SPESIAL: Tiga Pemain Argentina Yang Harus Diwaspadai Belanda

Inilah tiga pemain yang menjadi denyut jantung dari permainan Argentina, yang sepatutnya menjadi sorotan bagi kubu Belanda.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Argentina mampu menyapu bersih lima laga selama Piala Dunia 2014. Meski setiap kemenangan yang dituai anak-anak Alejandro Sabella ini terbilang tipis, performa tim Tango efisien, di mana kelima laga ini dilalui Argentina dengan margin kemenangan satu gol.

Tak bisa dimungkiri, efek Lionel Messi turut serta menjadi faktor penentu dari keberhasilan Argentina merapat ke panggung semi-final berkat torehan gol dan assist pentingnya. Kendati demikian, bukannya pemain lain tak memiliki peranan fundamental.

Kecerdikan Sabella dalam mengeksplor barisan gedor tim juga menjadi poin penting, seperti ketika mentransformasi dua penyerang di babak grup menjadi satu selama fase knock-out.

Menghadapi Belanda di Sao Paulo, Kamis [10/6] dinihari WIB, Sabella tentu akan mempertahankan pemain-pemain yang dianggap mampu tampil kontributif sejauh ini. Siapa saja mereka? Inilah tiga pemain yang layak disorot kubu Louis van Gaal.

Akan sulit mencari celah untuk mengkritik sang pentolan Barcelona ini. Total empat gol serta satu assist-nya di Piala Dunia menjadi alasan kenapa Argentina bisa berdiri gagah di semi-final. Selama di babak grup, striker mungil ini tak pernah absen menjebol gawang lawan, termasuk ketika membuat dua gol heroik kala bentrok dengan Nigeria.

Dia diperankan sebagai poros permainan menyerang Argentina. Walau tak lagi menyumbang gol selama fase knock-out, tapi satu umpan akuratnya kepada Angel Di Maria tetap jua menentukan laju tim ke perempat-final. Secara keseluruhan dia adalah roh dari pola permainan Sabella dan koleksi empat golnya berpotensi bertambah untuk mengangkangi James Rodriguez [enam gol] dan Thomas Muller [lima gol] dalam memenangkan Sepatu Emas.

Bukan menjadi soal bagi Higuain ketika dirinya harus dimainkan sendiri di depan atau berduet dengan Sergio Aguero. Kedua tugas mampu dilakoni penyerang Real Madrid ini dengan sama baiknya.

Kontribusinya memang tak seproduktif Messi. Tapi kehadiran Higuain di garda depan tim bisa menjadi panah yang runcing di saat para bek lawan fokus mengamati gerak-gerik Messi. Satu-satunya gol dia kala bentrok dengan Belgia, yang mengantar Argentina ke semi-final, mengingatkan para lawan jika La Albiceleste tak melulu bicara Messi.

Siapa yang menyeimbangkan ritme permainan Argentina? Tiada lain jawabannya adalah Mascherano. Keberadaannya di sentral lini tengah Argentina menjadi kohesi permainan antara lini belakang dan depan tim.

Selalu tampil prima 90 menit di semua laga selama Piala Dunia bergulir, Mascherano menjadi sosok vital karena resistensinya dalam bertahan maupun menyerang. Pemain defensif Barcelona ini melakukan tekel terbanyak di antara rekan yang lain, yakni 24 tekel dengan rasio 4,8 per pertandingan. Artinya, para penggedor Belanda harus berjibaku lebih dulu menaklukkan Mascherano sebelum masuk ke jantung pertahanan. Sementara untuk urusan pendistribusian bola, Mascherano juga mampu membuat 421 umpan dalam lima laga dengan persentasi sukses mencapai 91,7 persen.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics