SPESIAL: Rapor Sepuluh Pemain Juventus Di Matchday Pertama Piala Dunia 2014

Sebanyak 12 bintang yang jadi penggawa kesuksesan Juventus meraih scudetto ketiga secara konsekutif, turut serta di Piala Dunia 2014. Bagaimana rapor mereka di matchday perdana?

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Tuntas sudah matchday perdana Piala Dunia 2014 yang ditandai dengan hasil imbang antara Rusia dan Korea Selatan di Grup H. Dari sejumlah duel yang telah dilangsungkan, tak sedikit pemain dari negara peserta yang mampu bersinar, atau bahkan redup.

Peraih scudetto Serie A Italia dalam tiga musim terakhir, Juventus, mengririm 12 penggawanya ke ajang terakbar sepakbola sejagat tersebut. Sepuluh pemain sukses tampil di laga perdana dengan memulainya sebagai anggota starting XI. Dua penggawa sisanya urung tampil karena cedera dan gagal jadi pilihan utama.

Performa mayoritas penggawa I Bianconeri boleh dibilang mengesankan karena sukses membawa timnya meraih kemenangan. Sedikit diataranya harus mengalami shock karena negaranya kalah dari tim yang tidak terduga. Siapa saja mereka? Berikut ulasan Goal Indonesia untuk Anda!

Bermain sebagai bek kiri Italia dalam skema 4-1-3-1-1, Giorgio Chiellini sama sekali tak kaku. Ia rajin menyisir sisi kanan pertahanan Inggris dan beradu duel langsung dengan Glen Johnson. Sayang dirinya kehabisan stamina di babak kedua hingga kelimpungan meladeni permainan cepat Raheem Sterling cs. Meski begitu ia tetap kokoh dengan mengantarkan Gli Azzurri unggul 2-1 atas Tim Tiga Singa.

Andrea Barzagli kembali dipercaya Cesare Prandelli untuk mengawal lini pertahanan Italia melawan Inggris. Alih-alih berduet dengan rekannya di Juventus, Leonardo Bonucci, ia mampu tampil kompak dengan pasangan barunya asal Parma, Gabriel Paletta. Sukses menutup pergerakan strikeri Inggris, Wayne Rooney, konsentrasinya sempat hilang kala kebobolan oleh Daniel Sturridge. Beruntung, berkat komandonya di belakang, Tim Biru Langit sukses menang 2-1 di laga perdana.

Membela Uruguay, Martin Caceres secara mengejutkan ditempatkan sebagai bek kiri dalam skema 4-4-2 ofensif. Hasilnya? Sama sekali tidak efektif. Ia terlalu mengaggap remeh serangan lawannya, Kosta Rika. Terlalu asyik menyerang, pemain berusia 27 tahun itu bersalah atas kegemilangan Joel Campbell, karena terlambat turun. Le Celeste pun kalah mengejutkan, lewat skor 3-1.

Stephan Lichtsteiner kembali krusial bagi negaranya, Swiss. Berhadapan dengan lawan yang tampil eksplosif, Ekuador, pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu tampil elegan. Statistik jada paparannya, lewat sebuah umpan kunci, dua intersep, dan empat umpan lambung. Efektif di depan dan kokoh di belakang, seperti saat membela I Bianconeri, Lichtsteiner sukses mengantarkan Swiss menang 2-1 atas Ekuador dalam laga perdana mereka di Piala Dunia 2014.

Jadi pemain pelapis di Juventus, peran Mauricio Isla bagi timnas Cili begitu krusial, terutama di ajang sekelas Piala Dunia. Hal itu ia buktikan dalam partai perdana La Roja di Piala Dunia 2014 menghadapi Australia. Pemain berusia 26 tahun itu tampil terengginas di sisi kanan pertahanan. Cili lantas menang meyakinkan 3-1, dan Isla jadi pemain terbaik kedua setelah Alexis Sanchez.

Ghana diterpa nasib sial saat kalah 2-1 dari Amerika Serikat dalam duel perdananya di Piala Dunia 2014. Nasib itu pula yang diterima gelandang andalan Juventus, Kwadwo Asamoah. Bermain sebagai bek kiri, sejatinya pemain berusia 26 tahun itu tampil baik. Penetrasi dan determinasinya sepanjang laga sungguh luar biasa. Hanya kedudukan di papan skor yang jadi cacat.

Paul Pogba kembali menegaskan jika dirinya adalah calon gelandang terbaik dunia dan Juventus beruntung bisa memilikinya. Ya, performa yang Pogba tunjukkan dalam kemenangan besar Prancis atas Honduras begitu berkelas. Hal itu terpapar dari 52 operan yang ia lepaskan dengan akurasi tinggi mencapai 92 persen! Il Polopo Paul ditarik lebih awal pada babak kedua karena pelatih Tim Ayam Jantan, Didier Deschamps, ogah anak emasnya dikartu merah akibat provokasi pemain Honduras.

Meladeni Inggris, Italia berhasil meraih hasil sempurna dalam duel perdana mereka di Grup D Piala Dunia 2014. FIFA memang memilih Mario Balotelli sebagai Man of The Match, namun Goal Indonesia memberi predikat khusus bagi Andrea Pirlo. Metronom Juventus ini tampil memesona dengan teknik dummy-nya atas gol Claudio Marchisio. Catatan 108 operan di sepanjang laga melawan The Three Lions, jadi yang tertinggi sepanjang pagelaran Piala Dunia 2014 hingga kini.

Perlahan namun pasti, kekuatan tembakan jarak jauh pangeran Juventus, Claudio Marchisio, semakin menjadi. Satu hal yang ia tunjukkan lewat gol pembuka untuk membawa Italia menang 2-1 atas Inggris. Perpaduan La Fidanzata d'Italia begitu kental dalam proses gol-nya, karena diawali oleh dummy ala Andrea Pirlo. Namun lagi-lagi, stamina jadi masalah laten Il Principino sehingga tampak transparan di babak kedua.

Cili tampil gemilang dengan meraih kemenangan 3-1 atas Australia dalam laga perdana mereka di Grup B Piala Dunia 2014. Namun kegemilangan itu sama sekali tak tampak dari gelandang andalan Si Nyonya Tua, Arturo Vidal. Cedera lutut yang belum sembuh benar jadi halangan terbesarnya untuk tampil maksimal di laga ini. Amarah atas performa buruk diperlihatkannya pasca diganti, setelah pertandingan berlangsung satu jam.

Duo Italia, Gianluigi Buffon dan Leonardo Bonucci jadi sepasang penggawa Juventus yang belum mencicipi manisnya panggung Piala Dunia 2014. Nama pertama - yang berstatus sebagai kapten - urung tampil karena cedera engkel, sehari sebelum laga. Sementara Bonucci secara mengejutkan dicadangkan Cesare Prandelli untuk mengakomodasi tempat Gabriel Paletta di starting XI kontra Inggris.

Topics