SPESIAL: Rapor Tujuh Pemain Manchester City Di Matchday Pertama Piala Dunia 2014

Manisnya kemenangan dan pahitnya kekalahan dalam partai pembuka Piala Dunia 2014 sudah dirasakan para penggawa The Citizens berikut ini. Bagaimana rapor mereka?

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Tuntas sudah matchday perdana Piala Dunia 2014 yang ditandai dengan hasil imbang antara Rusia dan Korea Selatan di Grup H. Dari sejumlah duel yang telah dilangsungkan, tak sedikit pemain yang menunjukkan penampilan mengesankan, tapi ada juga yang bermain di luar ekspektasi.
Jawara anyar Liga Primer Inggris Manchester City mengirimkan 11 pemain yang tersebar dalam delapan negara yang berlaga di Brasil. Meski demikian, hanya tujuh pemain yang sanggup tampil bagi negaranya di partai pembuka ini, sedangkan sisanya hanya duduk di bangku cadangan.
Performa para penggawa The Citizens mereka pun bermacam-macam. Ada yang girang karena sukses mencatatkan kemenangan. Ada pula yang tersenyum kecut karena menelan kekalahan menyakitkan. Siapa saja mereka? Berikut Goal Indonesia menyajikannya untuk Anda.

Posisinya sebagai penjaga gawang nomor satu di Inggris memang tak terbantahkan. Namun, baru tampil di laga pembuka Grup D kontra Italia, Joe Hart langsung kebobolan dua gol dari sepakan jarak jauh Claudio Marchisio dan tandukan maut Mario Balotelli. Sepanjang 90 menit, ia hanya melakukan sekali penyelamatan. Hart harus tampil lebih baik lagi di laga hidup-mati melawan Uruguay jika ingin meloloskan The Three Lions dari grup neraka.

Meski Argentina sukses mencatat kemenangan perdana di Grup F dengan membungkam Bosnia-Herzegovina 2-1, sejatinya penampilan Sergio Aguero tak terlalu istimewa. Sang bomber total hanya mencatatkan tiga shot yang masih belum on target. Menjelang laga berakhir, ia pun digantikan Luca Biglia untuk menambah kekuatan di lini belakang Argentina.

Seperti yang biasa tunjukkan di level klub, performa Pablo Zabaleta terbilang konsisten sepanjang 90 menit saat melawan Bosnia-Herzegovina. Dipasang sebagai bek kanan dalam formasi 5-3-2, Zabaleta beberapa kali terlihat mampu menghambat serangan Bosnia dari sayap kiri. Tak lupa ia juga rajin ke depan membantu serangan.

Laga Argentina kontra Bosnia di Maracana memang tercatat sebagai ladangnya para pemain City berkumpul. Selain Zabaleta dan Aguero, bintang Bosnia Edin Dzeko juga turut berpartisipasi. Dipasang sebagai penyerang tunggal The Dragons, Dzeko terkunci di lini depan dan kesulitan berkembang. Total ia hanya mencatatkan satu tembakan sehingga gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Ini dia sang kapten The Sky Blues yang juga mengapteni negaranya, Belgia. Melawan Aljazair di partai pembuka Grup H, Kompany sempat kelabakan di awal babak ketika timnya tertinggal. Namun secara keseluruhan, performanya terbilang bagus setelah berulang kali mampu menghadang para pemain Aljazair yang mengandalkan serangan balik. Kokoh di lini belakang, Belgia pun bisa berkonsentrasi mengejar ketertinggalan dan menang 2-1.

Diandalkan sebagai pengatur serangan Spanyol, David Silva sangat kesulitan untuk membongkar rapatnya pertahanan Belanda. Golnya di menit 68 dianulir, ia juga beberapa kali gagal dalam memanfaatkan peluang emas, termasuk dalam situasi one-on-one. Tampil mengecewakan, ia pun digantikan Cesc Fabregas di menit 78 sebelum akhirnya Spanyol takluk 5-1 secara mengenaskan. .

Saat mengalahkan Jepang 2-1, Yaya Toure didaulat sebagai man of the match versi FIFA. Performanya memang terbilang bagus. Beberapa kali ia tercatat melakukan dribel berbahaya yang mampu membuat pertahanan Jepang kerepotan. Tendangan bebasnya juga hampir berbuah hasil. Toure tetap tampil energik meski sebelumnya diragukan tampil akibat belum fit.

James Milner (Inggris), Fernandinho (Brasil), Martin Demichelis (Argentina), hingga pemain anyar Baracy Sagna (Prancis) sama-sama belum mencicipi menit bermain di Brasil. Layak ditunggu partisipasi mereka di partai-partai berikutnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics