SPESIAL: Rapor Sepuluh Pemain Chelsea Di Matchday Pertama Piala Dunia 2014

Dua belas bintang The Blues,ikut dipanggil ke Piala Dunia 2014. Bagaimana rapor mereka di matchday perdana?

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter
Matchday perdana Piala Dunia 2014 ditutup dengan hasil imbang antara Rusia dan Korea Selatan di Grup H. Dari sejumlah duel yang telah dilangsungkan, tak sedikit pemain dari negara peserta yang mampu bersinar, atau bahkan redup.

Chelsea, salah satu raksasa Liga Primer Inggris, mengirimkan 12 penggawanya ke turnamen akbar sepakbola tersebut. Sepuluh pemain tampil di laga pembuka masing-masing negaranya, bahkan menjadi pahlawan kemenangan seperti Oscar. Namun, ada dua pemain yang tak sempat menendang bola di laga pertama ini.
Mayoritas penggawa The Blues tampil mengesankan. Namun, ada pula yang tak bisa berbuat apa-apa saat timnya dihajar habis-habisan dan menelan kekalahan mengejutkan. Siapa saja mereka? Berikut ulasan Goal Indonesia untuk Anda!

Dalam laga kontra Kroasia, Oscar tampil gemilang saat menyerang maupun bertahan. Kerja keras dan kreativitasnya menghasilkan gol penyama kedudukan untuk Neymar, ia pun berkali-kali memotong serangan Kroasi dari sektor kanannya. Dan sebagai penutup, Oscar mencetak gol lewat sepakan akurat ke tiang dekat. Luiz Felipe Scolari memang tak salah pilih.

Bek Chelsea berambut afro ini kembali dipercaya berduet dengan Thiago Silva di depan Julio Cesar. Ia pun membayar kepercayaan tersebut dengan performa kokoh di belakang. Memang, ia sempat lengah saat Marcelo melakukan bunuh diri, namun di sisa laga ia tak terhentikan, bahkan ikut serta dalam pembangunan serangan. Sayang, Chelsea harus kehilangan jasanya musim depan karena ia bergabung denga Paris Saint-Germain.

Ramires tak menunjukkan tajinya di putaran pertama babak grup Piala Dunia 2014. Wajar saja, gelandang Brasil ini hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam laga kontra Kroasia. Bahkan, ia baru masuk ke lapangan di menit 88.

Pemilihan Azpilicueta di starting XI Spanyol mungkin tak memicu banyak kritik karena performa apiknya di Chelsea. Kendati begitu, dalam kekalahan 5-1 dari Belanda, bek kanan ini pantas menuai kritik. Ia beberapa kali kehilangan konsentrasi dan melepas penjagaan Daley Blind. Ia gagal menutup pergerakan Blind sehingga pemain Belanda tersebut mampu mencatatkan 2 assist untuk gol Arjen Robben dan Robin van Persie.

Fernando Torres tetap dipanggil ke timnas Spanyol walau performanya tak meyakinkan di Chelsea, tapi ia gagal menjawab kepercayaan Del Bosque. Masuk menggantikan Diego Costa di menit 63, Torres tak mampu mencetak satu gol pun, bahkan menyia-nyiakan satu peluang di mulut gawang Belanda yang telah terbuka lebar. Torres.

Bukannya memanggil John Terry (yang memang telah pensiun dari timnas), Roy Hodgson malah memanggil Gary Cahill. Keputusan itu pun cukup tepat kala Cahill melakukan beberapa blok dan tekel krusial. Ia tampil solid kala berduet dengan Phil Jagielka di jantung pertahanan. Sayang, kelengahannya harus dibayar mahal dengan gol penentu kemenangan 2-1 Italia dari Mario Balotelli.

Eden Hazard diperlakukan sebagaimana layaknya Eden Hazard, bahkan dalam laga kontra Aljazair. Ya, gelandang berbakat Belgia tersebut dijaga ketat oleh lawannya nyaris sepanjang laga. The Wizard tak mampu melakukan aksi magis dan dribel handal karena ruangnya ditutup dengan baik oleh bek Aljazair. Kendati begitu, sihirnya tetap mampu digunakan saat ia memberikan assist pada gol kemenangan Dries Mertens.

Schurrle memang tak menjadi pilihan utama Joachim Low. Namun, performanya jauh dari kata mengecewakan. Walau turun sebagai pemain pengganti, ia memberikan dampak signifikan terhadap gol keempat Jerman. Umpan silangnya - yang menimbulkan kemelut di kotak penalti Portugal - mampu diselesaikan dengan akurat oleh Thomas Muller.

Masa keemasan Samuel Eto'o tampaknya memang sudah usai. Di usia uzurnya, penyerang ini tak mampu menjawab kritik pedas media Kamerun. Nyaris transparan sepanjang laga, namun itu tak menjadi tanggung jawab Eto'o sepenuhnya karena suplai bola ke depan pun begitu minim.

John Obi Mikel tak memiliki banyak kesempatan bermain di Chelsea. Namun kalau bicara soal timnas Nigeria, tentu selalu ada satu tempat yang tersisa baginya. Gelandang ini pun memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Ia tampil dominan di lini tengah dan mendominasi Iran. Sayang, dominasinya tak dilengkapi dengan visi untuk melahirkan peluang bersih bagi rekan-rekannya, bahkan dirinya sendiri.

Gelandang Brasil, Willian belum diturunkan dari bangku cadangan di laga pertama kontra Kroasia. Ia masih belum memikat hati Scolari. Veteran Inggris, Frank Lampard, juga tak sempat mencicipi laga kontra Italia. Hodgson sepertinya lebih suka memainkan duo Liverpool Jordan Henderson dan Steven Gerrard di lini tengah.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics