SPESIAL: Rapor Pemain Manchester City Di Fase Grup Piala Dunia 2014

Dari 11 pemain The Citizens yang berangkat ke Brasil, lima di antaranya gagal membawa negaranya lolos ke babak knock-out.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Tuntas sudah perjalanan 32 negara di fase grup Piala Dunia 2014. Dari jumlah tersebut,16 negara juga sudah memastikan diri ke babak 16 besar. Manchester City termasuk klub yang banyak mewakilkan pemainnya di turnamen empat tahunan ini, yakni sebanyak 11 pemain. Sayang, City hanya sanggup meloloskan enam penggawanya ke babak knock-out.

Performa mereka tentu saja beragam. Ada yang girang karena sukses mencatatkan kemenangan dan meloloskan timnya, ada yang bersedih karena timnya kalah dan tersingkir, ada pula pemain yang sanggup mencetak gol namun harus tersenyum kecut karena negaranya tetap tersingkir, hingga ada yang terancam absen hingga turnamen berakhir akibat cedera.

Bagaimana peforma ke-11 pemain The Citizens di Brasil? Berikut Goal Indonesia menyajikannya untuk Anda.

Posisinya sebagai penjaga gawang nomor satu di Inggris memang tak terbantahkan. Namun, saat melawan Italia dan Uruguay, Hart kecolongan empat gol. Total ia hanya melakukan satu penyelamatan sehingga performanya terbilang tak membantu Inggris yang dipastikan tersingkir setelah Luis Suarez memberondongnya dengan dua gol. Di laga terakhir yang sudah tidak menentukan lagi kontra Kosta Rika, posisi Hart pun digantikan oleh Ben Foster.

Setelah tak diturunkan dalam dua laga awal melawan Italia dan Uruguay, James Milner akhirnya diberi kepercayaan sebagai starter dalam laga yang sudah tidak menentukan melawan Kosta Rika. Diturunkan sebagai sayap, performanya kurang memuaskan sebagaimana Milner kesulitan menembus pertahanan Kosta Rika yang tampil defensif. Ia pun digantikan Wayne Rooney di 15 menit terakhir.

Fernandinho mampu membuktikan diri bahwa ialah yang seharusnya ditempatkan sebagai pendamping Luiz Gustavo sebagai jangkar Brasil, dan bukan Paulinho yang dinilai tampil mengecewakan. Setelah tak diturunkan saat melawan Kroasia dan Meksiko, Fernandinho baru dimainkan di babak kedua saat partai terakhir melawan Kamerun. Hasilnya, Brasil tampak kokoh di lini tengah dan ia turut menyumbang gol pamungkas dalam kemenangan 4-1 itu.

Sergio Aguero memang terus mendampingi Lionel Messi di seluruh laga fase grup, namun performanya tak terlalu istimewa. Selain tidak mampu mencetak gol, Aguero total hanya melepaskan empat tembakan di mana hanya satu yang on target. Di laga terakhir kontra Nigeria, Aguero terpaksa ditandu keluar akibat cedera. Laporan terkini menyebutkan, Aguero bisa absen hingga Piala Dunia 2014 berakhir.

Selain Lionel Messi, mungkin Pablo Zabaleta adalah pemain Argentina yang paling memuaskan performanya. Selalu tampil penuh di seluruh laga grup, Zabaleta tampil tangguh sebagai bek kanan. Tugas bertahan maupun menyerang mampu ia kover sama baiknya. Tekel-tekel dan blok tanpa kompromi membuat Bosnia, Iran, dan Nigeria kesulitan menyerang dari sayap kiri.

Sebagai pemain bintang di negaranya, Edin Dzeko berhasil menunjukkan kapasitasnya di mana ia mampu melepaskan banyak tembakan ke gawang lawan. Setelah ditaklukkan Argentina di laga pembuka, Bosnia dipastikan tersingkir usai kalah dari Nigeria. Dzeko tentu adalah orang yang paling sakit hati setelah golnya di laga kontra Nigeria itu dianulir, padahal ia tidak dalam posisi off-side. Di partai terakhir, Dzeko lalu menumpahkan "amarahnya" lewat satu gol cantik ke gawang Iran.

Meski Belgia meraih hasil sempurna di tiga laga Grup H, kemenangan yang mereka raih hanya bermargin satu gol saja. Untungnya, mereka punya seorang Vincent Kompany yang tampil di dua laga awal melawan Aljazair dan Rusia. Cleareance dan tekel sukses dari sang kapten terbukti berkontribusi besar dalam meloloskan Rode Duivels ke babak berikut.

Diandalkan sebagai playmaker Spanyol di dua laga awal melawan Belanda dan Cili, David Silva tampak sangat kesulitan mengembangkan permainan. Daya magisnya seakan-akan mampu diserap oleh bek-bek lawan, sehingga Spanyol terpaksa tersingkir dari Piala Dunia secara mengenaskan. Di laga terakhir melawan Australia, performanya juga tidak terlalu terlihat setelah hanya diturunkan di tujuh menit terakhir.

Saat mengalahkan Jepang 2-1, Yaya Toure didaulat sebagai man of the match versi FIFA. Namun, duka mendalam akibat kehilangan sang adik, Ibrahim Toure, seperti tak bisa disembunyikan oleh sang gelandang tangguh ini di dua laga berikut. Pantai Gading kalah 2-1 dari pemuncak grup Kolombia sebelum kembali takluk 2-1 secara dramatis dari Yunani.

Setelah kalah bersaing dengan Mathieu Debuchy, pemain yang baru ditransfer dari Arsenal ini akhirnya diturunkan di laga pamungkas kontra Ekuador. Kontribusinya terbilang bagus, terutama dalam pertahanan. Saat menyerang, bek kanan ini juga tekun melakukan penetrasi ke wilayah pertahanan Ekuador dan melepaskan banyak umpan silang berbahaya.

Dari 11 pemain City yang berangkat ke Brasil, hanya Martin Demichelis (Argentina) yang masih belum mencicipi menit bermain. Alejandro Sabella tampaknya lebih senang menduetkan duo bek sentral Federico Fernandez dan Ezequiel Garay ketimbang Demichelis.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics