SPESIAL: Rapor Pemain Akademi Barcelona & Ajax Amsterdam

Mari mengorek kekuatan Barcelona dan Ajax Amsterdam berdasarkan materi pemain akademi binaan masing-masing.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Pertemuan Barcelona dan Ajax Amsterdam pada lanjutan Liga Champions, Selasa (21/10) malam, juga menghadirkan cerita pertemuan dua klub yang dianggap memiliki akademi terbaik di dunia.

Untuk memulainya, ada baiknya kita menggali rekaman pertandingan perempat-final NextGen Series antara Barcelona dan Ajax, 8 Februari 2012. NextGen adalah turnamen invitasi usia muda yang mempertemukan tim-tim U-19 dari berbagai klub elit Eropa. NextGen dibekukan mulai tahun lalu karena UEFA menggulirkan Youth League. Jika NextGen mengenal sistem invitasi, kepesertaan Youth League tergantung dari lolos tidaknya tim senior masing-masing di Liga Champions musim itu.

Pada perebutan tiket semi-final NextGen musim 2011/12, Barcelona menjamu Ajax di Mini Estadi. Pertandingan hanya berjalan satu leg. Ajax berhasil mengungguli Barcelona 3-0 hingga akhirnya melaju ke final sebelum ditundukkan Internazionale melalui adu penalti.

Ini dia susunan tim Barcelona Juvenil A dalam pertandingan itu: Miguel Banuz; Edu, Frank Bagnack, Sergio Ayala, Alejandro Grimaldo; Sergi Samper, Patri, David Babunski; Cristian Herrera (Ernesto Cornejo 46'), Miguel Angel Lopez, Jean Marie Dongou.

Sementara, Ajax U-19 menurunkan komposisi sebagai berikut: Mickey van der Hart; Ruben Ligeon, Joel Veltman, Stefano Denswil, Mitchell Dijk; Fabian Sporkslede, Mats Rits, Rowendy Schoop; Davy Klaassen, Viktor Fischer (Abdelmalek El Hasnaoui 90'), Leroy De Sa.

Saat ini, beberapa anggota skuat Barcelona dan Ajax saat itu mulai merambah skuat senior tim masing-masing. Dari susunan line up yang dimainkan pelatih Oscar Garcia saat itu, hanya Sergi Samper yang mulai musim ini telah memperkuat skuat utama Barcelona. Sementara, di kubu Ajax, pasukan Fred Grim mencetak Ruben Ligeon, Joel Veltman, Stefano Denswil, Davy Klaassen, dan Viktor Fischer ke skuat utama.

Ini hanya contoh kecil dari program pembinaan berjenjang yang dimiliki Barcelona maupun Ajax.

Sekarang kita membahas tentang para lulusan akademi Barcelona dan Ajax yang kini bergabung di skuat utama. Daftar ini menyertakan para pemain dengan masa huni minimal lima tahun sebelum menembus jajaran skuat utama. Dengan menerapkan syarat itu, nama-nama penyerang muda seperti Mounir El Haddadi serta Ricardo Kishna dan Anwar El Ghazi tidak masuk dalam daftar ini. Namun, tidak berarti mengurangi potensi kemampuan mereka. Tidak pula mengabaikan kontribusi akademi Barcelona dan Ajax dalam menelurkan pemain muda berbakat.

Barcelona sebenarnya memiliki deretan pemain senior yang menghuni akademi serta melanjutkan karier bersama Blaugrana hingga sekarang. Sebutlah nama-nama Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Pedro Rodriguez, dan Lionel Messi. Reputasi mereka tidak diragukan lagi, tapi pembahasan difokuskan pada para pemain yang lebih muda.

Terdapat tujuh jebolan akademi yang menghuni skuat utama Barcelona saat ini. Kiper Jordi Masip, 25 tahun, masih menantikan debut di tim senior setelah berpengalaman mengamankan gawang Barcelona B sejak musim 2010/11. Sandro Ramirez dan Sergi Samper menjadi pemain termuda yang juga baru memulai debut seniornya musim ini.

Sergi Roberto sudah menjadi langganan timnas junior Spanyol, tapi masih menunggu kesempatan tampil lebih rutin bersama Barcelona. Sementara, Rafinha sudah mengukir debut sejak tiga tahun lalu dan sempat pula menghabiskan satu musim pinjaman di Celta Vigo.

Di antara para pemain muda ini, Marc Bartra dan Martin Montoya adalah yang paling berpengalaman. Bartra satu tahun lebih dahulu memulai debut senior, tetapi Montoya kini memiliki jumlah penampilan dan menit bermain yang seimbang. Keduanya memang seangkatan di akademi Barcelona.

Ajax pun memiliki tujuh pemain asal akademi binaan sendiri dalam skuat utama musim ini. Sama seperti Barcelona, kiper ketiga Peter Leeuwenburgh masih menanti kesempatan memulai debut senior. Meski demikian, Leeuwenburgh berusia lima tahun lebih muda.

Duet bek tengah Ajax U-19 saat menumpas Barcelona di NextGen Series 2011/12, Veltman dan Denswil, telah menjadi andalan di skuat senior. Veltman sudah mengantungi 53 penampilan. Performanya melejit melampaui Denswil, yang sempat menjadi pilihan utama Ajax di musim 2012/13.

Anggota skuat NextGen Series lain adalah Ligeon dan Klaassen. Ligeon baru mengukir 19 penampilan bersama skuat senior meski sudah memulai debut tiga tahun silam. Sementara, Klaassen telah mencapai 60 pertandingan dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Belanda musim lalu. Pemain paling muda dalam daftar ini adalah Jairo Riedewald yang melesakkan dua gol dalam debut seniornya, akhir tahun lalu.

Terakhir, Ricardo van Rhijn adalah pemain jebolan akademi tersukses dalam daftar ini jika dihitung dari jumlah pertandingan dan menit bermain. Dalam usia 23 tahun, Van Rhijn sudah melewati rekor 100 laga bersama De Godenzonen. Menit bermainnya bahkan nyaris mencapai 10.000 menit. Butuh dua pertandingan penuh lagi buat Van Rhijn untuk mewujudkan rekor itu.

Kemiripan Filosofi

Kemiripan filosofi Barcelona dan Ajax sudah bukan rahasia. Pembentukan La Masia yang digagas Johan Cruyff meminjam filosofi pembinaan usia dini Ajax. Latar belakang pemilihan pelatih kedua tim pun mirip.

Barcelona memanggil pulang Luis Enrique awal musim ini setelah gagal bersama Tata Martino. Enrique sudah mengenal dengan baik filosofi maupun para pemain Barcelona karena pernah lama menjadi bagian tim, baik saat masih bermain maupun saat beralih menjadi juru latih.

Masip, Bartra, Montoya, Rafinha, dan Sergi Roberto sudah mengenal gaya kepelatihan Luis Enrique sejak sama-sama membela Barcelona B. Begitu pun juga dengan Pedro. Serta masih ada pula Gerard Deulofeu, yang musim ini dipinjamkan ke Sevilla.

Begitupun juga alasan Ajax menunjuk Frank de Boer empat tahun silam. De Boer sudah mengenal dengan baik kultur klub. Tidak cuma itu, revolusi beludru yang diusung Cruyff juga merestrukturisasi Ajax dengan menempatkan para mantan pemain di kursi manajemen klub. De Boer dan Ajax pun sukses merajai Eredivisie sepanjang empat tahun terakhir.

Perlu dicatat pula, selain ditunjang kurikulum pembinaan yang mumpuni, baik Barcelona maupun Ajax juga memanfaatkan jaringan pemantau bakat dalam mendapatkan pemain bibit unggul.

Contoh terbaru adalah Munir El Haddadi, yang direkrut Barcelona musim panas 2011 setelah tampil mengesankan bersama tim junior Rayo Majadahonda, klub divisi empat Spanyol.

Begitu pun juga dengan langkah yang ditempuh Ajax. Lazim diketahui oleh klub-klub rival Belanda bahwa Ajax gemar mencari pemain di setiap pelosok negeri serta negara-negara Skandinavia. Ricardo Kishna didatangkan dari ADO Den Haag, sedangkan Anwar El Ghazi dari Sparta Rotterdam.

Tiga pemain Ajax asal Denmark datang dengan skema serupa, yaitu Nicolai Boilesen, Lucas Andersen, dan Viktor Fischer dari Brondby, Aalborg, dan FC Midtjylland.

Masa Depan Pemain Akademi

Terakhir, seperti apa kebijakan Enrique dan De Boer dalam memanfaatkan amunisi pemain akademi mereka?

Musim panas lalu, Barcelona banyak melepas alumnus akademi ke klub lain karena keterbatasan tempat di skuat utama. Bojan Krkic dan Isaac Cuenca dilepas permanen, sedangkan Cristian Tello dan Deulofeu dipinjamkan.

Ajax kehilangan dua penggawa penting mereka, seperti Daley Blind dan Siem de Jong, yang hijrah ke Liga Primer Inggris. Motivasinya berbeda. Para pemain muda Ajax berpindah klub karena ingin mencari tantangan baru di kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Selain itu, penjualan pemain masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan Ajax.

Manakah dari kedua tim ini yang mampu meraih kemenangan dalam pertemuan nanti? Selain menyaksikan laga seru Liga Champions itu, sekiranya layak pula kita nantikan pertemuan Barcelona dan Ajax di ajang Youth League yang dimulai beberapa jam sebelumnya. Calon bintang baru dijamin takkan berhenti akan terus bermunculan dari akademi keduanya.

addCustomPlayer('8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', '', '', 620, 540, 'perf8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', 'eplayer4', {age:1407083239229});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics