SPESIAL: Rapor 13 Pemain Barcelona Di Matchday Pertama Piala Dunia

Wakil Barcelona di La Roja tampil mengecewakan, tapi tiga pemain lain yang terlibat di Piala Dunia mendapat gelar man of the match.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Putaran pertama babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 telah berakhir, yang diwarnai dengan kejutan dari sejumlah tim kontestan.

Spanyol misalnya, sang juara bertahan yang dibantai Belanda dengan skor telak 5-1 akhir pekan kemarin, di mana terdapat enam penggawa Barcelona di dalamnya.

Tapi meski mencatat hasil negatif bersama La Furia Roja, pemain Blaugrana lain justru mengepak hasil memuaskan bahkan Alexis Sanchez, Lionel Messi dan Neymar dinobatkan sebagai man of the match di pertandingan masing-masing.

Bagaimana penampilan penggawa Barca - penyumbang 12 pemain di Piala Dunia - lainnya di pentas akbar yang digelar di Brasil kali ini? Simak ulasan Goal Indonesia berikut ini.

Lionel Messi membawa beban berat untuk tampil bersama Argentina di turnamen ini. Apalagi kalau bukan soal keraguan publik terhadapnya setiap membela timnas. Namun, La Pulga membuktikan loyalitasnya dengan performa impresif melawan debutan Piala Dunia Bosnia-Herzegovina. Tampil di Maracana, sang kapten berperan besar membawa Albiceleste unggul saat laga baru bejalan dua menit ketika eksekusi tendangan bebasnya salah diantisipasi Kolasinac yang justru masuk ke gawang sendiri. Messi kemudian memastikan kemenangan skuat Alejandro Sabella setelah pamer skill individu yang mengecoh beberapa pemain lawan, sebelum akhirnya melepaskan tembakan dari dekat kotak penalti.

Seperti halnya Messi, Javier Mascherano juga bermain penuh 90 menit di laga perdana. Mascherano tidak hanya solid dalam menjaga lini belakang di tengah gencarnya serangan Bosnia, tapi dia juga beberapa kali membantu serangan Albiceleste. Eks Liverpool tercatat memberikan 102 umpan, 97 persen di antaranya sukses dan empat tekel.

Dani Alves tetap masuk pilihan utama Luiz Felipe Scolari sebagai bek kanan saat Brasil menaklukkan Kroasia 3-1 di laga pembuka. Seperti perannya di Barca, Alves diberi kebebasan melakukan penetrasi lewat sektor kanan. Alves juga dapat diandalkan dalam duel bola-bola atas di lini belakang tim Samba.

Pemain pertama yang mendapat gelar man of the match adalah Neymar. Meski dianggap kurang bersinar bersama Blaugrana musim lalu, Neymar menunjukkan penampilan terbaiknya melalui dua gol ke gawang Bosnia. Neymar menyamakan kedudukan di menit ke-30 lewat sebuah tendangan mendatar sebelum akhirnya memastikan kemenangan melalui titik putih di menit 70.

Kemenangan Cili atas Australia di laga pembuka tak lepas dari peran striker Alexis Sanchez. Mantan bomber Udinese menjadi andalan pelatih Jorge Sampaoli di lini depan dan hasilnya mereka langsung unggul di menit ke-12 lewat torehan Alexis. Memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil kreasi dirinya dan Jorge Valdivia, sepakan keras Sanchez dari jarak dekat sukses merobek jala kiper Australia, Ryan. Dua menit kemudian, umpan sodoran Alexis yang berbuah gol bagi Valdivia. Meski Socceroos sempat memperkecil kedudukan lewat Tim Cahill, Cili tetap mengunci kemenangan 3-1 berkat gol tambahan Jean André Emanuel Beausejour di pengujung laga.

Alex Song masih merebut tempat utama Kamerun di bawah asuhan Volker Vinke, meski di Barcelona dia tak masuk opsi. Sayang Song gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya pada laga perdana yang berujung kekalahan 1-0 dari Meksiko. Song keteteran meladeni agresivitas Meksiko dan pelatih menariknya keluar di menit 79 untuk digantikan Webo.

Lini belakang Spanyol menjadi sorotan setelah dihabisi Belanda 5-1 pada laga pembuka, padahal mereka unggul lebih dulu melalui penalti Xabi Alonso. Gerard Pique termasuk yang banjir kritik karena terlambat menutup ruang Robin van Persie yang mencetak gol sundulan spektakuler untuk menyamakan kedudukan. Pique kembali kalah cepat saat Robben mendapatkan bola untuk mencetak gol kedua Oranje.

Peran Alba sebagai wing-back yang cukup agresif tidak nampak di laga kontra Belanda. Ruang geraknya dibatasi oleh penampilan apik Daryl Janmaat yang bermain impresif di sektor kanan skuat Van Gaal.

Xavi mati kutu meladeni permainan Belanda yang memeragakan umpan-umpan jauh untuk mencegah sang jenderal lapangan tengah mengembangkan tiki-taka yang menjadi ciri khas La Furia Roja. Peran Xavi pun makin kabur seiring dominasi Belanda di periode kedua, dengan tanpa menghasilkan tembakan meski dimainkan 90 menit penuh.

Andres Iniesta memiliki kenangan manis menghadapi Belanda, dengan gol tunggalnya di babak perpanjangan waktu menjadi penentu gelar dunia pertama bagi Spanyol empat tahun silam di Afrika Selatan. Sayang, Iniesta gagal mengulang performa impresifnya kali ini sehingga Spanyol kalah telak dari Oranje.

Sergio Busquets gagal menampilkan kemampuan terbaiknya sebagai pemain yang tidak hanya rajin memotong serangan lawan, tapi juga memulai serangan balik buat timnya. Meski tampil penuh, Busquets urung memberikan kontribusi besar terhadap sang juara bertahan.

Pedro masuk di menit ke-62 menggantikan Xabi Alonso untuk menambah daya dobrak La Roja yang saat itu tertinggal dua gol dari Belanda. Sayang, masuknya Pedro tak berarti banyak karena justru Spanyol kebobolan tiga gol tambahan di pertandingan.

Frustrasi lantaran timnya tak juga berhasil menembus gawang Cillessen, meski telah menurunkan Pedro dan Fernando Torres, Del Bosque mencoba peruntungan dengan memasukkan Cesc Fabregas sebagai pemain pengganti terakhir. Sayang, waktu 12 menit yang dimiliki mantan skipper Arsenal tidak cukup untuk mengubah kedudukan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics