan. Delaney memperkecil ketertinggalan di menit ke-79, lalu Dwight Gayle mencetak dua gol di sembilan menit terakhir untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Kegagalan meraih angka penuh itu membuat kans Liverpool menjadi juara Liga Primer Inggris semakin tipis. Melihat kenyataan itu, Luis Suarez tidak mampu menahan air matanya ketika laga berakhir.

Meski gagal menjadi juara, Liverpool akhirnya kembali ke Liga Champions di musim depan dan mereka memiliki harapan dan semangat baru untuk lebih berprestasi musim depan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics