SPESIAL: Sejarah Duel Prancis Kontra Jerman, Menjanjikan Keseruan & Hujan Gol

Tiga laga sebelumnya antara Prancis dan Jerman di ajang Piala Dunia melahirkan total 17 gol.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Hanya satu di antara Prancis dan Jerman yang bakal menembus semi-final Piala Dunia 2014, karena kedua negara elite Eropa itu harus baku bunuh di fase delapan besar, Jumat (4/7) siang esok waktu Brasil.

Jerman memasuki turnamen sebagai kandidat juara, namun mereka diterpa kritik deras menyusul penampilan kurang menggigit kala berhadapan dengan Aljazair di putaran 16 besar. Skuat Joachim Low harus melalui perpanjangan waktu untuk bersusah-payah memetik kemenangan 2-1 berkat gol-gol Andre Schurrle dan Mesut Ozil.

Di sisi lain, Prancis yang sejatinya tak masuk kategori favorit karena melempem di dua ajang internasional terakhir, PD 2010 dan Euro 2012, malah tampil istimewa dengan permainan cepat mereka. Dengan keunggulan 2-0 atas Nigeria, Les Blues besutan Didier Deschamps menjadi satu dari cuma tiga kontestan yang telah mengemas minimal sepuluh gol di Brasil.

Skuat Ayam Jantan kian pantas diunggulkan apabila menyimak rekor pertemuan kedua tim secara keseluruhan. Prancis dan Jerman telah mengadu kekuatan sebanyak 25 kali di semua ajang, dengan Si Biru berjaya dalam 11 kesempatan berbanding delapan momen keunggulan Panser.

Namun, patut diperhatikan pula bahwa dari tiga duel yang tergelar di arena Piala Dunia, Jerman-lah yang berhak menepuk dada dengan jumlah dua kemenangan meski satu di antaranya melalui penalty shoot-out.

*) Ket.: Imbang 120 menit, Jerman unggul adu penalti.

Dilihat dari sejarahnya, partai di Maracana esok hari tak hanya menjanjikan keseruan tetapi juga banyak gol. Hampir dapat dipastikan fans tak akan kecewa karena sejauh ini baru satu laga melibatkan Jerman dan Prancis yang berkesudahan imbang kacamata, tepatnya pada uji coba tahun 2005 silam.

Khusus mencermati head-to-head keduanya di Piala Dunia, kita bahkan boleh berharap bakal lahir festival gol, karena dari tiga laga Prancis versus Jerman (seluruhnya masih sebagai Jerman Barat) telah tercipta total 17 gol alias rata-rata hampir enam gol per partai!

Swedia 1958 menjadi pertandingan pertama Prancis kontra Jerman di Piala Dunia, dengan tajuknya play-off perebutan tempat ketiga. Langkah sang juara bertahan untuk kembali menembus final dijegal tim tuan rumah, sementara Prancis gugur di tangan Brasil, yang kemudian merebut trofi pertama. Pada laga di Stadion Ullevi, Gothenburg, striker legendaris Prancis, Just Fontaine, mengukuhkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu turnamen. Tak tanggung-tanggung, ia memberondong gawang Jerman dengan empat gol sekaligus! Quat-trick tersebut memastikan Fontaine finis di urutan teratas daftar topskor dengan torehan 13 gol. Raymond Kopa (penalti) serta Yvon Douis menjadi penyumbang dua gol lain untuk Les Blues, sementara tiga gol Jerman dibuat oleh Hans Cieslarczyk, Helmut Rahn, serta Hans Schafer.

Partai semi-final edisi 1982 di Sevilla, Spanyol, menjadi salah satu laga klasik Piala Dunia. Kali ini Jerman yang memimpin lebih dahulu melalui aksi Pierre Littbarski menjebol gawang Jean Luc Ettori (17’). Namun keunggulan itu hanya bertahan kurang dari sepuluh menit setelah eksekusi penalti kapten Michel Platini menyamakan kedudukan buat Prancis. Skor sama kuat terjaga hingga 90 menit sebelum Prancis tampak berada di ambang kemenangan menyusul gol-gol Marius Tresor dan Alain Giresse dalam sepuluh menit pertama babak perpanjangan. Tapi kemudian mental baja khas Jerman berbicara. Der Panzer secara dramatis memaksakan adu penalti setelah Karl-Heinz Rummenigge dan Klaus Fischer masuk papan skor. Sisanya mudah ditebak, Jerman unggul dalam adu penalti. Sayang, mereka harus mengakui keunggulan Italia di laga pamungkas.

Hanya empat tahun berselang, kedua negara bersua kembali di putaran empat besar Meksiko 1986. Kekalahan menyakitkan masih segar dalam benak kubu Prancis sehingga misi balas dendam otomatis mencuat sebagai tema utama laga di Estadio Jalisco, Guadalajara, ini. Penuntasan dendam Platini cs. gagal kesampaian karena mereka justru harus kembali bertekuk lutut di kaki Die Nationalmannschaft besutan Franz Beckenbauer melalui gol cepat Andreas Brehme di menit kesembilan dan kontribusi Rudi Voller jelang bubaran. Akan tetapi, Jerman lagi-lagi harus menangis di final, di mana kali ini Argentina yang mengubur impian mereka merengkuh gelar juara dunia ketiga. Dendam Jerman pada Los Albicelestes pada akhirnya terbalaskan di Italia 1990.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics